alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Melintas Jalur Pertambangan Menuju Pronojiwo Harus Izin Satgas Semeru

Hanya untuk Keadaan Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Personel gabungan TNI-Polri beserta masyarakat masih berjaga di sejumlah titik pengamanan pasca-awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, awal bulan ini. Selain menjaga ketertiban dan keamanan, hal itu juga bertujuan agar masyarakat luar tidak bebas keluar masuk kawasan rawan bencana.

Oleh karena itu, sejumlah pintu masuk ditutup. Mereka bisa melintas dengan syarat darurat atau emergency. Sementara, masyarakat umum masih dibatasi masuk maupun melintas di beberapa titik.

Terlebih, akhir pekan lalu, beredar video warga melintasi aliran Sungai Besuk, Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Dalam video pendek tersebut terlihat salah seorang pengendara sepeda motor tidak mampu menahan laju kendaraan hingga oleng dan terjatuh. Diketahui, mereka adalah suami istri bersama anaknya yang tinggal di desa setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Semeru Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, pengamanan itu dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Lebih lanjut, jalur penghubung satu dusun dengan dusun lainnya di Desa Supiturang itu bukan jalan umum. Melainkan sungai dan jalur lahar Gunung Semeru.

“Ini bukan larangan, tetapi pembatasan. Hanya untuk emergency saja. Selain itu, kami tidak mengizinkan masuk maupun melintas. Karena ini bukan jalan. Namanya alam, kita semua tidak tahu jika terjadi sesuatu seperti lahar yang tiba-tiba datang. Makanya, kami lakukan pembatasan,” katanya.

Pria yang juga bertugas sebagai Dandim 0821 Lumajang tersebut juga menjelaskan. hanya sejumlah orang dan masyarakat setempat yang diizinkan. Hal tersebut juga tidak lantas mendapat izin langsung. Melainkan melihat kondisi alam. Jika memungkinkan untuk melintas, maka akan diizinkan. Tetapi, jika kondisi sebaliknya, siapa pun tidak diizinkan melintas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Personel gabungan TNI-Polri beserta masyarakat masih berjaga di sejumlah titik pengamanan pasca-awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, awal bulan ini. Selain menjaga ketertiban dan keamanan, hal itu juga bertujuan agar masyarakat luar tidak bebas keluar masuk kawasan rawan bencana.

Oleh karena itu, sejumlah pintu masuk ditutup. Mereka bisa melintas dengan syarat darurat atau emergency. Sementara, masyarakat umum masih dibatasi masuk maupun melintas di beberapa titik.

Terlebih, akhir pekan lalu, beredar video warga melintasi aliran Sungai Besuk, Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Dalam video pendek tersebut terlihat salah seorang pengendara sepeda motor tidak mampu menahan laju kendaraan hingga oleng dan terjatuh. Diketahui, mereka adalah suami istri bersama anaknya yang tinggal di desa setempat.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Semeru Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, pengamanan itu dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Lebih lanjut, jalur penghubung satu dusun dengan dusun lainnya di Desa Supiturang itu bukan jalan umum. Melainkan sungai dan jalur lahar Gunung Semeru.

“Ini bukan larangan, tetapi pembatasan. Hanya untuk emergency saja. Selain itu, kami tidak mengizinkan masuk maupun melintas. Karena ini bukan jalan. Namanya alam, kita semua tidak tahu jika terjadi sesuatu seperti lahar yang tiba-tiba datang. Makanya, kami lakukan pembatasan,” katanya.

Pria yang juga bertugas sebagai Dandim 0821 Lumajang tersebut juga menjelaskan. hanya sejumlah orang dan masyarakat setempat yang diizinkan. Hal tersebut juga tidak lantas mendapat izin langsung. Melainkan melihat kondisi alam. Jika memungkinkan untuk melintas, maka akan diizinkan. Tetapi, jika kondisi sebaliknya, siapa pun tidak diizinkan melintas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Personel gabungan TNI-Polri beserta masyarakat masih berjaga di sejumlah titik pengamanan pasca-awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, awal bulan ini. Selain menjaga ketertiban dan keamanan, hal itu juga bertujuan agar masyarakat luar tidak bebas keluar masuk kawasan rawan bencana.

Oleh karena itu, sejumlah pintu masuk ditutup. Mereka bisa melintas dengan syarat darurat atau emergency. Sementara, masyarakat umum masih dibatasi masuk maupun melintas di beberapa titik.

Terlebih, akhir pekan lalu, beredar video warga melintasi aliran Sungai Besuk, Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Dalam video pendek tersebut terlihat salah seorang pengendara sepeda motor tidak mampu menahan laju kendaraan hingga oleng dan terjatuh. Diketahui, mereka adalah suami istri bersama anaknya yang tinggal di desa setempat.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Semeru Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, pengamanan itu dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Lebih lanjut, jalur penghubung satu dusun dengan dusun lainnya di Desa Supiturang itu bukan jalan umum. Melainkan sungai dan jalur lahar Gunung Semeru.

“Ini bukan larangan, tetapi pembatasan. Hanya untuk emergency saja. Selain itu, kami tidak mengizinkan masuk maupun melintas. Karena ini bukan jalan. Namanya alam, kita semua tidak tahu jika terjadi sesuatu seperti lahar yang tiba-tiba datang. Makanya, kami lakukan pembatasan,” katanya.

Pria yang juga bertugas sebagai Dandim 0821 Lumajang tersebut juga menjelaskan. hanya sejumlah orang dan masyarakat setempat yang diizinkan. Hal tersebut juga tidak lantas mendapat izin langsung. Melainkan melihat kondisi alam. Jika memungkinkan untuk melintas, maka akan diizinkan. Tetapi, jika kondisi sebaliknya, siapa pun tidak diizinkan melintas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/