alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Pendidikan, Prioritaskan Guru K2

Dari seribu lebih guru tidak tetap (GTT) yang lolos passing grade tahun 2021 lalu, tidak semua diusulkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini. Sebab, rencananya usulan tersebut hanya diprioritaskan untuk pengangkatan K2.

Mobile_AP_Rectangle 1

KUNIR, Radar Semeru – Untuk memenuhi pemerataan tenaga pendidikan di jenjang lembaga SDN maupun SMPN lumayan banyak. Ditambah akhir tahun depan banyak guru ASN yang memasuki masa pensiun. Kurang lebih ada sekitar 600 guru. Akibatnya, makin banyak sekolah negeri yang kehilangan pengajarnya.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang menaksir, total kebutuhan untuk pemenuhan guru di seluruh lembaga sekolah mencapai 3 ribu orang lebih. Sebab, sampai saat ini, sementara sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan dinas itu paling banyak dibantu oleh GTT, bukan guru ASN.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bayangkan, dalam satu sekolah kadang ASN itu cuma dua, tiga, hingga paling mentok empat orang. Sedangkan muridnya lumayan banyak, ya akhirnya mereka dibantu oleh tenaga honorer guru atau GTT,” kata Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang Herwanto.

Herwanto melanjutkan, pengalaman seleksi PPPK tahun lalu setidaknya ada 1.129 guru yang lolos passing grade 1 dan passing grade 2 berdasarkan pemeringkatan. Ribuan guru itu termasuk K2 dan umum. Namun, kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan guru alias ketersediaan kuota PPPK guru hanya diusulkan 284 saja.

- Advertisement -

KUNIR, Radar Semeru – Untuk memenuhi pemerataan tenaga pendidikan di jenjang lembaga SDN maupun SMPN lumayan banyak. Ditambah akhir tahun depan banyak guru ASN yang memasuki masa pensiun. Kurang lebih ada sekitar 600 guru. Akibatnya, makin banyak sekolah negeri yang kehilangan pengajarnya.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang menaksir, total kebutuhan untuk pemenuhan guru di seluruh lembaga sekolah mencapai 3 ribu orang lebih. Sebab, sampai saat ini, sementara sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan dinas itu paling banyak dibantu oleh GTT, bukan guru ASN.

“Bayangkan, dalam satu sekolah kadang ASN itu cuma dua, tiga, hingga paling mentok empat orang. Sedangkan muridnya lumayan banyak, ya akhirnya mereka dibantu oleh tenaga honorer guru atau GTT,” kata Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang Herwanto.

Herwanto melanjutkan, pengalaman seleksi PPPK tahun lalu setidaknya ada 1.129 guru yang lolos passing grade 1 dan passing grade 2 berdasarkan pemeringkatan. Ribuan guru itu termasuk K2 dan umum. Namun, kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan guru alias ketersediaan kuota PPPK guru hanya diusulkan 284 saja.

KUNIR, Radar Semeru – Untuk memenuhi pemerataan tenaga pendidikan di jenjang lembaga SDN maupun SMPN lumayan banyak. Ditambah akhir tahun depan banyak guru ASN yang memasuki masa pensiun. Kurang lebih ada sekitar 600 guru. Akibatnya, makin banyak sekolah negeri yang kehilangan pengajarnya.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang menaksir, total kebutuhan untuk pemenuhan guru di seluruh lembaga sekolah mencapai 3 ribu orang lebih. Sebab, sampai saat ini, sementara sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan dinas itu paling banyak dibantu oleh GTT, bukan guru ASN.

“Bayangkan, dalam satu sekolah kadang ASN itu cuma dua, tiga, hingga paling mentok empat orang. Sedangkan muridnya lumayan banyak, ya akhirnya mereka dibantu oleh tenaga honorer guru atau GTT,” kata Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang Herwanto.

Herwanto melanjutkan, pengalaman seleksi PPPK tahun lalu setidaknya ada 1.129 guru yang lolos passing grade 1 dan passing grade 2 berdasarkan pemeringkatan. Ribuan guru itu termasuk K2 dan umum. Namun, kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan guru alias ketersediaan kuota PPPK guru hanya diusulkan 284 saja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/