alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Terlilit Utang, Jual Ginjal Rp 500 Juta

Setelah Didatangi Bupati Diurungkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desakan ekonomi dan terlilit utang membuat seorang ibu rumah tangga berniat menjual ginjalnya. Melalui sosial media, dia menawarkan ginjalnya seharga Rp 500 juta. Hal tersebut menarik perhatian masyarakat Lumajang. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan forkompimda mendatangi rumahnya untuk mendengar secara langsung keluhannya, kemarin.
Perempuan itu bernama Parhiatun Haini. Ibu tiga anak tersebut tinggal di Jalan Mayor Kamari Sampurno 25, Ditotrunan. Sedangkan suaminya bekerja sebagai satpam di Surabaya. Utang sebesar Rp 2 juta dan pinjaman ke bank membuatnya emosional dan kehilangan akal.“Saya punya utang Rp 2 juta ke warga dan ada tanggungan membayar pinjaman di bank. Waktu pengembaliannya sudah mepet, saya tidak punya pikiran lain selain menjual ginjal. Jadi, saya berniat menjualnya seharga Rp 500 juta di grup WhatsApp,” ungkapnya.
Aini, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa utang sejumlah Rp 2 juta tersebut sudah terselesaikan. Namun, tanggungan di bank masih belum bisa dibayarkan. Suaminya yang bekerja tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga, keputusan itu dipilih. Setelah didatangi bupati, niat menjual diurungkan. “Saya mohon maaf. Saya khilaf dan emosional. Sekarang sudah tidak ada niat menjual ginjal lagi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, kedatangannya tersebut untuk mendengar secara langsung keluh kesah kondisi ekonomi keluarga Aini. Menurutnya, dengan kondisi terimpit dan terlilit utang, seseorang bisa memiliki pikiran di luar akal sehat.
“Kedatangan saya untuk mendengar langsung keinginan Bu Aini menjual ginjal. Persoalannya utang piutang dan masih ada tanggungan pinjaman ke bank. Karena kebutuhan keluarga banyak dan tidak bisa terpenuhi, bisa jadi dengan kondisi ekonomi tersebut memungkinkan orang untuk memiliki pikiran di luar akal sehat,” jelasnya.
Setelah didatangi, Aini mengurungkan niat menjual ginjalnya. Hal tersebut membuat Cak Thoriq senang. Pihaknya siap berkoordinasi dengan bank agar ada keringanan pembayaran pinjaman. “Saya akan komunikasikan dengan bank untuk relaksasi kredit. Hal itu akan memudahkan tenggang waktu agar bisa menyelesaikan tanggungan,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desakan ekonomi dan terlilit utang membuat seorang ibu rumah tangga berniat menjual ginjalnya. Melalui sosial media, dia menawarkan ginjalnya seharga Rp 500 juta. Hal tersebut menarik perhatian masyarakat Lumajang. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan forkompimda mendatangi rumahnya untuk mendengar secara langsung keluhannya, kemarin.
Perempuan itu bernama Parhiatun Haini. Ibu tiga anak tersebut tinggal di Jalan Mayor Kamari Sampurno 25, Ditotrunan. Sedangkan suaminya bekerja sebagai satpam di Surabaya. Utang sebesar Rp 2 juta dan pinjaman ke bank membuatnya emosional dan kehilangan akal.“Saya punya utang Rp 2 juta ke warga dan ada tanggungan membayar pinjaman di bank. Waktu pengembaliannya sudah mepet, saya tidak punya pikiran lain selain menjual ginjal. Jadi, saya berniat menjualnya seharga Rp 500 juta di grup WhatsApp,” ungkapnya.
Aini, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa utang sejumlah Rp 2 juta tersebut sudah terselesaikan. Namun, tanggungan di bank masih belum bisa dibayarkan. Suaminya yang bekerja tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga, keputusan itu dipilih. Setelah didatangi bupati, niat menjual diurungkan. “Saya mohon maaf. Saya khilaf dan emosional. Sekarang sudah tidak ada niat menjual ginjal lagi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, kedatangannya tersebut untuk mendengar secara langsung keluh kesah kondisi ekonomi keluarga Aini. Menurutnya, dengan kondisi terimpit dan terlilit utang, seseorang bisa memiliki pikiran di luar akal sehat.
“Kedatangan saya untuk mendengar langsung keinginan Bu Aini menjual ginjal. Persoalannya utang piutang dan masih ada tanggungan pinjaman ke bank. Karena kebutuhan keluarga banyak dan tidak bisa terpenuhi, bisa jadi dengan kondisi ekonomi tersebut memungkinkan orang untuk memiliki pikiran di luar akal sehat,” jelasnya.
Setelah didatangi, Aini mengurungkan niat menjual ginjalnya. Hal tersebut membuat Cak Thoriq senang. Pihaknya siap berkoordinasi dengan bank agar ada keringanan pembayaran pinjaman. “Saya akan komunikasikan dengan bank untuk relaksasi kredit. Hal itu akan memudahkan tenggang waktu agar bisa menyelesaikan tanggungan,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desakan ekonomi dan terlilit utang membuat seorang ibu rumah tangga berniat menjual ginjalnya. Melalui sosial media, dia menawarkan ginjalnya seharga Rp 500 juta. Hal tersebut menarik perhatian masyarakat Lumajang. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan forkompimda mendatangi rumahnya untuk mendengar secara langsung keluhannya, kemarin.
Perempuan itu bernama Parhiatun Haini. Ibu tiga anak tersebut tinggal di Jalan Mayor Kamari Sampurno 25, Ditotrunan. Sedangkan suaminya bekerja sebagai satpam di Surabaya. Utang sebesar Rp 2 juta dan pinjaman ke bank membuatnya emosional dan kehilangan akal.“Saya punya utang Rp 2 juta ke warga dan ada tanggungan membayar pinjaman di bank. Waktu pengembaliannya sudah mepet, saya tidak punya pikiran lain selain menjual ginjal. Jadi, saya berniat menjualnya seharga Rp 500 juta di grup WhatsApp,” ungkapnya.
Aini, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa utang sejumlah Rp 2 juta tersebut sudah terselesaikan. Namun, tanggungan di bank masih belum bisa dibayarkan. Suaminya yang bekerja tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga, keputusan itu dipilih. Setelah didatangi bupati, niat menjual diurungkan. “Saya mohon maaf. Saya khilaf dan emosional. Sekarang sudah tidak ada niat menjual ginjal lagi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, kedatangannya tersebut untuk mendengar secara langsung keluh kesah kondisi ekonomi keluarga Aini. Menurutnya, dengan kondisi terimpit dan terlilit utang, seseorang bisa memiliki pikiran di luar akal sehat.
“Kedatangan saya untuk mendengar langsung keinginan Bu Aini menjual ginjal. Persoalannya utang piutang dan masih ada tanggungan pinjaman ke bank. Karena kebutuhan keluarga banyak dan tidak bisa terpenuhi, bisa jadi dengan kondisi ekonomi tersebut memungkinkan orang untuk memiliki pikiran di luar akal sehat,” jelasnya.
Setelah didatangi, Aini mengurungkan niat menjual ginjalnya. Hal tersebut membuat Cak Thoriq senang. Pihaknya siap berkoordinasi dengan bank agar ada keringanan pembayaran pinjaman. “Saya akan komunikasikan dengan bank untuk relaksasi kredit. Hal itu akan memudahkan tenggang waktu agar bisa menyelesaikan tanggungan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca