23.7 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Gelontorkan Rp 649,7 Juta Bansos BBM

Sasarannya pada 978 Orang

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKODONO, Radar Semeru – Verifikasi penyaluran bantuan sosial BBM akhirnya telah rampung. Pemkab Lumajang menyediakan anggaran cukup besar untuk menstimulasi warga terdampak kenaikan BBM. Tak tanggung-tanggung, besaran bantuan tersebut mencapai setengah miliar lebih alias Rp 649,7 juta.

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana Porprov Jatim 2022, Perbankan hingga EO Akan Diperiksa

Bantuan itu tidak diberikan secara asal-asalan. Peruntukannya telah diatur. Yaitu untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada tukang becak, ojek online (ojol), ojek konvensional, sopir angkutan umum, sopir angkutan desa, dan kurir. Serta bantuan berupa pembelian BBM jenis pertalite dan solar untuk angkutan kota dan angkutan desa yang beroperasi di Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, kenaikan BBM tidak hanya berdampak terhadap daya beli masyarakat. Tetapi, sektor transportasi juga terimbas. Karena itu, pemkab mendistribusikan bantuan sosial berupa BLT dan bantuan pembelian BBM untuk menekan inflasi.

“Sasaran kami sangat banyak, sekitar 978 orang. Masing-masing penerima manfaat ini menerima BLT sebesar Rp 150 ribu selama dua bulan. Selanjutnya, bantuan pembelian BBM untuk angkutan kota dan angkutan desa. Dua moda transportasi ini bisa menerima pertalite maksimal empat liter per hari dan biosolar maksimal tujuh liter per hari,” katanya.

- Advertisement -

SUKODONO, Radar Semeru – Verifikasi penyaluran bantuan sosial BBM akhirnya telah rampung. Pemkab Lumajang menyediakan anggaran cukup besar untuk menstimulasi warga terdampak kenaikan BBM. Tak tanggung-tanggung, besaran bantuan tersebut mencapai setengah miliar lebih alias Rp 649,7 juta.

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana Porprov Jatim 2022, Perbankan hingga EO Akan Diperiksa

Bantuan itu tidak diberikan secara asal-asalan. Peruntukannya telah diatur. Yaitu untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada tukang becak, ojek online (ojol), ojek konvensional, sopir angkutan umum, sopir angkutan desa, dan kurir. Serta bantuan berupa pembelian BBM jenis pertalite dan solar untuk angkutan kota dan angkutan desa yang beroperasi di Lumajang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, kenaikan BBM tidak hanya berdampak terhadap daya beli masyarakat. Tetapi, sektor transportasi juga terimbas. Karena itu, pemkab mendistribusikan bantuan sosial berupa BLT dan bantuan pembelian BBM untuk menekan inflasi.

“Sasaran kami sangat banyak, sekitar 978 orang. Masing-masing penerima manfaat ini menerima BLT sebesar Rp 150 ribu selama dua bulan. Selanjutnya, bantuan pembelian BBM untuk angkutan kota dan angkutan desa. Dua moda transportasi ini bisa menerima pertalite maksimal empat liter per hari dan biosolar maksimal tujuh liter per hari,” katanya.

SUKODONO, Radar Semeru – Verifikasi penyaluran bantuan sosial BBM akhirnya telah rampung. Pemkab Lumajang menyediakan anggaran cukup besar untuk menstimulasi warga terdampak kenaikan BBM. Tak tanggung-tanggung, besaran bantuan tersebut mencapai setengah miliar lebih alias Rp 649,7 juta.

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana Porprov Jatim 2022, Perbankan hingga EO Akan Diperiksa

Bantuan itu tidak diberikan secara asal-asalan. Peruntukannya telah diatur. Yaitu untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada tukang becak, ojek online (ojol), ojek konvensional, sopir angkutan umum, sopir angkutan desa, dan kurir. Serta bantuan berupa pembelian BBM jenis pertalite dan solar untuk angkutan kota dan angkutan desa yang beroperasi di Lumajang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, kenaikan BBM tidak hanya berdampak terhadap daya beli masyarakat. Tetapi, sektor transportasi juga terimbas. Karena itu, pemkab mendistribusikan bantuan sosial berupa BLT dan bantuan pembelian BBM untuk menekan inflasi.

“Sasaran kami sangat banyak, sekitar 978 orang. Masing-masing penerima manfaat ini menerima BLT sebesar Rp 150 ribu selama dua bulan. Selanjutnya, bantuan pembelian BBM untuk angkutan kota dan angkutan desa. Dua moda transportasi ini bisa menerima pertalite maksimal empat liter per hari dan biosolar maksimal tujuh liter per hari,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca