alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Temukan Korban di Pertambangan Milik Satuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pencarian korban yang hilang secara resmi memang dihentikan. Namun, petugas bakal melakukan pencarian ketika mendapat laporan maupun tanda-tanda. Pada hari terakhir masa tanggap, sejumlah relawan kembali menemukan satu korban di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Tepatnya pada Jumat (24/12) sore.

Diduga kuat korban tersebut merupakan salah seorang penambang yang bekerja di pertambangan Duta Pasir Semeru milik Satuhan. Korban itu bernama Agus Prayogi. Dia ditemukan di sekitar alat berat yang ditemukan petugas, kurang lebih berjarak sekitar 8 meter.

Sugiono, relawan kebencanaan, menyatakan bahwa kondisi korban sangat mengenaskan karena mengalami luka bakar. Namun, setelah melihat identitas yang tersimpan dalam dompet di sakunya, dia merupakan salah seorang operator alat berat yang hilang ketika terjadi bencana erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Secara fisik memang sangat sulit dikenali karena seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Tetapi, kami lihat dompetnya ada identitas seperti yang diceritakan Satuhan ketika menemani petugas melakukan evakuasi kemarin,” katanya.

Menurut dia, Satuhan masih meyakini ada banyak karyawannya yang terpendam di sekitar lokasi alat berat. Sebab, saat itu banyak pekerja yang melakukan aktivitas pertambangan. “Kami dapat laporan, lalu kami datang membantu proses evakuasi,” lanjutnya. Total orang yang ditemukan meninggal sudah mencapai 51 orang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pencarian korban yang hilang secara resmi memang dihentikan. Namun, petugas bakal melakukan pencarian ketika mendapat laporan maupun tanda-tanda. Pada hari terakhir masa tanggap, sejumlah relawan kembali menemukan satu korban di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Tepatnya pada Jumat (24/12) sore.

Diduga kuat korban tersebut merupakan salah seorang penambang yang bekerja di pertambangan Duta Pasir Semeru milik Satuhan. Korban itu bernama Agus Prayogi. Dia ditemukan di sekitar alat berat yang ditemukan petugas, kurang lebih berjarak sekitar 8 meter.

Sugiono, relawan kebencanaan, menyatakan bahwa kondisi korban sangat mengenaskan karena mengalami luka bakar. Namun, setelah melihat identitas yang tersimpan dalam dompet di sakunya, dia merupakan salah seorang operator alat berat yang hilang ketika terjadi bencana erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu.

“Secara fisik memang sangat sulit dikenali karena seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Tetapi, kami lihat dompetnya ada identitas seperti yang diceritakan Satuhan ketika menemani petugas melakukan evakuasi kemarin,” katanya.

Menurut dia, Satuhan masih meyakini ada banyak karyawannya yang terpendam di sekitar lokasi alat berat. Sebab, saat itu banyak pekerja yang melakukan aktivitas pertambangan. “Kami dapat laporan, lalu kami datang membantu proses evakuasi,” lanjutnya. Total orang yang ditemukan meninggal sudah mencapai 51 orang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pencarian korban yang hilang secara resmi memang dihentikan. Namun, petugas bakal melakukan pencarian ketika mendapat laporan maupun tanda-tanda. Pada hari terakhir masa tanggap, sejumlah relawan kembali menemukan satu korban di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Tepatnya pada Jumat (24/12) sore.

Diduga kuat korban tersebut merupakan salah seorang penambang yang bekerja di pertambangan Duta Pasir Semeru milik Satuhan. Korban itu bernama Agus Prayogi. Dia ditemukan di sekitar alat berat yang ditemukan petugas, kurang lebih berjarak sekitar 8 meter.

Sugiono, relawan kebencanaan, menyatakan bahwa kondisi korban sangat mengenaskan karena mengalami luka bakar. Namun, setelah melihat identitas yang tersimpan dalam dompet di sakunya, dia merupakan salah seorang operator alat berat yang hilang ketika terjadi bencana erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu.

“Secara fisik memang sangat sulit dikenali karena seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Tetapi, kami lihat dompetnya ada identitas seperti yang diceritakan Satuhan ketika menemani petugas melakukan evakuasi kemarin,” katanya.

Menurut dia, Satuhan masih meyakini ada banyak karyawannya yang terpendam di sekitar lokasi alat berat. Sebab, saat itu banyak pekerja yang melakukan aktivitas pertambangan. “Kami dapat laporan, lalu kami datang membantu proses evakuasi,” lanjutnya. Total orang yang ditemukan meninggal sudah mencapai 51 orang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/