alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Stok Oksigen RSUD dr Haryoto Lumajang Tersisa untuk Dua Hari

Sementara Tutup Pelayanan IGD

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Kata siapa pasokan oksigen untuk pasien korona yang menjalani perawatan di rumah sakit aman. Minimnya ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang membuat rumah sakit tersebut harus menutup pelayanan IGD untuk sementara waktu.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, rumah sakit memiliki tabung sentral oksigen yang dengan kapasitas sebesar 9.800 meter kubik atau setara 11 ribu liter oksigen. Jumlah yang cukup besar itu tampaknya belum mencukupi kebutuhan pasien akan oksigen setiap hari.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, lonjakan pasien korona belakangan ini di luar prediksi penanganan. Oleh sebab itu, pasien yang bisa menjalani isoman harapannya bisa diobservasi di puskesmas. Selain itu, puskesmas harapannya bisa menahan diri untuk tidak merujuk pasien ke rumah sakit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya puskesmas, seluruh rumah sakit di Lumajang juga diminta untuk melakukan observasi pasien di tempat masing-masing. Sebab, RSUD dr Haryoto saat ini sedang overcapacity. Bahkan, dari puluhan pasien yang tertahan di IGD sampai Minggu malam kemarin masih tersisa beberapa pasien.

Ketersediaan oksigen di rumah sakit ini memang menjadi masalah yang sangat serius. Sebab, oksigen biasanya habis dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Namun, sepekan ini habisnya lebih cepat. Tak tanggung-tanggung, dalam dua hari belasan liter oksigen di tabung sentral rumah sakit habis.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Kata siapa pasokan oksigen untuk pasien korona yang menjalani perawatan di rumah sakit aman. Minimnya ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang membuat rumah sakit tersebut harus menutup pelayanan IGD untuk sementara waktu.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, rumah sakit memiliki tabung sentral oksigen yang dengan kapasitas sebesar 9.800 meter kubik atau setara 11 ribu liter oksigen. Jumlah yang cukup besar itu tampaknya belum mencukupi kebutuhan pasien akan oksigen setiap hari.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, lonjakan pasien korona belakangan ini di luar prediksi penanganan. Oleh sebab itu, pasien yang bisa menjalani isoman harapannya bisa diobservasi di puskesmas. Selain itu, puskesmas harapannya bisa menahan diri untuk tidak merujuk pasien ke rumah sakit.

Tidak hanya puskesmas, seluruh rumah sakit di Lumajang juga diminta untuk melakukan observasi pasien di tempat masing-masing. Sebab, RSUD dr Haryoto saat ini sedang overcapacity. Bahkan, dari puluhan pasien yang tertahan di IGD sampai Minggu malam kemarin masih tersisa beberapa pasien.

Ketersediaan oksigen di rumah sakit ini memang menjadi masalah yang sangat serius. Sebab, oksigen biasanya habis dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Namun, sepekan ini habisnya lebih cepat. Tak tanggung-tanggung, dalam dua hari belasan liter oksigen di tabung sentral rumah sakit habis.

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Kata siapa pasokan oksigen untuk pasien korona yang menjalani perawatan di rumah sakit aman. Minimnya ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang membuat rumah sakit tersebut harus menutup pelayanan IGD untuk sementara waktu.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, rumah sakit memiliki tabung sentral oksigen yang dengan kapasitas sebesar 9.800 meter kubik atau setara 11 ribu liter oksigen. Jumlah yang cukup besar itu tampaknya belum mencukupi kebutuhan pasien akan oksigen setiap hari.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, lonjakan pasien korona belakangan ini di luar prediksi penanganan. Oleh sebab itu, pasien yang bisa menjalani isoman harapannya bisa diobservasi di puskesmas. Selain itu, puskesmas harapannya bisa menahan diri untuk tidak merujuk pasien ke rumah sakit.

Tidak hanya puskesmas, seluruh rumah sakit di Lumajang juga diminta untuk melakukan observasi pasien di tempat masing-masing. Sebab, RSUD dr Haryoto saat ini sedang overcapacity. Bahkan, dari puluhan pasien yang tertahan di IGD sampai Minggu malam kemarin masih tersisa beberapa pasien.

Ketersediaan oksigen di rumah sakit ini memang menjadi masalah yang sangat serius. Sebab, oksigen biasanya habis dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Namun, sepekan ini habisnya lebih cepat. Tak tanggung-tanggung, dalam dua hari belasan liter oksigen di tabung sentral rumah sakit habis.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/