alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Mengantisipasi Maraknya Sajian Lebaran di Pasaran

Lebaran tinggal menghitung hari. Masyarakat menyambutnya dengan penuh sukacita. Persiapan demi persiapan mulai dilakukan. Salah satunya menyiapkan hidangan. Segala macam makanan dibeli. Apalagi melihat harganya yang murah, warga langsung memborong.

Mobile_AP_Rectangle 1

Cara termudah untuk mengetahui makanan itu berbahaya atau tidak dengan melihat kemasannya. Pertama, jika masyarakat melihat kemasan cacat atau rusak, hendaknya tidak membelinya. “Meski dijual dengan harga sangat murah, jangan dibeli,” tegasnya.

Kedua, masyarakat perlu melihat waktu produksi dan kedaluwarsa produk tersebut. Sebab, tidak sedikit para penjual atau oknum yang sering berbuat curang. Saat mepet waktu kedaluwarsa, harga produk makanan dibanting murah.

Selain dua hal tersebut, lanjutnya, mengetahui komposisi makanan juga menjadi hal penting. Dengan demikian, bahaya makanan bisa dihindari. “Jadi, masyarakat bisa tahu makanan atau minuman yang dibeli itu mengandung apa saja. Misalnya pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan alami. Tetapi, menggunakan pewarna kain, kayu, atau yang lainnya. Bahkan makanan olahan sendiri juga bisa jadi tidak sehat. Setidaknya kita bisa menghindari itu. Terutama makanan dan minuman yang mencolok warnanya,” jelasnya. (kin/c2/fid)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Cara termudah untuk mengetahui makanan itu berbahaya atau tidak dengan melihat kemasannya. Pertama, jika masyarakat melihat kemasan cacat atau rusak, hendaknya tidak membelinya. “Meski dijual dengan harga sangat murah, jangan dibeli,” tegasnya.

Kedua, masyarakat perlu melihat waktu produksi dan kedaluwarsa produk tersebut. Sebab, tidak sedikit para penjual atau oknum yang sering berbuat curang. Saat mepet waktu kedaluwarsa, harga produk makanan dibanting murah.

Selain dua hal tersebut, lanjutnya, mengetahui komposisi makanan juga menjadi hal penting. Dengan demikian, bahaya makanan bisa dihindari. “Jadi, masyarakat bisa tahu makanan atau minuman yang dibeli itu mengandung apa saja. Misalnya pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan alami. Tetapi, menggunakan pewarna kain, kayu, atau yang lainnya. Bahkan makanan olahan sendiri juga bisa jadi tidak sehat. Setidaknya kita bisa menghindari itu. Terutama makanan dan minuman yang mencolok warnanya,” jelasnya. (kin/c2/fid)

 

Cara termudah untuk mengetahui makanan itu berbahaya atau tidak dengan melihat kemasannya. Pertama, jika masyarakat melihat kemasan cacat atau rusak, hendaknya tidak membelinya. “Meski dijual dengan harga sangat murah, jangan dibeli,” tegasnya.

Kedua, masyarakat perlu melihat waktu produksi dan kedaluwarsa produk tersebut. Sebab, tidak sedikit para penjual atau oknum yang sering berbuat curang. Saat mepet waktu kedaluwarsa, harga produk makanan dibanting murah.

Selain dua hal tersebut, lanjutnya, mengetahui komposisi makanan juga menjadi hal penting. Dengan demikian, bahaya makanan bisa dihindari. “Jadi, masyarakat bisa tahu makanan atau minuman yang dibeli itu mengandung apa saja. Misalnya pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan alami. Tetapi, menggunakan pewarna kain, kayu, atau yang lainnya. Bahkan makanan olahan sendiri juga bisa jadi tidak sehat. Setidaknya kita bisa menghindari itu. Terutama makanan dan minuman yang mencolok warnanya,” jelasnya. (kin/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/