alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Kembali Masuk Zona Oranye

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam setahun, penularan virus korona seperti memasuki siklus putaran kedua. Bahkan, jumlahnya lebih melonjak daripada tahun lalu. Terutama pascalebaran. Bahkan, grafik penularannya meledak signifikans. Selain itu, status zona Lumajang juga berubah. Mulanya, berada dalam zona kuning, kini menjadi zona oranye.

Berdasar catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang pada Jumat (25/6), jumlah orang yang tertular virus korona mencapai 150 pasien. Sebanyak 59 orang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi di beberapa rumah sakit, sedangkan 91 orang lain sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinkes Lumajang Bayu Wibowo menyatakan, peningkatan kasus tersebut menjadikan status kewaspadaan Lumajang naik menjadi zona oranye. Apalagi, berdasar catatan terakhir dalam kurun waktu sehari, ada sekitar 58 orang baru yang menyumbang jumlah penularan dari pululan pasien menjadi ratusan pasien.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Zona Oranye, Pembelajaran Harus Kembali Daring

“Jadi, memang perkiraan para ahli kan begitu dua minggu setelah lebaran kasus meningkat. Ini terbukti setelah pengetatan sudah mulai longgar. Mobilitas semakin naik, ada banyak orang yang terkonfirmasi tertular baru,” katanya.

Setelah grafik meningkat, pihaknya melakukan penelusuran pada sejumlah orang yang tertular dan kontak erat orang yang tertular. Hasilnya, banyak penambahan pasien berasal dari klaster keluarga. Kemunculan klaster tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh interaksi dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam setahun, penularan virus korona seperti memasuki siklus putaran kedua. Bahkan, jumlahnya lebih melonjak daripada tahun lalu. Terutama pascalebaran. Bahkan, grafik penularannya meledak signifikans. Selain itu, status zona Lumajang juga berubah. Mulanya, berada dalam zona kuning, kini menjadi zona oranye.

Berdasar catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang pada Jumat (25/6), jumlah orang yang tertular virus korona mencapai 150 pasien. Sebanyak 59 orang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi di beberapa rumah sakit, sedangkan 91 orang lain sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinkes Lumajang Bayu Wibowo menyatakan, peningkatan kasus tersebut menjadikan status kewaspadaan Lumajang naik menjadi zona oranye. Apalagi, berdasar catatan terakhir dalam kurun waktu sehari, ada sekitar 58 orang baru yang menyumbang jumlah penularan dari pululan pasien menjadi ratusan pasien.

BACA JUGA : Zona Oranye, Pembelajaran Harus Kembali Daring

“Jadi, memang perkiraan para ahli kan begitu dua minggu setelah lebaran kasus meningkat. Ini terbukti setelah pengetatan sudah mulai longgar. Mobilitas semakin naik, ada banyak orang yang terkonfirmasi tertular baru,” katanya.

Setelah grafik meningkat, pihaknya melakukan penelusuran pada sejumlah orang yang tertular dan kontak erat orang yang tertular. Hasilnya, banyak penambahan pasien berasal dari klaster keluarga. Kemunculan klaster tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh interaksi dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam setahun, penularan virus korona seperti memasuki siklus putaran kedua. Bahkan, jumlahnya lebih melonjak daripada tahun lalu. Terutama pascalebaran. Bahkan, grafik penularannya meledak signifikans. Selain itu, status zona Lumajang juga berubah. Mulanya, berada dalam zona kuning, kini menjadi zona oranye.

Berdasar catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang pada Jumat (25/6), jumlah orang yang tertular virus korona mencapai 150 pasien. Sebanyak 59 orang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi di beberapa rumah sakit, sedangkan 91 orang lain sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinkes Lumajang Bayu Wibowo menyatakan, peningkatan kasus tersebut menjadikan status kewaspadaan Lumajang naik menjadi zona oranye. Apalagi, berdasar catatan terakhir dalam kurun waktu sehari, ada sekitar 58 orang baru yang menyumbang jumlah penularan dari pululan pasien menjadi ratusan pasien.

BACA JUGA : Zona Oranye, Pembelajaran Harus Kembali Daring

“Jadi, memang perkiraan para ahli kan begitu dua minggu setelah lebaran kasus meningkat. Ini terbukti setelah pengetatan sudah mulai longgar. Mobilitas semakin naik, ada banyak orang yang terkonfirmasi tertular baru,” katanya.

Setelah grafik meningkat, pihaknya melakukan penelusuran pada sejumlah orang yang tertular dan kontak erat orang yang tertular. Hasilnya, banyak penambahan pasien berasal dari klaster keluarga. Kemunculan klaster tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh interaksi dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/