alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pasar Hewan Ditutup 14 Hari

- Disterilkan, Hewan PMK Diobati

- Aktivitas Jual Beli Hewan Dilarang Sementara

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sejumlah jenis hewan ternak makin meluas. Akibatnya, aktivitas jual beli hewan tersendat. Sebagai langkah memutus mata rantai penularan, Pemkab Lumajang mengambil kebijakan. Sejak kemarin, semua pasar hewan di Lumajang ditutup selama 14 hari.

BACA JUGA : Donasi Baru Tersalurkan Rp 7 M

Selama penutupan dua pekan itu, satgas PMK yang telah dibentuk hingga tingkat desa akan melakukan sejumlah rangkaian penanggulangan. Mulai dari penyemprotan desinfektan pada kandang dan pasar hewan, pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian obat, vitamin, hingga antibiotik. Oleh sebab itu, aktivitas jual beli hewan dilarang sementara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan dilakukan secara masal di semua pasar hewan. Tujuannya agar pasar hewan bisa segera dibuka kembali untuk persiapan Hari Raya Kurban. Agar kebutuhan sapi maupun daging sapi yang meningkat bisa tercukupi.

“Penanganan untuk PMK jalan, sterilisasi pasar juga jalan. Pembersihan pasar ini supaya tidak ada virus melekat. Sehingga dalam waktu sekitar dua pekan sudah steril dan pasar kembali dibuka,” katanya.

- Advertisement -

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sejumlah jenis hewan ternak makin meluas. Akibatnya, aktivitas jual beli hewan tersendat. Sebagai langkah memutus mata rantai penularan, Pemkab Lumajang mengambil kebijakan. Sejak kemarin, semua pasar hewan di Lumajang ditutup selama 14 hari.

BACA JUGA : Donasi Baru Tersalurkan Rp 7 M

Selama penutupan dua pekan itu, satgas PMK yang telah dibentuk hingga tingkat desa akan melakukan sejumlah rangkaian penanggulangan. Mulai dari penyemprotan desinfektan pada kandang dan pasar hewan, pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian obat, vitamin, hingga antibiotik. Oleh sebab itu, aktivitas jual beli hewan dilarang sementara.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan dilakukan secara masal di semua pasar hewan. Tujuannya agar pasar hewan bisa segera dibuka kembali untuk persiapan Hari Raya Kurban. Agar kebutuhan sapi maupun daging sapi yang meningkat bisa tercukupi.

“Penanganan untuk PMK jalan, sterilisasi pasar juga jalan. Pembersihan pasar ini supaya tidak ada virus melekat. Sehingga dalam waktu sekitar dua pekan sudah steril dan pasar kembali dibuka,” katanya.

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sejumlah jenis hewan ternak makin meluas. Akibatnya, aktivitas jual beli hewan tersendat. Sebagai langkah memutus mata rantai penularan, Pemkab Lumajang mengambil kebijakan. Sejak kemarin, semua pasar hewan di Lumajang ditutup selama 14 hari.

BACA JUGA : Donasi Baru Tersalurkan Rp 7 M

Selama penutupan dua pekan itu, satgas PMK yang telah dibentuk hingga tingkat desa akan melakukan sejumlah rangkaian penanggulangan. Mulai dari penyemprotan desinfektan pada kandang dan pasar hewan, pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian obat, vitamin, hingga antibiotik. Oleh sebab itu, aktivitas jual beli hewan dilarang sementara.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan dilakukan secara masal di semua pasar hewan. Tujuannya agar pasar hewan bisa segera dibuka kembali untuk persiapan Hari Raya Kurban. Agar kebutuhan sapi maupun daging sapi yang meningkat bisa tercukupi.

“Penanganan untuk PMK jalan, sterilisasi pasar juga jalan. Pembersihan pasar ini supaya tidak ada virus melekat. Sehingga dalam waktu sekitar dua pekan sudah steril dan pasar kembali dibuka,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/