alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Lega Setelah Masa Observasi Tak Ada Efek Samping

Menjadi yang pertama adalah kebanggaan tersendiri bagi setiap orang. Sebab, tidak semua bisa mendapatkannya. Itulah yang dirasakan Muhammad Ali Shofyan, nakes yang pertama disuntik vaksin di Puskesmas Rogotrunan, Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lelaki berpakaian serba putih itu mendekat. Matanya memancarkan senyum. “Ada yang bisa dibantu, Mas?” tanyanya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru saat memasuki ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rogotrunan, Lumajang. Lelaki itu kembali berjalan ke belakang meja pelayanan informasi.

Muhammad Ali Shofyan nama lelaki itu. Dia adalah satu-satunya nakes yang disuntik di hari perdana penyuntikan vaksin Sinovac. Sebab, dari beberapa orang yang terdaftar di puskesmas tempat dia bekerja, hanya dirinya yang lolos. “Setelah Presiden Jokowi disuntik vaksin, saya penasaran. Akhirnya daftar dan dapat e-tiket untuk suntik. Ternyata lolos,” katanya.

Lelaki yang akrab dipanggil Al itu menceritakan, di meja pertama, dia mengisi data diri dan menyerahkan e-tiket kepada petugas. Hal itu sebagai bukti bahwa dia merupakan salah satu calon penerima vaksin yang telah terdaftar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, dia diarahkan ke meja dua. Di tempat itu, tahapan screening dilakukan. Denyut nadi dan tekanan darah dites. Pertanyaan pernah terpapar Covid-19 juga diajukan. Semuanya aman. Dia lolos di tahap screening. “Sikat Bu!” jawabnya, saat vaksinator bersiap menyuntiknya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lelaki berpakaian serba putih itu mendekat. Matanya memancarkan senyum. “Ada yang bisa dibantu, Mas?” tanyanya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru saat memasuki ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rogotrunan, Lumajang. Lelaki itu kembali berjalan ke belakang meja pelayanan informasi.

Muhammad Ali Shofyan nama lelaki itu. Dia adalah satu-satunya nakes yang disuntik di hari perdana penyuntikan vaksin Sinovac. Sebab, dari beberapa orang yang terdaftar di puskesmas tempat dia bekerja, hanya dirinya yang lolos. “Setelah Presiden Jokowi disuntik vaksin, saya penasaran. Akhirnya daftar dan dapat e-tiket untuk suntik. Ternyata lolos,” katanya.

Lelaki yang akrab dipanggil Al itu menceritakan, di meja pertama, dia mengisi data diri dan menyerahkan e-tiket kepada petugas. Hal itu sebagai bukti bahwa dia merupakan salah satu calon penerima vaksin yang telah terdaftar.

Selanjutnya, dia diarahkan ke meja dua. Di tempat itu, tahapan screening dilakukan. Denyut nadi dan tekanan darah dites. Pertanyaan pernah terpapar Covid-19 juga diajukan. Semuanya aman. Dia lolos di tahap screening. “Sikat Bu!” jawabnya, saat vaksinator bersiap menyuntiknya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lelaki berpakaian serba putih itu mendekat. Matanya memancarkan senyum. “Ada yang bisa dibantu, Mas?” tanyanya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru saat memasuki ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rogotrunan, Lumajang. Lelaki itu kembali berjalan ke belakang meja pelayanan informasi.

Muhammad Ali Shofyan nama lelaki itu. Dia adalah satu-satunya nakes yang disuntik di hari perdana penyuntikan vaksin Sinovac. Sebab, dari beberapa orang yang terdaftar di puskesmas tempat dia bekerja, hanya dirinya yang lolos. “Setelah Presiden Jokowi disuntik vaksin, saya penasaran. Akhirnya daftar dan dapat e-tiket untuk suntik. Ternyata lolos,” katanya.

Lelaki yang akrab dipanggil Al itu menceritakan, di meja pertama, dia mengisi data diri dan menyerahkan e-tiket kepada petugas. Hal itu sebagai bukti bahwa dia merupakan salah satu calon penerima vaksin yang telah terdaftar.

Selanjutnya, dia diarahkan ke meja dua. Di tempat itu, tahapan screening dilakukan. Denyut nadi dan tekanan darah dites. Pertanyaan pernah terpapar Covid-19 juga diajukan. Semuanya aman. Dia lolos di tahap screening. “Sikat Bu!” jawabnya, saat vaksinator bersiap menyuntiknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/