alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Laskar Hijau Wadul Komnas HAM

Mobile_AP_Rectangle 1

Banyaknya intimidasi dan perusakan yang terjadi terhadap kegiatan Aktivis Lingkungan Laskar Hijau di Gunung Lemongan, Klakah Lumajang membuat mereka tidak kuat. Sehingga Rabu siang (21/3) mereka melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jember.

Laporan ini bahkan langsung disampaikan kepada Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang kebetulan ada kegiatan MoU dengan Universitas Jember. Selain menerima perwakilan Laskar Hijau Lumajang yang dipimpin A’ak Abdullah Al-Kudus juga menemui perwakilan warga Tumpang Pitu Banyuwangi.

Kepada sejumlah media, A’ak kemarin menuturkan pihaknya memang sengaja melaporkan kasus di Lumajang kepada Komnas HAM. “Yang kami laporkan kasus di Gunung Lemongan. Kami sering mendapatkan teror dan perusakan terhadap tanaman konservasi kami,” tegas A’ak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perusakan ini dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab terhadap tanaman konservasi yang ditanam Laskar Hijau untuk menghijaukan Gunung Lemongan. Kebetulan memang masyarakat pelaku perusakan ini bisnisnya merambah hutan yakni menggunakan untuk menanam sengon. Padahal, Gunung Lemongan ini merupakan hutan lindung.

“Teror dan perusakan ini sudah mengancam kami. Kami sudah kehilangan rasa aman dengan banyaknya teror ini,” tutur A’ak kemarin. Sehingga ini sudah menjadi ranah dari Komnas HAM untuk turun tangan.

Pihaknya sudah berkali-kali melaporkan perusakan dan teror ini kepada pihak kepolisian. Namun, sejauh ini perusakan dan teror ini tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian belum juga menangkap pihak-pihak yang melakukan perusakan tanaman konservasi di hutan lindung ini. “Sampai detik ini belum ada tindakan apa-apa,” jelasnya.

- Advertisement -

Banyaknya intimidasi dan perusakan yang terjadi terhadap kegiatan Aktivis Lingkungan Laskar Hijau di Gunung Lemongan, Klakah Lumajang membuat mereka tidak kuat. Sehingga Rabu siang (21/3) mereka melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jember.

Laporan ini bahkan langsung disampaikan kepada Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang kebetulan ada kegiatan MoU dengan Universitas Jember. Selain menerima perwakilan Laskar Hijau Lumajang yang dipimpin A’ak Abdullah Al-Kudus juga menemui perwakilan warga Tumpang Pitu Banyuwangi.

Kepada sejumlah media, A’ak kemarin menuturkan pihaknya memang sengaja melaporkan kasus di Lumajang kepada Komnas HAM. “Yang kami laporkan kasus di Gunung Lemongan. Kami sering mendapatkan teror dan perusakan terhadap tanaman konservasi kami,” tegas A’ak.

Perusakan ini dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab terhadap tanaman konservasi yang ditanam Laskar Hijau untuk menghijaukan Gunung Lemongan. Kebetulan memang masyarakat pelaku perusakan ini bisnisnya merambah hutan yakni menggunakan untuk menanam sengon. Padahal, Gunung Lemongan ini merupakan hutan lindung.

“Teror dan perusakan ini sudah mengancam kami. Kami sudah kehilangan rasa aman dengan banyaknya teror ini,” tutur A’ak kemarin. Sehingga ini sudah menjadi ranah dari Komnas HAM untuk turun tangan.

Pihaknya sudah berkali-kali melaporkan perusakan dan teror ini kepada pihak kepolisian. Namun, sejauh ini perusakan dan teror ini tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian belum juga menangkap pihak-pihak yang melakukan perusakan tanaman konservasi di hutan lindung ini. “Sampai detik ini belum ada tindakan apa-apa,” jelasnya.

Banyaknya intimidasi dan perusakan yang terjadi terhadap kegiatan Aktivis Lingkungan Laskar Hijau di Gunung Lemongan, Klakah Lumajang membuat mereka tidak kuat. Sehingga Rabu siang (21/3) mereka melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jember.

Laporan ini bahkan langsung disampaikan kepada Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang kebetulan ada kegiatan MoU dengan Universitas Jember. Selain menerima perwakilan Laskar Hijau Lumajang yang dipimpin A’ak Abdullah Al-Kudus juga menemui perwakilan warga Tumpang Pitu Banyuwangi.

Kepada sejumlah media, A’ak kemarin menuturkan pihaknya memang sengaja melaporkan kasus di Lumajang kepada Komnas HAM. “Yang kami laporkan kasus di Gunung Lemongan. Kami sering mendapatkan teror dan perusakan terhadap tanaman konservasi kami,” tegas A’ak.

Perusakan ini dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab terhadap tanaman konservasi yang ditanam Laskar Hijau untuk menghijaukan Gunung Lemongan. Kebetulan memang masyarakat pelaku perusakan ini bisnisnya merambah hutan yakni menggunakan untuk menanam sengon. Padahal, Gunung Lemongan ini merupakan hutan lindung.

“Teror dan perusakan ini sudah mengancam kami. Kami sudah kehilangan rasa aman dengan banyaknya teror ini,” tutur A’ak kemarin. Sehingga ini sudah menjadi ranah dari Komnas HAM untuk turun tangan.

Pihaknya sudah berkali-kali melaporkan perusakan dan teror ini kepada pihak kepolisian. Namun, sejauh ini perusakan dan teror ini tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian belum juga menangkap pihak-pihak yang melakukan perusakan tanaman konservasi di hutan lindung ini. “Sampai detik ini belum ada tindakan apa-apa,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/