alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Hati-hati, Body Silver Rentan Terserang Kanker Kulit

Demi mendapatkan uang, sekelompok manusia silver rela mengecat seluruh tubuhnya dengan bahan yang tak seharusnya digunakan pada manusia. Dampaknya bisa fatal, salah satunya alergi hingga berpotensi terkena kanker kulit.

Mobile_AP_Rectangle 1

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Sekelompok manusia silver di Lumajang kerap dijumpai di sejumlah titik strategis. Kebanyakan di kawasan traffic light. Hampir setiap hari mereka terlihat di kawasan Simpang Empat Klojen, Adipura, Sukodono, dan beberapa kawasan yang ramai pengguna jalan di seputar kota Lumajang.

BACA JUGA : Embat HP saat Korban Tertidur, Kuli Bangunan di Jember Tertangkap

Dengan tubuh dicat warna perak, mereka sering dijumpai dengan membawa gitar. Ada juga yang membawa kotak kardus untuk tempat uang dari pengendara yang sedang berhenti. Mereka berkeliling juga bernyanyi tiap kali lampu merah menyala.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka sering mengabaikan kesehatan kulit mereka. Meskipun dampaknya bisa menyebabkan iritasi hingga kanker kulit. Banyak dari mereka yang tidak peduli akan kesehatannya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Romli, salah satu dari kelompok manusia silver itu, mengatakan, mereka mendapatkan cat dengan membeli secara daring. Bentuknya cair. Ada pula yang bubuk. Kemudian, dicampur dengan minyak goreng. Digunakan layaknya body lotion untuk mendapatkan hasil warna yang sempurna. Tidak lupa juga penggunaan sunlight untuk membersihkan badannya.

Meski demikian, pemakaiannya itu juga pernah menyebabkan iritasi di bagian tangannya. Yaitu muncul bintik-bintik berwarna merah. Bahkan bagian matanya pun sama. Namun, hal itu tetap saja mereka lakukan. “Pernah sampai iritasi juga. Apalagi kalau kena bagian mata, itu perih banget,” katanya.

Banyak dari mereka yang tidak memedulikan kesehatan kulitnya. Apalagi jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Mereka lebih memilih pekerjaan dengan risiko tinggi itu daripada kesehatannya. “Saya sudah enggak mikir kesehatan, yang penting anak istri saya bisa makan, bisa sekolah,” tutur Zaenal.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan, penggunaan yang lama pada cat itu bisa berakibat fatal. Ada dugaan menyebabkan kanker kulit. “Karena ada merkurinya, jika kelamaan dipakai bisa kena kanker,” pungkasnya. (mg3/fid)

- Advertisement -

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Sekelompok manusia silver di Lumajang kerap dijumpai di sejumlah titik strategis. Kebanyakan di kawasan traffic light. Hampir setiap hari mereka terlihat di kawasan Simpang Empat Klojen, Adipura, Sukodono, dan beberapa kawasan yang ramai pengguna jalan di seputar kota Lumajang.

BACA JUGA : Embat HP saat Korban Tertidur, Kuli Bangunan di Jember Tertangkap

Dengan tubuh dicat warna perak, mereka sering dijumpai dengan membawa gitar. Ada juga yang membawa kotak kardus untuk tempat uang dari pengendara yang sedang berhenti. Mereka berkeliling juga bernyanyi tiap kali lampu merah menyala.

Mereka sering mengabaikan kesehatan kulit mereka. Meskipun dampaknya bisa menyebabkan iritasi hingga kanker kulit. Banyak dari mereka yang tidak peduli akan kesehatannya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Romli, salah satu dari kelompok manusia silver itu, mengatakan, mereka mendapatkan cat dengan membeli secara daring. Bentuknya cair. Ada pula yang bubuk. Kemudian, dicampur dengan minyak goreng. Digunakan layaknya body lotion untuk mendapatkan hasil warna yang sempurna. Tidak lupa juga penggunaan sunlight untuk membersihkan badannya.

Meski demikian, pemakaiannya itu juga pernah menyebabkan iritasi di bagian tangannya. Yaitu muncul bintik-bintik berwarna merah. Bahkan bagian matanya pun sama. Namun, hal itu tetap saja mereka lakukan. “Pernah sampai iritasi juga. Apalagi kalau kena bagian mata, itu perih banget,” katanya.

Banyak dari mereka yang tidak memedulikan kesehatan kulitnya. Apalagi jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Mereka lebih memilih pekerjaan dengan risiko tinggi itu daripada kesehatannya. “Saya sudah enggak mikir kesehatan, yang penting anak istri saya bisa makan, bisa sekolah,” tutur Zaenal.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan, penggunaan yang lama pada cat itu bisa berakibat fatal. Ada dugaan menyebabkan kanker kulit. “Karena ada merkurinya, jika kelamaan dipakai bisa kena kanker,” pungkasnya. (mg3/fid)

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Sekelompok manusia silver di Lumajang kerap dijumpai di sejumlah titik strategis. Kebanyakan di kawasan traffic light. Hampir setiap hari mereka terlihat di kawasan Simpang Empat Klojen, Adipura, Sukodono, dan beberapa kawasan yang ramai pengguna jalan di seputar kota Lumajang.

BACA JUGA : Embat HP saat Korban Tertidur, Kuli Bangunan di Jember Tertangkap

Dengan tubuh dicat warna perak, mereka sering dijumpai dengan membawa gitar. Ada juga yang membawa kotak kardus untuk tempat uang dari pengendara yang sedang berhenti. Mereka berkeliling juga bernyanyi tiap kali lampu merah menyala.

Mereka sering mengabaikan kesehatan kulit mereka. Meskipun dampaknya bisa menyebabkan iritasi hingga kanker kulit. Banyak dari mereka yang tidak peduli akan kesehatannya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Romli, salah satu dari kelompok manusia silver itu, mengatakan, mereka mendapatkan cat dengan membeli secara daring. Bentuknya cair. Ada pula yang bubuk. Kemudian, dicampur dengan minyak goreng. Digunakan layaknya body lotion untuk mendapatkan hasil warna yang sempurna. Tidak lupa juga penggunaan sunlight untuk membersihkan badannya.

Meski demikian, pemakaiannya itu juga pernah menyebabkan iritasi di bagian tangannya. Yaitu muncul bintik-bintik berwarna merah. Bahkan bagian matanya pun sama. Namun, hal itu tetap saja mereka lakukan. “Pernah sampai iritasi juga. Apalagi kalau kena bagian mata, itu perih banget,” katanya.

Banyak dari mereka yang tidak memedulikan kesehatan kulitnya. Apalagi jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Mereka lebih memilih pekerjaan dengan risiko tinggi itu daripada kesehatannya. “Saya sudah enggak mikir kesehatan, yang penting anak istri saya bisa makan, bisa sekolah,” tutur Zaenal.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan, penggunaan yang lama pada cat itu bisa berakibat fatal. Ada dugaan menyebabkan kanker kulit. “Karena ada merkurinya, jika kelamaan dipakai bisa kena kanker,” pungkasnya. (mg3/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/