26 C
Jember
Thursday, 8 June 2023

Gunung Semeru Lumajang Makin Sering Bergemuruh

Awan Panas Guguran Lagi, Masyarakat Diminta Waspada

Mobile_AP_Rectangle 1

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pasca-APG, masyarakat masih beraktivitas seperti biasanya. Meski sempat khawatir, mereka tetap mewaspadai potensi ancaman lainnya. “Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tetap level III siaga. Visual gunung lebih dominan tertutup kabut,” tambahnya.

Memang belakangan ini Gunung Semeru sering tertutup. Selain intensitas hujan tinggi, beberapa kali hujan disertai angin juga terjadi. Bahkan, saat malam hari, masyarakat setempat makin sering mendengar suara gemuruh yang berasal dari gunung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengimbau agar masyarakat tidak panik. Sebab, setiap aktivitas Gunung Semeru terus dilaporkan. Itu melalui laporan setiap waktu dari pos pantau yang diteruskan ke masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tetap tenang. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Termasuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

- Advertisement -

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pasca-APG, masyarakat masih beraktivitas seperti biasanya. Meski sempat khawatir, mereka tetap mewaspadai potensi ancaman lainnya. “Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tetap level III siaga. Visual gunung lebih dominan tertutup kabut,” tambahnya.

Memang belakangan ini Gunung Semeru sering tertutup. Selain intensitas hujan tinggi, beberapa kali hujan disertai angin juga terjadi. Bahkan, saat malam hari, masyarakat setempat makin sering mendengar suara gemuruh yang berasal dari gunung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengimbau agar masyarakat tidak panik. Sebab, setiap aktivitas Gunung Semeru terus dilaporkan. Itu melalui laporan setiap waktu dari pos pantau yang diteruskan ke masyarakat.

“Tetap tenang. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Termasuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pasca-APG, masyarakat masih beraktivitas seperti biasanya. Meski sempat khawatir, mereka tetap mewaspadai potensi ancaman lainnya. “Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tetap level III siaga. Visual gunung lebih dominan tertutup kabut,” tambahnya.

Memang belakangan ini Gunung Semeru sering tertutup. Selain intensitas hujan tinggi, beberapa kali hujan disertai angin juga terjadi. Bahkan, saat malam hari, masyarakat setempat makin sering mendengar suara gemuruh yang berasal dari gunung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengimbau agar masyarakat tidak panik. Sebab, setiap aktivitas Gunung Semeru terus dilaporkan. Itu melalui laporan setiap waktu dari pos pantau yang diteruskan ke masyarakat.

“Tetap tenang. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Termasuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca