alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pernah Didiskualifikasi, tapi Tetap Tampil di Hadapan Juri

Terlahir dari keluarga qari tak membuat Siti Hindun besar kepala. Di pundaknya ada amanah besar yang harus dipikul. Tidak hanya meneruskan tradisi qari di keluarga, namun mengajarkan Alquran kepada sesama.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di kursi kayu depan ruang pelayanan haji dan umrah Kantor Kementerian Kabupaten Lumajang, laki-laki dan perempuan duduk bersebelahan. Beberapa berkas dipegang erat di tangan perempuan berkacamata itu. Sedang di punggung laki-laki sebelahnya, tas hitam melekat. Mereka menyapa ramah. Mempersilakan duduk tak jauh dari mereka.

Siti Hindun, perempuan berkacamata itu memperkenalkan diri. Suara khas seorang qari terdengar. Matanya mengerjap beberapa kali. Kenangan kecil belajar tilawah terbayang. Hindun, sapaan akrabnya, menceritakan, pada awalnya dia hanya ikut-ikutan belajar tilawah. Sebab, semua saudaranya belajar tilawah. Berawal dari hal tersebut, kecintaannya terhadap dunia tilawah mulai tumbuh. Hal itu didukung ibundanya yang juga qari berpengalaman.

Saat usia 11 tahun, dia pertama kali terjun di dunia tilawah. Pengalaman juara di tingkat kecamatan dan kabupaten mengantarkannya ke jenjang provinsi. Sebagai wakil Lumajang dalam perlombaan MTQ provinsi di Blitar, dia berangkat bersama ibunya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan 26 tahun itu berhenti sejenak. Tersenyum, lalu melanjutkan, dia mendapat jadwal tampil di sore hari. Namun jadwal itu berubah. “Ada kesalahan teknis dari panitia. Jadwal yang benar itu saya tampil pagi. Tapi jadwal yang kami terima, tampil di sore hari. Jadi, saya tidak tampil,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di kursi kayu depan ruang pelayanan haji dan umrah Kantor Kementerian Kabupaten Lumajang, laki-laki dan perempuan duduk bersebelahan. Beberapa berkas dipegang erat di tangan perempuan berkacamata itu. Sedang di punggung laki-laki sebelahnya, tas hitam melekat. Mereka menyapa ramah. Mempersilakan duduk tak jauh dari mereka.

Siti Hindun, perempuan berkacamata itu memperkenalkan diri. Suara khas seorang qari terdengar. Matanya mengerjap beberapa kali. Kenangan kecil belajar tilawah terbayang. Hindun, sapaan akrabnya, menceritakan, pada awalnya dia hanya ikut-ikutan belajar tilawah. Sebab, semua saudaranya belajar tilawah. Berawal dari hal tersebut, kecintaannya terhadap dunia tilawah mulai tumbuh. Hal itu didukung ibundanya yang juga qari berpengalaman.

Saat usia 11 tahun, dia pertama kali terjun di dunia tilawah. Pengalaman juara di tingkat kecamatan dan kabupaten mengantarkannya ke jenjang provinsi. Sebagai wakil Lumajang dalam perlombaan MTQ provinsi di Blitar, dia berangkat bersama ibunya.

Perempuan 26 tahun itu berhenti sejenak. Tersenyum, lalu melanjutkan, dia mendapat jadwal tampil di sore hari. Namun jadwal itu berubah. “Ada kesalahan teknis dari panitia. Jadwal yang benar itu saya tampil pagi. Tapi jadwal yang kami terima, tampil di sore hari. Jadi, saya tidak tampil,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di kursi kayu depan ruang pelayanan haji dan umrah Kantor Kementerian Kabupaten Lumajang, laki-laki dan perempuan duduk bersebelahan. Beberapa berkas dipegang erat di tangan perempuan berkacamata itu. Sedang di punggung laki-laki sebelahnya, tas hitam melekat. Mereka menyapa ramah. Mempersilakan duduk tak jauh dari mereka.

Siti Hindun, perempuan berkacamata itu memperkenalkan diri. Suara khas seorang qari terdengar. Matanya mengerjap beberapa kali. Kenangan kecil belajar tilawah terbayang. Hindun, sapaan akrabnya, menceritakan, pada awalnya dia hanya ikut-ikutan belajar tilawah. Sebab, semua saudaranya belajar tilawah. Berawal dari hal tersebut, kecintaannya terhadap dunia tilawah mulai tumbuh. Hal itu didukung ibundanya yang juga qari berpengalaman.

Saat usia 11 tahun, dia pertama kali terjun di dunia tilawah. Pengalaman juara di tingkat kecamatan dan kabupaten mengantarkannya ke jenjang provinsi. Sebagai wakil Lumajang dalam perlombaan MTQ provinsi di Blitar, dia berangkat bersama ibunya.

Perempuan 26 tahun itu berhenti sejenak. Tersenyum, lalu melanjutkan, dia mendapat jadwal tampil di sore hari. Namun jadwal itu berubah. “Ada kesalahan teknis dari panitia. Jadwal yang benar itu saya tampil pagi. Tapi jadwal yang kami terima, tampil di sore hari. Jadi, saya tidak tampil,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/