alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Refocusing Bikin Riko Pusing

Dampak Realokasi Anggaran Terhadap Kinerja Pemerintahan Instruksi refocusing membuat hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) dipaksa memutar otak. Bukan hanya untuk menyusun kembali rencana kegiatan, tetapi juga wajib menyodorkan angka anggaran dari pos kegiatan yang dikepras. OPD yang dipasrahi merealisasikan janji politik tentu pusing tujuh keliling.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak awal Februari, seluruh OPD terus-terusan menggelar rapat internal untuk memutuskan program kegiatan yang harus ditiadakan. Sebab, dukungan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) terpaksa direalokasi untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona.

Di Lumajang, total anggaran kebutuhan refocusing sebesar Rp 71,9 miliar. Jadi, wajar saja banyak OPD mengaku sesak napas jika dipaksa melakukan banyak program kegiatan. Sebab, jika dihitung kasar, total anggaran yang dikepras mencapai miliaran rupiah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, dampak refocusing dan realokasi anggaran pasti memengaruhi beberapa rencana program kegiatan. Tetapi menurutnya, Pemkab Lumajang telah mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah strategis lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terutama soal memenuhi kewajiban memberikan pelayanan pada masyarakat. Sebab, yang direalokasi hanya yang bersumber dari DAU. “Yang terdampak hanya kegiatan tertentu saja. Lainnya tetap berjalan. Kebutuhan belanja yang bersifat wajib sudah diamankan. Termasuk pula kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan dasar,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak awal Februari, seluruh OPD terus-terusan menggelar rapat internal untuk memutuskan program kegiatan yang harus ditiadakan. Sebab, dukungan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) terpaksa direalokasi untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona.

Di Lumajang, total anggaran kebutuhan refocusing sebesar Rp 71,9 miliar. Jadi, wajar saja banyak OPD mengaku sesak napas jika dipaksa melakukan banyak program kegiatan. Sebab, jika dihitung kasar, total anggaran yang dikepras mencapai miliaran rupiah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, dampak refocusing dan realokasi anggaran pasti memengaruhi beberapa rencana program kegiatan. Tetapi menurutnya, Pemkab Lumajang telah mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah strategis lainnya.

Terutama soal memenuhi kewajiban memberikan pelayanan pada masyarakat. Sebab, yang direalokasi hanya yang bersumber dari DAU. “Yang terdampak hanya kegiatan tertentu saja. Lainnya tetap berjalan. Kebutuhan belanja yang bersifat wajib sudah diamankan. Termasuk pula kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan dasar,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak awal Februari, seluruh OPD terus-terusan menggelar rapat internal untuk memutuskan program kegiatan yang harus ditiadakan. Sebab, dukungan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) terpaksa direalokasi untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona.

Di Lumajang, total anggaran kebutuhan refocusing sebesar Rp 71,9 miliar. Jadi, wajar saja banyak OPD mengaku sesak napas jika dipaksa melakukan banyak program kegiatan. Sebab, jika dihitung kasar, total anggaran yang dikepras mencapai miliaran rupiah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, dampak refocusing dan realokasi anggaran pasti memengaruhi beberapa rencana program kegiatan. Tetapi menurutnya, Pemkab Lumajang telah mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah strategis lainnya.

Terutama soal memenuhi kewajiban memberikan pelayanan pada masyarakat. Sebab, yang direalokasi hanya yang bersumber dari DAU. “Yang terdampak hanya kegiatan tertentu saja. Lainnya tetap berjalan. Kebutuhan belanja yang bersifat wajib sudah diamankan. Termasuk pula kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan dasar,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/