alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Temukan Barang Kedaluwarsa pada Bantuan APG Gunung Semeru

Lebih Selektif Terima dan Salurkan Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tiga pekan pascabencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, bantuan terus mengalir. Baik diserahkan melalui posko bantuan maupun langsung disalurkan ke warga terdampak. Memang bantuan tersebut sangat membantu. Namun, di sisi lain barang-barang itu juga perlu diwaspadai. Sebab, jumlah barang yang kedaluwarsa juga tidak sedikit.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Endah Maryuni membenarkan penemuan bantuan yang sudah melewati batas waktu berlakunya. Barang kedaluwarsa itu meliputi makanan, minuman, susu bayi, pembalut, hingga sabun.

Karena itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyeleksi bantuan yang ada. “Kami dibantu relawan dan tim kesehatan untuk melihat barang-barang yang memang sudah expired. Tetapi, karena petugasnya terbatas, banyak barang yang sudah tertumpuk dan belum diperiksa. Kalau harus diperiksa secara keseluruhan, waktunya agak lama. Namun, sebagian besar bantuan sudah disortir,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, saat menata kembali barang-barang tersebut, pihaknya kembali menemukan barang yang sudah kedaluwarsa. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat yang ingin membantu bisa berupa uang atau bantuan jangka panjang. “Seperti peralatan rumah tangga, bahan bangunan, peralatan masak, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, sesuai prosedur, bantuan yang masuk melalui posko bantuan BPBD sudah dilakukan seleksi. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diterima dan disalurkan memang layak dan sesuai kebutuhan warga terdampak. Sementara, bantuan yang diberikan tanpa melalui BPBD, pihaknya tidak bisa menjamin kelayakannya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tiga pekan pascabencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, bantuan terus mengalir. Baik diserahkan melalui posko bantuan maupun langsung disalurkan ke warga terdampak. Memang bantuan tersebut sangat membantu. Namun, di sisi lain barang-barang itu juga perlu diwaspadai. Sebab, jumlah barang yang kedaluwarsa juga tidak sedikit.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Endah Maryuni membenarkan penemuan bantuan yang sudah melewati batas waktu berlakunya. Barang kedaluwarsa itu meliputi makanan, minuman, susu bayi, pembalut, hingga sabun.

Karena itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyeleksi bantuan yang ada. “Kami dibantu relawan dan tim kesehatan untuk melihat barang-barang yang memang sudah expired. Tetapi, karena petugasnya terbatas, banyak barang yang sudah tertumpuk dan belum diperiksa. Kalau harus diperiksa secara keseluruhan, waktunya agak lama. Namun, sebagian besar bantuan sudah disortir,” ungkapnya.

Meski demikian, saat menata kembali barang-barang tersebut, pihaknya kembali menemukan barang yang sudah kedaluwarsa. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat yang ingin membantu bisa berupa uang atau bantuan jangka panjang. “Seperti peralatan rumah tangga, bahan bangunan, peralatan masak, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, sesuai prosedur, bantuan yang masuk melalui posko bantuan BPBD sudah dilakukan seleksi. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diterima dan disalurkan memang layak dan sesuai kebutuhan warga terdampak. Sementara, bantuan yang diberikan tanpa melalui BPBD, pihaknya tidak bisa menjamin kelayakannya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tiga pekan pascabencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, bantuan terus mengalir. Baik diserahkan melalui posko bantuan maupun langsung disalurkan ke warga terdampak. Memang bantuan tersebut sangat membantu. Namun, di sisi lain barang-barang itu juga perlu diwaspadai. Sebab, jumlah barang yang kedaluwarsa juga tidak sedikit.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Endah Maryuni membenarkan penemuan bantuan yang sudah melewati batas waktu berlakunya. Barang kedaluwarsa itu meliputi makanan, minuman, susu bayi, pembalut, hingga sabun.

Karena itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyeleksi bantuan yang ada. “Kami dibantu relawan dan tim kesehatan untuk melihat barang-barang yang memang sudah expired. Tetapi, karena petugasnya terbatas, banyak barang yang sudah tertumpuk dan belum diperiksa. Kalau harus diperiksa secara keseluruhan, waktunya agak lama. Namun, sebagian besar bantuan sudah disortir,” ungkapnya.

Meski demikian, saat menata kembali barang-barang tersebut, pihaknya kembali menemukan barang yang sudah kedaluwarsa. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat yang ingin membantu bisa berupa uang atau bantuan jangka panjang. “Seperti peralatan rumah tangga, bahan bangunan, peralatan masak, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, sesuai prosedur, bantuan yang masuk melalui posko bantuan BPBD sudah dilakukan seleksi. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diterima dan disalurkan memang layak dan sesuai kebutuhan warga terdampak. Sementara, bantuan yang diberikan tanpa melalui BPBD, pihaknya tidak bisa menjamin kelayakannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/