alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pemkab Belum Berfikir Memberlakukan PSBB

Mobile_AP_Rectangle 1

DITOTRUNAN.RADARJEMBER.ID – Melonjaknya angka penyebaran virus korona tampaknya belum membuat Pemkab Lumajang memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal jumlah orang yang dinyatakan positif tertular setiap hari terus meningkat. Paling akhir tadi malam, pasien positif korona bertambah 4 orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajarannya kembali mengumumkan perkembangan orang yang terjangkit. Total orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 322 orang, orang dalam pengawasan (PDP) berjumlah 43 orang. Terakhir angka yang dinyatakan positif korona mencapi 17 orang.

Cak Thoriq sapaan akrabnya menjelaskan, tracking dan pendeteksian orang terdekat telah dilakukan. Beberapa orang yang kontak langsung dengan orang positif langsung dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab. “Ada empat orang yang hasilnya keluar hari ini dan dinyatakan positif,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pertama, orang dengan inisial GF, anak laki-laki berumur 11 tahun dari Kecamatan Sukodono. Sejak 13 April 2020 pernah menjalani rawat inap di RSUD dr Haryoto. Rapid test positif dan ditetapkan ODP kemudian meningkat menjadi positif berdasar swab. GF merupakan anak TLE yang sudah teridentifikasi korona dari klaster peserta pendamping haji di Sukolilo, Surabaya. Saat ini tengah menjalani proses isolasi di rumah sakit.

- Advertisement -

DITOTRUNAN.RADARJEMBER.ID – Melonjaknya angka penyebaran virus korona tampaknya belum membuat Pemkab Lumajang memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal jumlah orang yang dinyatakan positif tertular setiap hari terus meningkat. Paling akhir tadi malam, pasien positif korona bertambah 4 orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajarannya kembali mengumumkan perkembangan orang yang terjangkit. Total orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 322 orang, orang dalam pengawasan (PDP) berjumlah 43 orang. Terakhir angka yang dinyatakan positif korona mencapi 17 orang.

Cak Thoriq sapaan akrabnya menjelaskan, tracking dan pendeteksian orang terdekat telah dilakukan. Beberapa orang yang kontak langsung dengan orang positif langsung dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab. “Ada empat orang yang hasilnya keluar hari ini dan dinyatakan positif,” ujarnya.

Pertama, orang dengan inisial GF, anak laki-laki berumur 11 tahun dari Kecamatan Sukodono. Sejak 13 April 2020 pernah menjalani rawat inap di RSUD dr Haryoto. Rapid test positif dan ditetapkan ODP kemudian meningkat menjadi positif berdasar swab. GF merupakan anak TLE yang sudah teridentifikasi korona dari klaster peserta pendamping haji di Sukolilo, Surabaya. Saat ini tengah menjalani proses isolasi di rumah sakit.

DITOTRUNAN.RADARJEMBER.ID – Melonjaknya angka penyebaran virus korona tampaknya belum membuat Pemkab Lumajang memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal jumlah orang yang dinyatakan positif tertular setiap hari terus meningkat. Paling akhir tadi malam, pasien positif korona bertambah 4 orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajarannya kembali mengumumkan perkembangan orang yang terjangkit. Total orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 322 orang, orang dalam pengawasan (PDP) berjumlah 43 orang. Terakhir angka yang dinyatakan positif korona mencapi 17 orang.

Cak Thoriq sapaan akrabnya menjelaskan, tracking dan pendeteksian orang terdekat telah dilakukan. Beberapa orang yang kontak langsung dengan orang positif langsung dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab. “Ada empat orang yang hasilnya keluar hari ini dan dinyatakan positif,” ujarnya.

Pertama, orang dengan inisial GF, anak laki-laki berumur 11 tahun dari Kecamatan Sukodono. Sejak 13 April 2020 pernah menjalani rawat inap di RSUD dr Haryoto. Rapid test positif dan ditetapkan ODP kemudian meningkat menjadi positif berdasar swab. GF merupakan anak TLE yang sudah teridentifikasi korona dari klaster peserta pendamping haji di Sukolilo, Surabaya. Saat ini tengah menjalani proses isolasi di rumah sakit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/