alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Khawatir Kualitas Atlet Menurun, Atlet Selam Latihan Tanpa Kolam

Mobile_AP_Rectangle 1

CITRODIWANGSAN, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu olahraga air, latihan selam membutuhkan kolam air sebagai tempat latihan utama. Salah satunya adalah kolam renang. Namun, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, fasilitas kolam renang ditutup. Karena itu, pelatih dan para atlet selam beralih tempat latihan.

Mereka memutuskan tetap latihan. Meski tanpa kolam dan air, mereka bisa latihan fisik di tempat terbuka (darat, Red). Seperti di halaman rumah pelatih di Desa Citrodiwangsan, kemarin. Dalam sepekan, mereka rutin latihan selama empat kali. Yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Rizqi Hidayatullah, salah seorang atlet selam, mengungkapkan bahwa latihan di darat sangat memengaruhi kualitas atlet. Menurutnya, latihan tersebut tidak efektif. Sebab, olahraga selam membutuhkan tempat latihan di air. Sementara, selama PPKM darurat, dia bersama atlet lain terpaksa latihan tanpa kolam.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Olahraga selam itu termasuk olahraga air. Jadi, kalau latihan tanpa air kurang efektif. Tetapi, kalau latihan di air terus juga tidak baik bagi tubuh. Harus diimbangi. Jika di kolam atau air delapan kali, maka dua kali di luar kolam. Namun, hingga kini, kolam masih ditutup,” kata pemecah rekor Porprov Jatim ini.

Padahal, lanjut dia, atlet kabupaten lain tetap bisa latihan di kolam. Kolam renang tetap dibuka. Namun, tidak untuk masyarakat umum. “Hanya dikhususkan untuk atlet saja. Sebelum masuk, mereka dites swab dulu. Kalau negatif, mereka bisa masuk dan ikut latihan. Harapannya Lumajang juga bisa seperti ini,” lanjut peraih dua emas selam Porprov VI tersebut.

Sementara itu, Januar Setiawan, pelatih selam Lumajang, menjelaskan, latihan fisik terbagi menjadi empat jenis. Yakni daya tahan, speed, power, dan kelenturan. “Memang latihan ini menambah teori dan keilmuan. Tetapi, secara praktik akan kesulitan saat di air. Kerugiannya ada di jam terbang atlet. Sehingga, kualitas atlet bisa menurun. Terutama di kategori jarak jauh. Ada selisih waktu sampai 20 detik,” jelasnya.

- Advertisement -

CITRODIWANGSAN, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu olahraga air, latihan selam membutuhkan kolam air sebagai tempat latihan utama. Salah satunya adalah kolam renang. Namun, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, fasilitas kolam renang ditutup. Karena itu, pelatih dan para atlet selam beralih tempat latihan.

Mereka memutuskan tetap latihan. Meski tanpa kolam dan air, mereka bisa latihan fisik di tempat terbuka (darat, Red). Seperti di halaman rumah pelatih di Desa Citrodiwangsan, kemarin. Dalam sepekan, mereka rutin latihan selama empat kali. Yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Rizqi Hidayatullah, salah seorang atlet selam, mengungkapkan bahwa latihan di darat sangat memengaruhi kualitas atlet. Menurutnya, latihan tersebut tidak efektif. Sebab, olahraga selam membutuhkan tempat latihan di air. Sementara, selama PPKM darurat, dia bersama atlet lain terpaksa latihan tanpa kolam.

“Olahraga selam itu termasuk olahraga air. Jadi, kalau latihan tanpa air kurang efektif. Tetapi, kalau latihan di air terus juga tidak baik bagi tubuh. Harus diimbangi. Jika di kolam atau air delapan kali, maka dua kali di luar kolam. Namun, hingga kini, kolam masih ditutup,” kata pemecah rekor Porprov Jatim ini.

Padahal, lanjut dia, atlet kabupaten lain tetap bisa latihan di kolam. Kolam renang tetap dibuka. Namun, tidak untuk masyarakat umum. “Hanya dikhususkan untuk atlet saja. Sebelum masuk, mereka dites swab dulu. Kalau negatif, mereka bisa masuk dan ikut latihan. Harapannya Lumajang juga bisa seperti ini,” lanjut peraih dua emas selam Porprov VI tersebut.

Sementara itu, Januar Setiawan, pelatih selam Lumajang, menjelaskan, latihan fisik terbagi menjadi empat jenis. Yakni daya tahan, speed, power, dan kelenturan. “Memang latihan ini menambah teori dan keilmuan. Tetapi, secara praktik akan kesulitan saat di air. Kerugiannya ada di jam terbang atlet. Sehingga, kualitas atlet bisa menurun. Terutama di kategori jarak jauh. Ada selisih waktu sampai 20 detik,” jelasnya.

CITRODIWANGSAN, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu olahraga air, latihan selam membutuhkan kolam air sebagai tempat latihan utama. Salah satunya adalah kolam renang. Namun, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, fasilitas kolam renang ditutup. Karena itu, pelatih dan para atlet selam beralih tempat latihan.

Mereka memutuskan tetap latihan. Meski tanpa kolam dan air, mereka bisa latihan fisik di tempat terbuka (darat, Red). Seperti di halaman rumah pelatih di Desa Citrodiwangsan, kemarin. Dalam sepekan, mereka rutin latihan selama empat kali. Yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Rizqi Hidayatullah, salah seorang atlet selam, mengungkapkan bahwa latihan di darat sangat memengaruhi kualitas atlet. Menurutnya, latihan tersebut tidak efektif. Sebab, olahraga selam membutuhkan tempat latihan di air. Sementara, selama PPKM darurat, dia bersama atlet lain terpaksa latihan tanpa kolam.

“Olahraga selam itu termasuk olahraga air. Jadi, kalau latihan tanpa air kurang efektif. Tetapi, kalau latihan di air terus juga tidak baik bagi tubuh. Harus diimbangi. Jika di kolam atau air delapan kali, maka dua kali di luar kolam. Namun, hingga kini, kolam masih ditutup,” kata pemecah rekor Porprov Jatim ini.

Padahal, lanjut dia, atlet kabupaten lain tetap bisa latihan di kolam. Kolam renang tetap dibuka. Namun, tidak untuk masyarakat umum. “Hanya dikhususkan untuk atlet saja. Sebelum masuk, mereka dites swab dulu. Kalau negatif, mereka bisa masuk dan ikut latihan. Harapannya Lumajang juga bisa seperti ini,” lanjut peraih dua emas selam Porprov VI tersebut.

Sementara itu, Januar Setiawan, pelatih selam Lumajang, menjelaskan, latihan fisik terbagi menjadi empat jenis. Yakni daya tahan, speed, power, dan kelenturan. “Memang latihan ini menambah teori dan keilmuan. Tetapi, secara praktik akan kesulitan saat di air. Kerugiannya ada di jam terbang atlet. Sehingga, kualitas atlet bisa menurun. Terutama di kategori jarak jauh. Ada selisih waktu sampai 20 detik,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/