alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Diduga Oknum Satpol PP Lakukan Pemukulan

Dua Remaja Adukan Tindak Kekerasan

Mobile_AP_Rectangle 1

SELOKBESUKI, RADARJEMBER.ID – Dugaan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum Satpol PP Lumajang, Sabtu (24/07) malam, berbuntut panjang. Kali ini, dua remaja yang menjadi korban aksi kekerasan itu mulai meminta keadilan dan perlindungan pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang, kemarin sore.

Dua remaja tersebut bernama Robith Malkan Abdul Aziz, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, dan Amir Musaddad, warga Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono. Kedua remaja tersebut mendatangi kantor LBH Ansor Lumajang dengan didampingi kedua orang tua masing-masing.

Amir Musaddad yang juga seorang kader Ansor Kecamatan Sukodono ini menceritakan, mulanya kasus pemukulan itu terjadi sekitar pukul 21.00. Setelah keduanya tak sengaja spontan mengumpat rombongan petugas Satpol PP Lumajang yang melintas di kawasan Jalan MT Hariyono, Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya spontan, saya akui salah. Tetapi pemukulan masih tetap saja dilakukan oleh oknum Satpol PP. Pertama di lokasi ketika saya sampai di gang MAN 1 Lumajang, kedua di sekitar kantornya. Tepatnya di ruangan dapur saya dipukul oleh 8 petugas saat itu. Bahkan, saya sempat ditantang berkelahi,” katanya.

Bekas pukulan memang tidak kentara. Sekilas beberapa bagian tubuh kedua korban terlihat normal dan baik-baik saja. Meski begitu, aksi petugas yang melakukan aksi pemukulan itu tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, pihaknya telah mengakui kesalahan dan mengaku telah meminta maaf.

- Advertisement -

SELOKBESUKI, RADARJEMBER.ID – Dugaan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum Satpol PP Lumajang, Sabtu (24/07) malam, berbuntut panjang. Kali ini, dua remaja yang menjadi korban aksi kekerasan itu mulai meminta keadilan dan perlindungan pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang, kemarin sore.

Dua remaja tersebut bernama Robith Malkan Abdul Aziz, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, dan Amir Musaddad, warga Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono. Kedua remaja tersebut mendatangi kantor LBH Ansor Lumajang dengan didampingi kedua orang tua masing-masing.

Amir Musaddad yang juga seorang kader Ansor Kecamatan Sukodono ini menceritakan, mulanya kasus pemukulan itu terjadi sekitar pukul 21.00. Setelah keduanya tak sengaja spontan mengumpat rombongan petugas Satpol PP Lumajang yang melintas di kawasan Jalan MT Hariyono, Lumajang.

“Saya spontan, saya akui salah. Tetapi pemukulan masih tetap saja dilakukan oleh oknum Satpol PP. Pertama di lokasi ketika saya sampai di gang MAN 1 Lumajang, kedua di sekitar kantornya. Tepatnya di ruangan dapur saya dipukul oleh 8 petugas saat itu. Bahkan, saya sempat ditantang berkelahi,” katanya.

Bekas pukulan memang tidak kentara. Sekilas beberapa bagian tubuh kedua korban terlihat normal dan baik-baik saja. Meski begitu, aksi petugas yang melakukan aksi pemukulan itu tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, pihaknya telah mengakui kesalahan dan mengaku telah meminta maaf.

SELOKBESUKI, RADARJEMBER.ID – Dugaan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum Satpol PP Lumajang, Sabtu (24/07) malam, berbuntut panjang. Kali ini, dua remaja yang menjadi korban aksi kekerasan itu mulai meminta keadilan dan perlindungan pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang, kemarin sore.

Dua remaja tersebut bernama Robith Malkan Abdul Aziz, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, dan Amir Musaddad, warga Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono. Kedua remaja tersebut mendatangi kantor LBH Ansor Lumajang dengan didampingi kedua orang tua masing-masing.

Amir Musaddad yang juga seorang kader Ansor Kecamatan Sukodono ini menceritakan, mulanya kasus pemukulan itu terjadi sekitar pukul 21.00. Setelah keduanya tak sengaja spontan mengumpat rombongan petugas Satpol PP Lumajang yang melintas di kawasan Jalan MT Hariyono, Lumajang.

“Saya spontan, saya akui salah. Tetapi pemukulan masih tetap saja dilakukan oleh oknum Satpol PP. Pertama di lokasi ketika saya sampai di gang MAN 1 Lumajang, kedua di sekitar kantornya. Tepatnya di ruangan dapur saya dipukul oleh 8 petugas saat itu. Bahkan, saya sempat ditantang berkelahi,” katanya.

Bekas pukulan memang tidak kentara. Sekilas beberapa bagian tubuh kedua korban terlihat normal dan baik-baik saja. Meski begitu, aksi petugas yang melakukan aksi pemukulan itu tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, pihaknya telah mengakui kesalahan dan mengaku telah meminta maaf.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/