alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Host Canggung, Syuting Berulang-ulang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi sebagian orang, pertemuan pertama kerap menyebabkan situasi canggung. Apa yang hendak dikatakan, bingung. Apa yang disampaikan selalu tidak fokus. Dan masih banyak hal lain yang akan menyertainya. Itulah yang dirasakan Abdul Wadud Nafis, salah satu pendakwah yang juga Ketua Yayasan Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang.

Gus Wadud, sapaan akrabnya, menceritakan, pengalaman itu menjadikan rencana pengambilan video Kuliah Ramadan molor. “Saya melihatnya mereka masih grogi. Barangkali mereka baru pertama kali bertemu dengan saya. Sehingga mereka harus beradaptasi. Nah, inilah yang membuat syuting harus molor lumayan lama,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semeru.

Doktor yang juga pengasuh Pondok Pesantren Manarul Quran, Lumajang, tersebut menjelaskan, sikap yang ditunjukkan host memang biasa terjadi. Sebab, sikap canggung terjadi di awal pertemuan. “Makanya, saya katakan ke mereka, jangan takut salah. Hal itu wajar terjadi. Pembawa acara profesional sekali pun berangkatnya sama. Dari nol. Mereka juga sering melakukan kesalahan di awal. Tapi, mereka segera beradaptasi dan banyak belajar. Sehingga kesalahan itu dapat diminimalisasi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mencontohkan salah satu pembawa acara profesional, Najwa Shihab. Menurutnya, Najwa juga melakukan kesalahan di awal karirnya. “Saya yakin Mbak Nana (Najwa, Red) juga banyak kesalahan di awal. Sebab, namanya juga belajar. Kalau di awal memandu acara sudah lancar, saya curiga, jangan-jangan memang sebelumnya sudah berpengalaman,” kata lelaki yang juga menjadi dosen ekonomi di IAIN Jember tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi sebagian orang, pertemuan pertama kerap menyebabkan situasi canggung. Apa yang hendak dikatakan, bingung. Apa yang disampaikan selalu tidak fokus. Dan masih banyak hal lain yang akan menyertainya. Itulah yang dirasakan Abdul Wadud Nafis, salah satu pendakwah yang juga Ketua Yayasan Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang.

Gus Wadud, sapaan akrabnya, menceritakan, pengalaman itu menjadikan rencana pengambilan video Kuliah Ramadan molor. “Saya melihatnya mereka masih grogi. Barangkali mereka baru pertama kali bertemu dengan saya. Sehingga mereka harus beradaptasi. Nah, inilah yang membuat syuting harus molor lumayan lama,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semeru.

Doktor yang juga pengasuh Pondok Pesantren Manarul Quran, Lumajang, tersebut menjelaskan, sikap yang ditunjukkan host memang biasa terjadi. Sebab, sikap canggung terjadi di awal pertemuan. “Makanya, saya katakan ke mereka, jangan takut salah. Hal itu wajar terjadi. Pembawa acara profesional sekali pun berangkatnya sama. Dari nol. Mereka juga sering melakukan kesalahan di awal. Tapi, mereka segera beradaptasi dan banyak belajar. Sehingga kesalahan itu dapat diminimalisasi,” jelasnya.

Dia mencontohkan salah satu pembawa acara profesional, Najwa Shihab. Menurutnya, Najwa juga melakukan kesalahan di awal karirnya. “Saya yakin Mbak Nana (Najwa, Red) juga banyak kesalahan di awal. Sebab, namanya juga belajar. Kalau di awal memandu acara sudah lancar, saya curiga, jangan-jangan memang sebelumnya sudah berpengalaman,” kata lelaki yang juga menjadi dosen ekonomi di IAIN Jember tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi sebagian orang, pertemuan pertama kerap menyebabkan situasi canggung. Apa yang hendak dikatakan, bingung. Apa yang disampaikan selalu tidak fokus. Dan masih banyak hal lain yang akan menyertainya. Itulah yang dirasakan Abdul Wadud Nafis, salah satu pendakwah yang juga Ketua Yayasan Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang.

Gus Wadud, sapaan akrabnya, menceritakan, pengalaman itu menjadikan rencana pengambilan video Kuliah Ramadan molor. “Saya melihatnya mereka masih grogi. Barangkali mereka baru pertama kali bertemu dengan saya. Sehingga mereka harus beradaptasi. Nah, inilah yang membuat syuting harus molor lumayan lama,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semeru.

Doktor yang juga pengasuh Pondok Pesantren Manarul Quran, Lumajang, tersebut menjelaskan, sikap yang ditunjukkan host memang biasa terjadi. Sebab, sikap canggung terjadi di awal pertemuan. “Makanya, saya katakan ke mereka, jangan takut salah. Hal itu wajar terjadi. Pembawa acara profesional sekali pun berangkatnya sama. Dari nol. Mereka juga sering melakukan kesalahan di awal. Tapi, mereka segera beradaptasi dan banyak belajar. Sehingga kesalahan itu dapat diminimalisasi,” jelasnya.

Dia mencontohkan salah satu pembawa acara profesional, Najwa Shihab. Menurutnya, Najwa juga melakukan kesalahan di awal karirnya. “Saya yakin Mbak Nana (Najwa, Red) juga banyak kesalahan di awal. Sebab, namanya juga belajar. Kalau di awal memandu acara sudah lancar, saya curiga, jangan-jangan memang sebelumnya sudah berpengalaman,” kata lelaki yang juga menjadi dosen ekonomi di IAIN Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/