alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Waspada Cuaca Ekstrem, Terutama di Kawasan Perbukitan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Indonesia sudah memasuki musim kemarau pada Juni. Namun, hujan cukup deras disertai angin kencang masih mengguyur Lumajang dan sekitarnya selama beberapa hari terkahir. Akibatnya, tak sedikit kawasan yang terdampak bencana. Misalnya, pohon tumbang, longsor, dan banjir.

Indra Wibowo Leksana, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem. “Cuaca ekstrem ini ranahnya BMKG. Tetapi, kami tetap mengantisipasi dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca beberapa hari terkhir,” katanya.

Memang dampaknya masih terbilang kecil. Namun, sejumlah kawasan terdampak menyita perhatian masyarakat. Misalnya, hujan deras beberapa jam yang mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Terkendala Cuaca, Tak Semua Pesawat Ikut Air Show di Bandara Notohadinegoro

“Dampaknya terjadi longsor di beberapa titik seperti di Tamanayu, Pronojiwo, dan Tempursari. Meski tidak parah, kejadian ini menyita perhatian. Sehingga, kami langsung menuju lokasi untuk lakukan pembersihan di sekitar longsoran. Selain longsor, air juga naik hingga ke daratan di daerah pesisir selatan,” jelasnya.

Selain itu, sambungan air bersih di Tempursari juga rusak. Akibatnya, kebutuhan air sempat tersendat. Sementara itu, jalan jembatan yang tergerus juga langsung ditangani. “Juga ada saluran air warga di Desa Kaliuling, Tempursari, yang putus. Kami langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki. Sedangkan jalan jembatan, mendapat penanganan darurat berupa pemberian pasir dan batu,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Indonesia sudah memasuki musim kemarau pada Juni. Namun, hujan cukup deras disertai angin kencang masih mengguyur Lumajang dan sekitarnya selama beberapa hari terkahir. Akibatnya, tak sedikit kawasan yang terdampak bencana. Misalnya, pohon tumbang, longsor, dan banjir.

Indra Wibowo Leksana, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem. “Cuaca ekstrem ini ranahnya BMKG. Tetapi, kami tetap mengantisipasi dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca beberapa hari terkhir,” katanya.

Memang dampaknya masih terbilang kecil. Namun, sejumlah kawasan terdampak menyita perhatian masyarakat. Misalnya, hujan deras beberapa jam yang mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik.

BACA JUGA : Terkendala Cuaca, Tak Semua Pesawat Ikut Air Show di Bandara Notohadinegoro

“Dampaknya terjadi longsor di beberapa titik seperti di Tamanayu, Pronojiwo, dan Tempursari. Meski tidak parah, kejadian ini menyita perhatian. Sehingga, kami langsung menuju lokasi untuk lakukan pembersihan di sekitar longsoran. Selain longsor, air juga naik hingga ke daratan di daerah pesisir selatan,” jelasnya.

Selain itu, sambungan air bersih di Tempursari juga rusak. Akibatnya, kebutuhan air sempat tersendat. Sementara itu, jalan jembatan yang tergerus juga langsung ditangani. “Juga ada saluran air warga di Desa Kaliuling, Tempursari, yang putus. Kami langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki. Sedangkan jalan jembatan, mendapat penanganan darurat berupa pemberian pasir dan batu,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Indonesia sudah memasuki musim kemarau pada Juni. Namun, hujan cukup deras disertai angin kencang masih mengguyur Lumajang dan sekitarnya selama beberapa hari terkahir. Akibatnya, tak sedikit kawasan yang terdampak bencana. Misalnya, pohon tumbang, longsor, dan banjir.

Indra Wibowo Leksana, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem. “Cuaca ekstrem ini ranahnya BMKG. Tetapi, kami tetap mengantisipasi dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca beberapa hari terkhir,” katanya.

Memang dampaknya masih terbilang kecil. Namun, sejumlah kawasan terdampak menyita perhatian masyarakat. Misalnya, hujan deras beberapa jam yang mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik.

BACA JUGA : Terkendala Cuaca, Tak Semua Pesawat Ikut Air Show di Bandara Notohadinegoro

“Dampaknya terjadi longsor di beberapa titik seperti di Tamanayu, Pronojiwo, dan Tempursari. Meski tidak parah, kejadian ini menyita perhatian. Sehingga, kami langsung menuju lokasi untuk lakukan pembersihan di sekitar longsoran. Selain longsor, air juga naik hingga ke daratan di daerah pesisir selatan,” jelasnya.

Selain itu, sambungan air bersih di Tempursari juga rusak. Akibatnya, kebutuhan air sempat tersendat. Sementara itu, jalan jembatan yang tergerus juga langsung ditangani. “Juga ada saluran air warga di Desa Kaliuling, Tempursari, yang putus. Kami langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki. Sedangkan jalan jembatan, mendapat penanganan darurat berupa pemberian pasir dan batu,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/