alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pak Guru Ribut Viral Gegara Edukasi Seks

Diundang Bupati-Wabup Bersama Dua Muridnya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Unggahan video seorang guru SDN Pagowan 01 Kecamatan Pasrujambe menuai pro kontra di beragam media sosial. Pasalnya, edukasi seks sejak dini rupanya masih menjadi perdebatan yang belum menemukan titik terang. Sampai-sampai, PGRI Lumajang hari ini berencana bakal membahas masalah tersebut.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Sebelumnya, Ribut Santoso, seorang guru tidak tetap (GTT) sedang mengevaluasi hasil ujian anak didiknya. Ketika membahas salah satu pertanyaan yang menceritakan kisah Nabi Luth, seluruh murid cukup antusias. Dia pun ikut bersemangat merekam situasi saat itu dan diunggah di akun pribadinya. “Saya rekam sekitar empat menit, lalu saya upload,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak disangka, video yang menerangkan edukasi seks itu mendadak viral. Bahkan ada yang mengunduh lalu menggunggah ulang. Saking gemparnya video tersebut, direspons langsung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai, pembelajaran itu dinilai terlalu vulgar bagi murid SD.

Namun, lelaki yang berusia 38 tahun ini menjelaskan, materi pembelajaran tersebut tidak dilebih-lebihkan. Dalam buku paket pembelajaran Agam Islam, kisah itu sering disinggung. Karena itu, kisah itu bukan sesuatu yang harus dirahasiakan. Apalagi rasa ingin tahu murid sangat tinggi. Apalagi masih berkaitan dengan pembelajaran yang diujikan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Unggahan video seorang guru SDN Pagowan 01 Kecamatan Pasrujambe menuai pro kontra di beragam media sosial. Pasalnya, edukasi seks sejak dini rupanya masih menjadi perdebatan yang belum menemukan titik terang. Sampai-sampai, PGRI Lumajang hari ini berencana bakal membahas masalah tersebut.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Sebelumnya, Ribut Santoso, seorang guru tidak tetap (GTT) sedang mengevaluasi hasil ujian anak didiknya. Ketika membahas salah satu pertanyaan yang menceritakan kisah Nabi Luth, seluruh murid cukup antusias. Dia pun ikut bersemangat merekam situasi saat itu dan diunggah di akun pribadinya. “Saya rekam sekitar empat menit, lalu saya upload,” katanya.

Tak disangka, video yang menerangkan edukasi seks itu mendadak viral. Bahkan ada yang mengunduh lalu menggunggah ulang. Saking gemparnya video tersebut, direspons langsung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai, pembelajaran itu dinilai terlalu vulgar bagi murid SD.

Namun, lelaki yang berusia 38 tahun ini menjelaskan, materi pembelajaran tersebut tidak dilebih-lebihkan. Dalam buku paket pembelajaran Agam Islam, kisah itu sering disinggung. Karena itu, kisah itu bukan sesuatu yang harus dirahasiakan. Apalagi rasa ingin tahu murid sangat tinggi. Apalagi masih berkaitan dengan pembelajaran yang diujikan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Unggahan video seorang guru SDN Pagowan 01 Kecamatan Pasrujambe menuai pro kontra di beragam media sosial. Pasalnya, edukasi seks sejak dini rupanya masih menjadi perdebatan yang belum menemukan titik terang. Sampai-sampai, PGRI Lumajang hari ini berencana bakal membahas masalah tersebut.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Sebelumnya, Ribut Santoso, seorang guru tidak tetap (GTT) sedang mengevaluasi hasil ujian anak didiknya. Ketika membahas salah satu pertanyaan yang menceritakan kisah Nabi Luth, seluruh murid cukup antusias. Dia pun ikut bersemangat merekam situasi saat itu dan diunggah di akun pribadinya. “Saya rekam sekitar empat menit, lalu saya upload,” katanya.

Tak disangka, video yang menerangkan edukasi seks itu mendadak viral. Bahkan ada yang mengunduh lalu menggunggah ulang. Saking gemparnya video tersebut, direspons langsung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai, pembelajaran itu dinilai terlalu vulgar bagi murid SD.

Namun, lelaki yang berusia 38 tahun ini menjelaskan, materi pembelajaran tersebut tidak dilebih-lebihkan. Dalam buku paket pembelajaran Agam Islam, kisah itu sering disinggung. Karena itu, kisah itu bukan sesuatu yang harus dirahasiakan. Apalagi rasa ingin tahu murid sangat tinggi. Apalagi masih berkaitan dengan pembelajaran yang diujikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/