alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Dewan Dikepras Rp 1,5 Miliar

Pengadaan Mobil Pimpinan Tetap Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan anggaran untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona memang cukup besar. Tidak hanya OPD yang kebingungan merealokasi anggarannya, DPRD Lumajang pun keteteran. Akibatnya, beberapa rencana program dan belanja kegiatan tidak bisa berjalan.

Pada 2020 lalu, DPRD Lumajang telah merelakan Rp 3,3 miliar untuk kebutuhan self blocking. Anggaran untuk belanja kendaraan pimpinan dan belanja bimbingan teknis staf dewan dikepras. Untuk tahun ini, beberapa kunjungan luar pulau serta bimbingan teknis anggota dewan dihilangkan, totalnya sekitar Rp 1,5 miliar untuk refocusing.

Sekretaris DPRD Lumajang Sutariyono mengatakan, cukup banyak rencana program maupun kegiatan yang tidak bisa berjalan. Hampir sama seperti tahun sebelumnya, beberapa dukungan anggaran untuk peningkatan kompetensi staf anggota dewan terpaksa direalokasi dan tidak bisa dilaksanakan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan anggaran untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona memang cukup besar. Tidak hanya OPD yang kebingungan merealokasi anggarannya, DPRD Lumajang pun keteteran. Akibatnya, beberapa rencana program dan belanja kegiatan tidak bisa berjalan.

Pada 2020 lalu, DPRD Lumajang telah merelakan Rp 3,3 miliar untuk kebutuhan self blocking. Anggaran untuk belanja kendaraan pimpinan dan belanja bimbingan teknis staf dewan dikepras. Untuk tahun ini, beberapa kunjungan luar pulau serta bimbingan teknis anggota dewan dihilangkan, totalnya sekitar Rp 1,5 miliar untuk refocusing.

Sekretaris DPRD Lumajang Sutariyono mengatakan, cukup banyak rencana program maupun kegiatan yang tidak bisa berjalan. Hampir sama seperti tahun sebelumnya, beberapa dukungan anggaran untuk peningkatan kompetensi staf anggota dewan terpaksa direalokasi dan tidak bisa dilaksanakan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan anggaran untuk pendanaan vaksinasi dan penanganan korona memang cukup besar. Tidak hanya OPD yang kebingungan merealokasi anggarannya, DPRD Lumajang pun keteteran. Akibatnya, beberapa rencana program dan belanja kegiatan tidak bisa berjalan.

Pada 2020 lalu, DPRD Lumajang telah merelakan Rp 3,3 miliar untuk kebutuhan self blocking. Anggaran untuk belanja kendaraan pimpinan dan belanja bimbingan teknis staf dewan dikepras. Untuk tahun ini, beberapa kunjungan luar pulau serta bimbingan teknis anggota dewan dihilangkan, totalnya sekitar Rp 1,5 miliar untuk refocusing.

Sekretaris DPRD Lumajang Sutariyono mengatakan, cukup banyak rencana program maupun kegiatan yang tidak bisa berjalan. Hampir sama seperti tahun sebelumnya, beberapa dukungan anggaran untuk peningkatan kompetensi staf anggota dewan terpaksa direalokasi dan tidak bisa dilaksanakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/