alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Lockdown Tambang Tidak Merata

Berdalih Tanpa Dasar Hukum dan Bukan Anggota Asosiasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Permintaan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang untuk melakukan penjagaan di beberapa titik guna melarang aktivitas pertambangan memang telah berjalan. Namun, langkah itu kurang efektif. Sebab, masih banyak sopir armada truk yang mengangkut pasir.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Semeru di kawasan Jatian, Desa Sumberrejo Kecamatan Candipuro, setidaknya cukup banyak armada truk yang melintas membawa pasir dari lokasi kawasan pertambangan. Seluruh armada truk tersebut diperiksa SKAB. Padahal, keputusan lockdown berlaku mulai 25 Juni 2021 hingga 2 Juli 2021.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 hingga 12.00, armada truk yang berencana untuk mengambil pasir di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga sempat dicegat dan dipersilakan putar balik. Namun, melebihi pukul itu, mereka dibiarkan melintas tanpa diberi peringatan oleh petugas.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Tambang Pasir Di-lockdown

Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, Sukir menyatakan, dirinya hanya menerima perintah untuk berjaga di kawasan itu. Tugas yang diberikan hanya melakukan pemeriksaan surat keterangan asal barang (SKAB) yang dibawa sopir truk. Selain itu, dia tidak memiliki kewenangan untuk melarang.

“Kalau terpaksa lewat tetap kami lakukan pemeriksaan SKAB. Kami sendiri tidak bisa melarang, hanya memberikan imbauan saja pada sopir truk. Kami sampaikan untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan lagi selama sepekan. Sebab, itu keputusan yang mendasari perintah ke kami,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Permintaan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang untuk melakukan penjagaan di beberapa titik guna melarang aktivitas pertambangan memang telah berjalan. Namun, langkah itu kurang efektif. Sebab, masih banyak sopir armada truk yang mengangkut pasir.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Semeru di kawasan Jatian, Desa Sumberrejo Kecamatan Candipuro, setidaknya cukup banyak armada truk yang melintas membawa pasir dari lokasi kawasan pertambangan. Seluruh armada truk tersebut diperiksa SKAB. Padahal, keputusan lockdown berlaku mulai 25 Juni 2021 hingga 2 Juli 2021.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 hingga 12.00, armada truk yang berencana untuk mengambil pasir di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga sempat dicegat dan dipersilakan putar balik. Namun, melebihi pukul itu, mereka dibiarkan melintas tanpa diberi peringatan oleh petugas.

BACA JUGA : Tambang Pasir Di-lockdown

Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, Sukir menyatakan, dirinya hanya menerima perintah untuk berjaga di kawasan itu. Tugas yang diberikan hanya melakukan pemeriksaan surat keterangan asal barang (SKAB) yang dibawa sopir truk. Selain itu, dia tidak memiliki kewenangan untuk melarang.

“Kalau terpaksa lewat tetap kami lakukan pemeriksaan SKAB. Kami sendiri tidak bisa melarang, hanya memberikan imbauan saja pada sopir truk. Kami sampaikan untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan lagi selama sepekan. Sebab, itu keputusan yang mendasari perintah ke kami,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Permintaan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang untuk melakukan penjagaan di beberapa titik guna melarang aktivitas pertambangan memang telah berjalan. Namun, langkah itu kurang efektif. Sebab, masih banyak sopir armada truk yang mengangkut pasir.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Semeru di kawasan Jatian, Desa Sumberrejo Kecamatan Candipuro, setidaknya cukup banyak armada truk yang melintas membawa pasir dari lokasi kawasan pertambangan. Seluruh armada truk tersebut diperiksa SKAB. Padahal, keputusan lockdown berlaku mulai 25 Juni 2021 hingga 2 Juli 2021.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 hingga 12.00, armada truk yang berencana untuk mengambil pasir di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga sempat dicegat dan dipersilakan putar balik. Namun, melebihi pukul itu, mereka dibiarkan melintas tanpa diberi peringatan oleh petugas.

BACA JUGA : Tambang Pasir Di-lockdown

Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, Sukir menyatakan, dirinya hanya menerima perintah untuk berjaga di kawasan itu. Tugas yang diberikan hanya melakukan pemeriksaan surat keterangan asal barang (SKAB) yang dibawa sopir truk. Selain itu, dia tidak memiliki kewenangan untuk melarang.

“Kalau terpaksa lewat tetap kami lakukan pemeriksaan SKAB. Kami sendiri tidak bisa melarang, hanya memberikan imbauan saja pada sopir truk. Kami sampaikan untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan lagi selama sepekan. Sebab, itu keputusan yang mendasari perintah ke kami,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/