alexametrics
26.9 C
Jember
Tuesday, 30 November 2021

Jahat! Mucikari Lumajang Jadikan Anak Dibawah Umur Sebagai PSK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Eks lokalisasi Dolog belum sepenuhnya hilang. Sekalipun warga setempat diberi kesibukan dengan beragam kegiatan pemberdayaan, bisnis esek-esek tetap jalan. Bahkan, beberapa waktu lalu salah satu mucikari diamankan karena dugaan kasus penjualan anak di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Embok Ambar kali ini tidak dapat mengelak. Sebab, bukan lagi Satpol PP Lumajang yang menggerebek, melainkan jajaran Polda Jatim yang langsung mengangkut 29 PSK pada Selasa (12/11) dini hari lalu. Setidaknya dari puluhan wanita yang berhasil diamankan, 6 wanita di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Sekretaris Kecamatan Sumbersuko Isaac Hardy Yuwono mengatakan, setelah pihak kepolisian mendatangi Sumbersuko, ada beberapa saksi yang sudah dipanggil untuk kebutuhan pemeriksaan ke Polda Jatim. Seperti ketua RT setempat, bidan, hingga pihak puskesmas. Namun, mengenai kelanjutannya, dia mengaku tidak tahu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Informasi yang saya terima, satu dua minggu sebelum penangkapan, warga saling berkabar kalau ada pendatang baru ke kampung anggur, ya, ke tempatnya ibu itu. Namun, anak itu tidak betah dan pergi tidak tahu ke mana. Kemudian, tahu-tahu polda ke sini dan bawa semuanya,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, mulanya kasus ini terungkap setelah salah seorang anak buah Embok Ambar melarikan diri hingga Surabaya. Kemudian, anak yang berinisial TR tersebut mengadukan hal yang menimpa dirinya hingga diantar untuk melapor.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Eks lokalisasi Dolog belum sepenuhnya hilang. Sekalipun warga setempat diberi kesibukan dengan beragam kegiatan pemberdayaan, bisnis esek-esek tetap jalan. Bahkan, beberapa waktu lalu salah satu mucikari diamankan karena dugaan kasus penjualan anak di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Embok Ambar kali ini tidak dapat mengelak. Sebab, bukan lagi Satpol PP Lumajang yang menggerebek, melainkan jajaran Polda Jatim yang langsung mengangkut 29 PSK pada Selasa (12/11) dini hari lalu. Setidaknya dari puluhan wanita yang berhasil diamankan, 6 wanita di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Sekretaris Kecamatan Sumbersuko Isaac Hardy Yuwono mengatakan, setelah pihak kepolisian mendatangi Sumbersuko, ada beberapa saksi yang sudah dipanggil untuk kebutuhan pemeriksaan ke Polda Jatim. Seperti ketua RT setempat, bidan, hingga pihak puskesmas. Namun, mengenai kelanjutannya, dia mengaku tidak tahu.

“Informasi yang saya terima, satu dua minggu sebelum penangkapan, warga saling berkabar kalau ada pendatang baru ke kampung anggur, ya, ke tempatnya ibu itu. Namun, anak itu tidak betah dan pergi tidak tahu ke mana. Kemudian, tahu-tahu polda ke sini dan bawa semuanya,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, mulanya kasus ini terungkap setelah salah seorang anak buah Embok Ambar melarikan diri hingga Surabaya. Kemudian, anak yang berinisial TR tersebut mengadukan hal yang menimpa dirinya hingga diantar untuk melapor.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Eks lokalisasi Dolog belum sepenuhnya hilang. Sekalipun warga setempat diberi kesibukan dengan beragam kegiatan pemberdayaan, bisnis esek-esek tetap jalan. Bahkan, beberapa waktu lalu salah satu mucikari diamankan karena dugaan kasus penjualan anak di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Embok Ambar kali ini tidak dapat mengelak. Sebab, bukan lagi Satpol PP Lumajang yang menggerebek, melainkan jajaran Polda Jatim yang langsung mengangkut 29 PSK pada Selasa (12/11) dini hari lalu. Setidaknya dari puluhan wanita yang berhasil diamankan, 6 wanita di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Sekretaris Kecamatan Sumbersuko Isaac Hardy Yuwono mengatakan, setelah pihak kepolisian mendatangi Sumbersuko, ada beberapa saksi yang sudah dipanggil untuk kebutuhan pemeriksaan ke Polda Jatim. Seperti ketua RT setempat, bidan, hingga pihak puskesmas. Namun, mengenai kelanjutannya, dia mengaku tidak tahu.

“Informasi yang saya terima, satu dua minggu sebelum penangkapan, warga saling berkabar kalau ada pendatang baru ke kampung anggur, ya, ke tempatnya ibu itu. Namun, anak itu tidak betah dan pergi tidak tahu ke mana. Kemudian, tahu-tahu polda ke sini dan bawa semuanya,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, mulanya kasus ini terungkap setelah salah seorang anak buah Embok Ambar melarikan diri hingga Surabaya. Kemudian, anak yang berinisial TR tersebut mengadukan hal yang menimpa dirinya hingga diantar untuk melapor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca