alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pelajar Berkelahi di Ranu Klakah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video berdurasi singkat yang memperlihatkan beberapa remaja perempuan bertengkar di kawasan wisata Ranu Klakah direspons banyak masyarakat. Di antaranya ada yang menyarankan untuk segera diusut. Sebab, pertengkaran itu dilakukan oleh pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah.

Setelah video berdurasi 22 detik itu diamati secara seksama, satu murid SMP itu dikeroyok oleh dua murid SMA. Sementara, beberapa teman-temannya hanya menyaksikan. Mulanya, perkelahian diawali dengan tuduhan umpatan, akhirnya mereka melangsungkan dorong-dorongan hingga perkelahian tak bisa terelakkan.

Faiq Hadi, salah satu warga Kedungjajang, menyayangkan perkelahian tersebut. Menurutnya, seharusnya sekolah lebih ketat mengawasi aktivitas muridnya, dalam sekolah sampai benar-benar pulang ke rumahnya. Sebab, sekolah memiliki tanggung jawab mendidik dan mengajar murid.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh murid SMA terhadap murid SMP di tempat sepi pula. Tindakan lebih parah mungkin bisa saja terjadi. “Saya sendiri tidak tahu persis itu ujungnya bagaimana. Ya eman saja, sekolah seharusnya memanggil semuanya, kemudian memberikan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin belum bisa memberikan penjelasan mengenai perkelahian murid-murid sekolah ketika ditemui di kantornya. Bahkan, sampai saat ini yang bersangkutan tidak menjawab ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semeru.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video berdurasi singkat yang memperlihatkan beberapa remaja perempuan bertengkar di kawasan wisata Ranu Klakah direspons banyak masyarakat. Di antaranya ada yang menyarankan untuk segera diusut. Sebab, pertengkaran itu dilakukan oleh pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah.

Setelah video berdurasi 22 detik itu diamati secara seksama, satu murid SMP itu dikeroyok oleh dua murid SMA. Sementara, beberapa teman-temannya hanya menyaksikan. Mulanya, perkelahian diawali dengan tuduhan umpatan, akhirnya mereka melangsungkan dorong-dorongan hingga perkelahian tak bisa terelakkan.

Faiq Hadi, salah satu warga Kedungjajang, menyayangkan perkelahian tersebut. Menurutnya, seharusnya sekolah lebih ketat mengawasi aktivitas muridnya, dalam sekolah sampai benar-benar pulang ke rumahnya. Sebab, sekolah memiliki tanggung jawab mendidik dan mengajar murid.

Apalagi, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh murid SMA terhadap murid SMP di tempat sepi pula. Tindakan lebih parah mungkin bisa saja terjadi. “Saya sendiri tidak tahu persis itu ujungnya bagaimana. Ya eman saja, sekolah seharusnya memanggil semuanya, kemudian memberikan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin belum bisa memberikan penjelasan mengenai perkelahian murid-murid sekolah ketika ditemui di kantornya. Bahkan, sampai saat ini yang bersangkutan tidak menjawab ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semeru.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video berdurasi singkat yang memperlihatkan beberapa remaja perempuan bertengkar di kawasan wisata Ranu Klakah direspons banyak masyarakat. Di antaranya ada yang menyarankan untuk segera diusut. Sebab, pertengkaran itu dilakukan oleh pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah.

Setelah video berdurasi 22 detik itu diamati secara seksama, satu murid SMP itu dikeroyok oleh dua murid SMA. Sementara, beberapa teman-temannya hanya menyaksikan. Mulanya, perkelahian diawali dengan tuduhan umpatan, akhirnya mereka melangsungkan dorong-dorongan hingga perkelahian tak bisa terelakkan.

Faiq Hadi, salah satu warga Kedungjajang, menyayangkan perkelahian tersebut. Menurutnya, seharusnya sekolah lebih ketat mengawasi aktivitas muridnya, dalam sekolah sampai benar-benar pulang ke rumahnya. Sebab, sekolah memiliki tanggung jawab mendidik dan mengajar murid.

Apalagi, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh murid SMA terhadap murid SMP di tempat sepi pula. Tindakan lebih parah mungkin bisa saja terjadi. “Saya sendiri tidak tahu persis itu ujungnya bagaimana. Ya eman saja, sekolah seharusnya memanggil semuanya, kemudian memberikan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin belum bisa memberikan penjelasan mengenai perkelahian murid-murid sekolah ketika ditemui di kantornya. Bahkan, sampai saat ini yang bersangkutan tidak menjawab ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semeru.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/