alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Luasan Padi Organik Stagnan

Hasil Panen Metode Organik Menurun Mencapai 30 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Luasan lahan padi organik Lumajang tersebar pada tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiga kecamatan. Rata-rata setiap tahun luasan tersebut tidak mengalami peningkatan sama sekali. Bahkan bisa dikatakan stagnan. Padahal support pemerintah pada gapoktan luar biasa.

Dukungan pemerintah tersebut tidak hanya mendorong petani untuk meningkatkan hasil produksi. Dukungan lainnya juga diberikan, seperti membiayai perpanjangan sertifikat padi organik. Lebih lagi, setiap pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkab Lumajang juga melakukan pembelian beras organik setiap bulan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang Ishak Subagio mengatakan, selama ini pemerintah masih keliru memahami budi daya organik. Sebab, sampai saat ini pengembangannya stagnan. Bahkan luasannya hanya sekitar 20 hektare. Padahal lahan pertanian di Lumajang sangat banyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masak cuma mendorong lahan konversi untuk organik. Persyaratan menjadi lahan organik itu, lahan harus melewati empat musim panen. Kalau tidak, ya gagal. Bukan berarti mendorong lahan konversi kemudian bisa jadi lahan organik. Ini perhatian yang keliru. Sekalian dijadikan bumi sehat saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang Syaifuddin Zuhri mengatakan, ada dua kategori lahan budi daya pertanian. Yaitu budi daya konversi dan budi daya organik. Budi daya konversi adalah penyiapan lahan menuju padi organik. Lahannya memakai pupuk campuran, pupuk kimia dan organik.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Luasan lahan padi organik Lumajang tersebar pada tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiga kecamatan. Rata-rata setiap tahun luasan tersebut tidak mengalami peningkatan sama sekali. Bahkan bisa dikatakan stagnan. Padahal support pemerintah pada gapoktan luar biasa.

Dukungan pemerintah tersebut tidak hanya mendorong petani untuk meningkatkan hasil produksi. Dukungan lainnya juga diberikan, seperti membiayai perpanjangan sertifikat padi organik. Lebih lagi, setiap pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkab Lumajang juga melakukan pembelian beras organik setiap bulan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang Ishak Subagio mengatakan, selama ini pemerintah masih keliru memahami budi daya organik. Sebab, sampai saat ini pengembangannya stagnan. Bahkan luasannya hanya sekitar 20 hektare. Padahal lahan pertanian di Lumajang sangat banyak.

Masak cuma mendorong lahan konversi untuk organik. Persyaratan menjadi lahan organik itu, lahan harus melewati empat musim panen. Kalau tidak, ya gagal. Bukan berarti mendorong lahan konversi kemudian bisa jadi lahan organik. Ini perhatian yang keliru. Sekalian dijadikan bumi sehat saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang Syaifuddin Zuhri mengatakan, ada dua kategori lahan budi daya pertanian. Yaitu budi daya konversi dan budi daya organik. Budi daya konversi adalah penyiapan lahan menuju padi organik. Lahannya memakai pupuk campuran, pupuk kimia dan organik.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Luasan lahan padi organik Lumajang tersebar pada tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiga kecamatan. Rata-rata setiap tahun luasan tersebut tidak mengalami peningkatan sama sekali. Bahkan bisa dikatakan stagnan. Padahal support pemerintah pada gapoktan luar biasa.

Dukungan pemerintah tersebut tidak hanya mendorong petani untuk meningkatkan hasil produksi. Dukungan lainnya juga diberikan, seperti membiayai perpanjangan sertifikat padi organik. Lebih lagi, setiap pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkab Lumajang juga melakukan pembelian beras organik setiap bulan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang Ishak Subagio mengatakan, selama ini pemerintah masih keliru memahami budi daya organik. Sebab, sampai saat ini pengembangannya stagnan. Bahkan luasannya hanya sekitar 20 hektare. Padahal lahan pertanian di Lumajang sangat banyak.

Masak cuma mendorong lahan konversi untuk organik. Persyaratan menjadi lahan organik itu, lahan harus melewati empat musim panen. Kalau tidak, ya gagal. Bukan berarti mendorong lahan konversi kemudian bisa jadi lahan organik. Ini perhatian yang keliru. Sekalian dijadikan bumi sehat saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang Syaifuddin Zuhri mengatakan, ada dua kategori lahan budi daya pertanian. Yaitu budi daya konversi dan budi daya organik. Budi daya konversi adalah penyiapan lahan menuju padi organik. Lahannya memakai pupuk campuran, pupuk kimia dan organik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/