alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kades Curahpetung Keluhkan Kinerja Sekdesnya. Ternyata Alasannya Begini

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Enggak, saya tidak ada keinginan untuk memecat. Tapi, saya juga tidak tahu dia sehari-hari masuk atau tidak,” ungkap Kepala Desa Curahpetung Siti Maisaroh saat disidak langsung Komisi A DPRD Lumajang. Ungkapan inilah yang menarik perhatian perangkat desa yang hadir.

Siti Maisaroh melanjutkan, sebetulnya dirinya dengan sekdes tidak ada masalah. Namun, selama beberapa minggu menjabat, sekdes tidak pernah memberikan laporan yang berkaitan apa pun dengan pemerintahan desa. Tentu hal itu membuat dia bertanya-tanya. Apalagi sekdes jarang terlihat berada di kantor desa.

Sekdes Curahpetung Totok Kuswoyo menanggapi pernyataan kades tersebut. Dengan penuh kehati-hatian dia menjelaskan, saat ini dirinya sedang membantu menyelesaikan pertanggungjawaban beberapa program kerja kades periode sebelumnya. “Sebenarnya saya sendiri belum fokus ke kades yang baru,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tentu komunikasi keduanya yang dianggap buntu ini memicu kecurigaan beberapa anggota DPRD Lumajang yang hadir. Eka, anggota Komisi A, menanyakan langsung beberapa temuan dan laporan yang diterima oleh komisi ke sekdes. Sebut saja soal keabsahan pendirian BUMDes yang dimiliki.

Sebab, BUMDes tersebut mendapat kucuran dana sebesar Rp 250 juta untuk pengembangan unit usahanya. Namun, sampai akhir tahun dana tersebut tidak terserap maksimal. “Ada Silpa yang lumayan besar, lo, ini. Tapi, pertanggungjawabannya belum ada. Minta tolong ini dijelaskan. Pertama sudah terserap Rp 103 juta,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah program kerja berupa pembangunan fisik di masa kades sebelumnya yang tidak terlaksana juga disinggung. Padahal, anggaran tersebut sudah dicairkan dari rekening desa. “Pokoknya semua laporan pertanggungjawaban segera diselesaikan dan dilaporkan ke kami,” pungkasnya.

Semen Menumpuk di Kantor Desa

Pencarian anggaran untuk pengembangan unit usaha BUMDes Curahpetung tampaknya tidak disetujui oleh Kades baru, Siti Maisaroh. Saking tak terimanya, dia meminta kucuran anggaran ratusan juta tersebut dikembalikan. Tetapi, karena telanjur dibelanjakan, akhirnya ratusan karung semen dikembalikan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Enggak, saya tidak ada keinginan untuk memecat. Tapi, saya juga tidak tahu dia sehari-hari masuk atau tidak,” ungkap Kepala Desa Curahpetung Siti Maisaroh saat disidak langsung Komisi A DPRD Lumajang. Ungkapan inilah yang menarik perhatian perangkat desa yang hadir.

Siti Maisaroh melanjutkan, sebetulnya dirinya dengan sekdes tidak ada masalah. Namun, selama beberapa minggu menjabat, sekdes tidak pernah memberikan laporan yang berkaitan apa pun dengan pemerintahan desa. Tentu hal itu membuat dia bertanya-tanya. Apalagi sekdes jarang terlihat berada di kantor desa.

Sekdes Curahpetung Totok Kuswoyo menanggapi pernyataan kades tersebut. Dengan penuh kehati-hatian dia menjelaskan, saat ini dirinya sedang membantu menyelesaikan pertanggungjawaban beberapa program kerja kades periode sebelumnya. “Sebenarnya saya sendiri belum fokus ke kades yang baru,” katanya.

Tentu komunikasi keduanya yang dianggap buntu ini memicu kecurigaan beberapa anggota DPRD Lumajang yang hadir. Eka, anggota Komisi A, menanyakan langsung beberapa temuan dan laporan yang diterima oleh komisi ke sekdes. Sebut saja soal keabsahan pendirian BUMDes yang dimiliki.

Sebab, BUMDes tersebut mendapat kucuran dana sebesar Rp 250 juta untuk pengembangan unit usahanya. Namun, sampai akhir tahun dana tersebut tidak terserap maksimal. “Ada Silpa yang lumayan besar, lo, ini. Tapi, pertanggungjawabannya belum ada. Minta tolong ini dijelaskan. Pertama sudah terserap Rp 103 juta,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah program kerja berupa pembangunan fisik di masa kades sebelumnya yang tidak terlaksana juga disinggung. Padahal, anggaran tersebut sudah dicairkan dari rekening desa. “Pokoknya semua laporan pertanggungjawaban segera diselesaikan dan dilaporkan ke kami,” pungkasnya.

Semen Menumpuk di Kantor Desa

Pencarian anggaran untuk pengembangan unit usaha BUMDes Curahpetung tampaknya tidak disetujui oleh Kades baru, Siti Maisaroh. Saking tak terimanya, dia meminta kucuran anggaran ratusan juta tersebut dikembalikan. Tetapi, karena telanjur dibelanjakan, akhirnya ratusan karung semen dikembalikan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Enggak, saya tidak ada keinginan untuk memecat. Tapi, saya juga tidak tahu dia sehari-hari masuk atau tidak,” ungkap Kepala Desa Curahpetung Siti Maisaroh saat disidak langsung Komisi A DPRD Lumajang. Ungkapan inilah yang menarik perhatian perangkat desa yang hadir.

Siti Maisaroh melanjutkan, sebetulnya dirinya dengan sekdes tidak ada masalah. Namun, selama beberapa minggu menjabat, sekdes tidak pernah memberikan laporan yang berkaitan apa pun dengan pemerintahan desa. Tentu hal itu membuat dia bertanya-tanya. Apalagi sekdes jarang terlihat berada di kantor desa.

Sekdes Curahpetung Totok Kuswoyo menanggapi pernyataan kades tersebut. Dengan penuh kehati-hatian dia menjelaskan, saat ini dirinya sedang membantu menyelesaikan pertanggungjawaban beberapa program kerja kades periode sebelumnya. “Sebenarnya saya sendiri belum fokus ke kades yang baru,” katanya.

Tentu komunikasi keduanya yang dianggap buntu ini memicu kecurigaan beberapa anggota DPRD Lumajang yang hadir. Eka, anggota Komisi A, menanyakan langsung beberapa temuan dan laporan yang diterima oleh komisi ke sekdes. Sebut saja soal keabsahan pendirian BUMDes yang dimiliki.

Sebab, BUMDes tersebut mendapat kucuran dana sebesar Rp 250 juta untuk pengembangan unit usahanya. Namun, sampai akhir tahun dana tersebut tidak terserap maksimal. “Ada Silpa yang lumayan besar, lo, ini. Tapi, pertanggungjawabannya belum ada. Minta tolong ini dijelaskan. Pertama sudah terserap Rp 103 juta,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah program kerja berupa pembangunan fisik di masa kades sebelumnya yang tidak terlaksana juga disinggung. Padahal, anggaran tersebut sudah dicairkan dari rekening desa. “Pokoknya semua laporan pertanggungjawaban segera diselesaikan dan dilaporkan ke kami,” pungkasnya.

Semen Menumpuk di Kantor Desa

Pencarian anggaran untuk pengembangan unit usaha BUMDes Curahpetung tampaknya tidak disetujui oleh Kades baru, Siti Maisaroh. Saking tak terimanya, dia meminta kucuran anggaran ratusan juta tersebut dikembalikan. Tetapi, karena telanjur dibelanjakan, akhirnya ratusan karung semen dikembalikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/