alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Perdekat Petugas Monitoring SKAB

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi gabungan untuk mengatur tata niaga pertambangan pasir mulai teruji. Meskipun belum menunjukkan hasil maksimal, tapi telah menyumbang PAD yang cukup besar. Kini, Pemkab Lumajang bakal semakin mendekatkan petugas monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) ke mulut tambang.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, ada dua titik lokasi yang menjadi tempat pengawasan pajak pasir. Pertama di Kecamatan Pronojiwo, kedua di Jatian kawasan Kecamatan Candipuro. Sedangkan, di titik lainnya kondisional menyesuaikan situasi.

“Kami akan terus mengevaluasi langkah-langkah kami dalam memungut pajak. Portal ini sangat efektif menekan pertambangan ilegal. Jadi, mereka akhirnya beli di penambang yang punya izin. Mungkin ke depan akan kami lebih dekatkan lagi dengan mulut tambang,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, penempatan portal di Jatian itu untuk memantau SKAB pasir yang dibawa sopir armada truk dari lokasi pertambangan. Lebih lanjut, pihaknya bakal terus melakukan kajian dan pertimbangan untuk mendongkrak pendapatan dengan menempatkan petugas di setiap mulut tambang.

“Ini sudah kelihatan hasilnya. Jadi, kami yakin tahun depan akan lebih banyak dari realisasi yang sekarang,” tambahnya. Diakui, memang tidak ada sopir armada pasir yang masih mencari jalan alternatif di kawasan selatan. Namun, akhir-akhir ini kesadaran kepala desa mulai meningkat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi gabungan untuk mengatur tata niaga pertambangan pasir mulai teruji. Meskipun belum menunjukkan hasil maksimal, tapi telah menyumbang PAD yang cukup besar. Kini, Pemkab Lumajang bakal semakin mendekatkan petugas monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) ke mulut tambang.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, ada dua titik lokasi yang menjadi tempat pengawasan pajak pasir. Pertama di Kecamatan Pronojiwo, kedua di Jatian kawasan Kecamatan Candipuro. Sedangkan, di titik lainnya kondisional menyesuaikan situasi.

“Kami akan terus mengevaluasi langkah-langkah kami dalam memungut pajak. Portal ini sangat efektif menekan pertambangan ilegal. Jadi, mereka akhirnya beli di penambang yang punya izin. Mungkin ke depan akan kami lebih dekatkan lagi dengan mulut tambang,” katanya.

Menurut dia, penempatan portal di Jatian itu untuk memantau SKAB pasir yang dibawa sopir armada truk dari lokasi pertambangan. Lebih lanjut, pihaknya bakal terus melakukan kajian dan pertimbangan untuk mendongkrak pendapatan dengan menempatkan petugas di setiap mulut tambang.

“Ini sudah kelihatan hasilnya. Jadi, kami yakin tahun depan akan lebih banyak dari realisasi yang sekarang,” tambahnya. Diakui, memang tidak ada sopir armada pasir yang masih mencari jalan alternatif di kawasan selatan. Namun, akhir-akhir ini kesadaran kepala desa mulai meningkat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi gabungan untuk mengatur tata niaga pertambangan pasir mulai teruji. Meskipun belum menunjukkan hasil maksimal, tapi telah menyumbang PAD yang cukup besar. Kini, Pemkab Lumajang bakal semakin mendekatkan petugas monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) ke mulut tambang.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, ada dua titik lokasi yang menjadi tempat pengawasan pajak pasir. Pertama di Kecamatan Pronojiwo, kedua di Jatian kawasan Kecamatan Candipuro. Sedangkan, di titik lainnya kondisional menyesuaikan situasi.

“Kami akan terus mengevaluasi langkah-langkah kami dalam memungut pajak. Portal ini sangat efektif menekan pertambangan ilegal. Jadi, mereka akhirnya beli di penambang yang punya izin. Mungkin ke depan akan kami lebih dekatkan lagi dengan mulut tambang,” katanya.

Menurut dia, penempatan portal di Jatian itu untuk memantau SKAB pasir yang dibawa sopir armada truk dari lokasi pertambangan. Lebih lanjut, pihaknya bakal terus melakukan kajian dan pertimbangan untuk mendongkrak pendapatan dengan menempatkan petugas di setiap mulut tambang.

“Ini sudah kelihatan hasilnya. Jadi, kami yakin tahun depan akan lebih banyak dari realisasi yang sekarang,” tambahnya. Diakui, memang tidak ada sopir armada pasir yang masih mencari jalan alternatif di kawasan selatan. Namun, akhir-akhir ini kesadaran kepala desa mulai meningkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/