alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Fenomena Salju di Ranupani

Mobile_AP_Rectangle 1

RANUPANI, Radar Semeru – Keindahan alam Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, terus mengejutkan. Tak ayal, banyak pelancong asal Lumajang, luar kota, hingga mancanegara berdatangan. Selain menikmati alam, mereka juga berburu salju di dataran dengan ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

BACA JUGA : PG Jatiroto Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Salju yang dimaksud bukanlah salju dalam arti salah satu musim di Benua Eropa. Melainkan hanya sebutan fenomena butiran salju yang menutupi dedaunan dan tumbuhan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai embun upas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fenomena ini kerap muncul pada pertengahan tahun. Tepatnya bulan Juli dan Agustus saat puncak musim kemarau. Suhu malam yang dingin menyebabkan embun itu menjadi butiran es dan menempel di tanaman. Praktis, pemandangan Ranupani pagi hari akan seperti kawasan Pegunungan Alpen di Eropa.

- Advertisement -

RANUPANI, Radar Semeru – Keindahan alam Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, terus mengejutkan. Tak ayal, banyak pelancong asal Lumajang, luar kota, hingga mancanegara berdatangan. Selain menikmati alam, mereka juga berburu salju di dataran dengan ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

BACA JUGA : PG Jatiroto Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Salju yang dimaksud bukanlah salju dalam arti salah satu musim di Benua Eropa. Melainkan hanya sebutan fenomena butiran salju yang menutupi dedaunan dan tumbuhan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai embun upas.

Fenomena ini kerap muncul pada pertengahan tahun. Tepatnya bulan Juli dan Agustus saat puncak musim kemarau. Suhu malam yang dingin menyebabkan embun itu menjadi butiran es dan menempel di tanaman. Praktis, pemandangan Ranupani pagi hari akan seperti kawasan Pegunungan Alpen di Eropa.

RANUPANI, Radar Semeru – Keindahan alam Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, terus mengejutkan. Tak ayal, banyak pelancong asal Lumajang, luar kota, hingga mancanegara berdatangan. Selain menikmati alam, mereka juga berburu salju di dataran dengan ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

BACA JUGA : PG Jatiroto Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Salju yang dimaksud bukanlah salju dalam arti salah satu musim di Benua Eropa. Melainkan hanya sebutan fenomena butiran salju yang menutupi dedaunan dan tumbuhan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai embun upas.

Fenomena ini kerap muncul pada pertengahan tahun. Tepatnya bulan Juli dan Agustus saat puncak musim kemarau. Suhu malam yang dingin menyebabkan embun itu menjadi butiran es dan menempel di tanaman. Praktis, pemandangan Ranupani pagi hari akan seperti kawasan Pegunungan Alpen di Eropa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/