alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Berharap Pentahelix Berkolaborasi Tangani Bencana

Cek Personel dan Peralatan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki akhir tahun, peralihan musim perlu diwaspadai. Terlebih informasi gelombang tinggi dan tsunami di pesisir selatan patut diperhatikan masyarakat. Oleh sebab itu, apel kesiapsiagaan bencana dilakukan. Harapannya, semua personel dan peralatan siap digunakan saat bencana terjadi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan serentak di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Pemeriksaan sumber daya manusia (SDM) hingga sarana prasarana dilakukan. “Kami mengecek SDM, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam penanganan bencana alam,” katanya.

Hasil pemeriksaan, semua personel siap. Selanjutnya, peralatan cukup memadai. Mulai dari logistik hingga sarana penanganan bencana seperti kendaraan bermotor, semua sudah disiapkan. Harapannya, saat terjadi bencana, semua sudah siap siaga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, persiapan mitigasi bencana sudah dimulai beberapa bulan lalu. Terutama di kawasan pesisir pantai selatan. Penanaman pohon bakau di sejumlah titik juga dilakukan. Hal itu menjadi salah satu pencegahan.

“Di sisi lain, kami melaksanakan sekolah tangguh bencana. Utamanya yang berada di dekat pesisir oleh swadaya masyarakat atau BPBD provinsi. Warning system juga dipasang di balai desa, masjid, maupun yang berada di Dalops BPBD Lumajang. Kalau di kawasan pesisir pantai, kami sudah sampaikan dengan cara 20.20. Artinya, ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri dengan berlindung di tempat ketinggian minimal 20 meter,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki akhir tahun, peralihan musim perlu diwaspadai. Terlebih informasi gelombang tinggi dan tsunami di pesisir selatan patut diperhatikan masyarakat. Oleh sebab itu, apel kesiapsiagaan bencana dilakukan. Harapannya, semua personel dan peralatan siap digunakan saat bencana terjadi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan serentak di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Pemeriksaan sumber daya manusia (SDM) hingga sarana prasarana dilakukan. “Kami mengecek SDM, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam penanganan bencana alam,” katanya.

Hasil pemeriksaan, semua personel siap. Selanjutnya, peralatan cukup memadai. Mulai dari logistik hingga sarana penanganan bencana seperti kendaraan bermotor, semua sudah disiapkan. Harapannya, saat terjadi bencana, semua sudah siap siaga.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, persiapan mitigasi bencana sudah dimulai beberapa bulan lalu. Terutama di kawasan pesisir pantai selatan. Penanaman pohon bakau di sejumlah titik juga dilakukan. Hal itu menjadi salah satu pencegahan.

“Di sisi lain, kami melaksanakan sekolah tangguh bencana. Utamanya yang berada di dekat pesisir oleh swadaya masyarakat atau BPBD provinsi. Warning system juga dipasang di balai desa, masjid, maupun yang berada di Dalops BPBD Lumajang. Kalau di kawasan pesisir pantai, kami sudah sampaikan dengan cara 20.20. Artinya, ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri dengan berlindung di tempat ketinggian minimal 20 meter,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki akhir tahun, peralihan musim perlu diwaspadai. Terlebih informasi gelombang tinggi dan tsunami di pesisir selatan patut diperhatikan masyarakat. Oleh sebab itu, apel kesiapsiagaan bencana dilakukan. Harapannya, semua personel dan peralatan siap digunakan saat bencana terjadi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan serentak di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Pemeriksaan sumber daya manusia (SDM) hingga sarana prasarana dilakukan. “Kami mengecek SDM, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam penanganan bencana alam,” katanya.

Hasil pemeriksaan, semua personel siap. Selanjutnya, peralatan cukup memadai. Mulai dari logistik hingga sarana penanganan bencana seperti kendaraan bermotor, semua sudah disiapkan. Harapannya, saat terjadi bencana, semua sudah siap siaga.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, persiapan mitigasi bencana sudah dimulai beberapa bulan lalu. Terutama di kawasan pesisir pantai selatan. Penanaman pohon bakau di sejumlah titik juga dilakukan. Hal itu menjadi salah satu pencegahan.

“Di sisi lain, kami melaksanakan sekolah tangguh bencana. Utamanya yang berada di dekat pesisir oleh swadaya masyarakat atau BPBD provinsi. Warning system juga dipasang di balai desa, masjid, maupun yang berada di Dalops BPBD Lumajang. Kalau di kawasan pesisir pantai, kami sudah sampaikan dengan cara 20.20. Artinya, ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri dengan berlindung di tempat ketinggian minimal 20 meter,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/