alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ditemukan Meninggal di Kebun Warga

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas menimpa seorang kakek asal Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Supriyo. Dia ditemukan meninggal dunia setelah tak ada kabar semalaman. Padahal sebelumnya, dia berpamitan bakal menghadiri acara pengajian di rumah tetangganya. Sampai acara selesai, ternyata dia tak kunjung datang.

Pada Jumat dini hari, kakek berumur 50 tahun itu ditemukan tergeletak di jalan kawasan perkebunan milik warga desa setempat. Dia mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Bahkan paling parah, wajah korban sampai tidak bisa dikenali karena rusak seperti terkena hantaman benda keras.

Ketika dilakukan otopsi di RSUD dr Haryoto, kerabat korban yang bernama Misli menceritakan kronologi pamannya meninggal. Dia mengaku menemukan korban ketika melihat sepeda motor terjatuh. Penasaran dengan kejadian itu, dia langsung pulang meminta pertolongan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya lewat bersama Agus, teman saya. Karena memang waktu itu kondisinya gelap, saya juga tidak membawa apa-apa, ya saya pulang cari bantuan warga lainnya. Soalnya itu kan ada sepeda motor jatuh. Terus saya balik lagi, ketemu paman saya yang sudah banyak darah tergeletak di kebun,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, selain melakukan otopsi pada korban, pihaknya juga bakal melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi. Termasuk pada orang terdekat. Sebab, selama ini Supriyo berprofesi sebagai guru mengaji di desa tempat tinggalnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas menimpa seorang kakek asal Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Supriyo. Dia ditemukan meninggal dunia setelah tak ada kabar semalaman. Padahal sebelumnya, dia berpamitan bakal menghadiri acara pengajian di rumah tetangganya. Sampai acara selesai, ternyata dia tak kunjung datang.

Pada Jumat dini hari, kakek berumur 50 tahun itu ditemukan tergeletak di jalan kawasan perkebunan milik warga desa setempat. Dia mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Bahkan paling parah, wajah korban sampai tidak bisa dikenali karena rusak seperti terkena hantaman benda keras.

Ketika dilakukan otopsi di RSUD dr Haryoto, kerabat korban yang bernama Misli menceritakan kronologi pamannya meninggal. Dia mengaku menemukan korban ketika melihat sepeda motor terjatuh. Penasaran dengan kejadian itu, dia langsung pulang meminta pertolongan.

“Saya lewat bersama Agus, teman saya. Karena memang waktu itu kondisinya gelap, saya juga tidak membawa apa-apa, ya saya pulang cari bantuan warga lainnya. Soalnya itu kan ada sepeda motor jatuh. Terus saya balik lagi, ketemu paman saya yang sudah banyak darah tergeletak di kebun,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, selain melakukan otopsi pada korban, pihaknya juga bakal melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi. Termasuk pada orang terdekat. Sebab, selama ini Supriyo berprofesi sebagai guru mengaji di desa tempat tinggalnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas menimpa seorang kakek asal Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Supriyo. Dia ditemukan meninggal dunia setelah tak ada kabar semalaman. Padahal sebelumnya, dia berpamitan bakal menghadiri acara pengajian di rumah tetangganya. Sampai acara selesai, ternyata dia tak kunjung datang.

Pada Jumat dini hari, kakek berumur 50 tahun itu ditemukan tergeletak di jalan kawasan perkebunan milik warga desa setempat. Dia mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Bahkan paling parah, wajah korban sampai tidak bisa dikenali karena rusak seperti terkena hantaman benda keras.

Ketika dilakukan otopsi di RSUD dr Haryoto, kerabat korban yang bernama Misli menceritakan kronologi pamannya meninggal. Dia mengaku menemukan korban ketika melihat sepeda motor terjatuh. Penasaran dengan kejadian itu, dia langsung pulang meminta pertolongan.

“Saya lewat bersama Agus, teman saya. Karena memang waktu itu kondisinya gelap, saya juga tidak membawa apa-apa, ya saya pulang cari bantuan warga lainnya. Soalnya itu kan ada sepeda motor jatuh. Terus saya balik lagi, ketemu paman saya yang sudah banyak darah tergeletak di kebun,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, selain melakukan otopsi pada korban, pihaknya juga bakal melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi. Termasuk pada orang terdekat. Sebab, selama ini Supriyo berprofesi sebagai guru mengaji di desa tempat tinggalnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/