alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Serapan Anggaran Korona Lumajang Rendah

Sampai Sekarang Baru Terpakai 30,99 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan korona di Lumajang dialokasikan mencapai Rp 71 miliar. Namun, sampai saat ini serapannya tergolong cukup rendah. Bahkan, sementara baru terserap 30,99 persen. Padahal, selama sebulan terakhir, kasus orang yang terpapar pernah mencapai seribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sebagian besar anggaran korona digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) di beberapa rumah sakit dan puskesmas, tahun kemarin. Sedangkan untuk insentif yang diberikan kepada nakes vaksinator belum diberikan hingga saat ini.

“Untuk insentif nakes Januari sampai Juni sudah 100 persen diberikan sesuai juknis dan nilainya kecil, karena memang kasus confirm bulan itu relatif kecil.  Namun, untuk insentif vaksinator di semua faskes belum diberikan. Masih tahap proses melengkapi administrasi, termasuk juknisnya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tahun ini pemerintah pusat tidak menyediakan juknis bagi Pemkab Lumajang dalam pemberian insentif kepada seluruh nakes yang terlibat menjadi vaksinator di semua fasilitas kesehatan. Karena itu, pihaknya sedang berusaha menyusun sendiri juknis itu supaya bisa segera menyalurkan insentif tersebut.

Bayu menambahkan, meski belum ada dukungan anggaran bagi nakes yang menjadi vaksinator, vaksinasi bakal tetap berjalan. “Dukungan vaksinasi ada Rp 27 miliar dan anggaran vaksinator Rp 22 miliar. Sedangkan untuk insentif nakes dialokasikan sebesar Rp 30 miliar,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan korona di Lumajang dialokasikan mencapai Rp 71 miliar. Namun, sampai saat ini serapannya tergolong cukup rendah. Bahkan, sementara baru terserap 30,99 persen. Padahal, selama sebulan terakhir, kasus orang yang terpapar pernah mencapai seribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sebagian besar anggaran korona digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) di beberapa rumah sakit dan puskesmas, tahun kemarin. Sedangkan untuk insentif yang diberikan kepada nakes vaksinator belum diberikan hingga saat ini.

“Untuk insentif nakes Januari sampai Juni sudah 100 persen diberikan sesuai juknis dan nilainya kecil, karena memang kasus confirm bulan itu relatif kecil.  Namun, untuk insentif vaksinator di semua faskes belum diberikan. Masih tahap proses melengkapi administrasi, termasuk juknisnya,” katanya.

Tahun ini pemerintah pusat tidak menyediakan juknis bagi Pemkab Lumajang dalam pemberian insentif kepada seluruh nakes yang terlibat menjadi vaksinator di semua fasilitas kesehatan. Karena itu, pihaknya sedang berusaha menyusun sendiri juknis itu supaya bisa segera menyalurkan insentif tersebut.

Bayu menambahkan, meski belum ada dukungan anggaran bagi nakes yang menjadi vaksinator, vaksinasi bakal tetap berjalan. “Dukungan vaksinasi ada Rp 27 miliar dan anggaran vaksinator Rp 22 miliar. Sedangkan untuk insentif nakes dialokasikan sebesar Rp 30 miliar,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan korona di Lumajang dialokasikan mencapai Rp 71 miliar. Namun, sampai saat ini serapannya tergolong cukup rendah. Bahkan, sementara baru terserap 30,99 persen. Padahal, selama sebulan terakhir, kasus orang yang terpapar pernah mencapai seribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sebagian besar anggaran korona digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) di beberapa rumah sakit dan puskesmas, tahun kemarin. Sedangkan untuk insentif yang diberikan kepada nakes vaksinator belum diberikan hingga saat ini.

“Untuk insentif nakes Januari sampai Juni sudah 100 persen diberikan sesuai juknis dan nilainya kecil, karena memang kasus confirm bulan itu relatif kecil.  Namun, untuk insentif vaksinator di semua faskes belum diberikan. Masih tahap proses melengkapi administrasi, termasuk juknisnya,” katanya.

Tahun ini pemerintah pusat tidak menyediakan juknis bagi Pemkab Lumajang dalam pemberian insentif kepada seluruh nakes yang terlibat menjadi vaksinator di semua fasilitas kesehatan. Karena itu, pihaknya sedang berusaha menyusun sendiri juknis itu supaya bisa segera menyalurkan insentif tersebut.

Bayu menambahkan, meski belum ada dukungan anggaran bagi nakes yang menjadi vaksinator, vaksinasi bakal tetap berjalan. “Dukungan vaksinasi ada Rp 27 miliar dan anggaran vaksinator Rp 22 miliar. Sedangkan untuk insentif nakes dialokasikan sebesar Rp 30 miliar,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/