alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pengamanan Nataru Diperketat, Larang Semua Jenis Kerumunan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tinggal menghitung hari. Aturan dan kebijakan sudah ditentukan pemerintah. Salah satunya perayaan Nataru secara sederhana. Artinya, kegiatan tersebut cukup dilakukan sekelompok orang tanpa menimbulkan kerumunan. Sebab, dimungkinkan kerumunan bisa saja terjadi di beberapa tempat.

Oleh karena itu, pengamanan diperlukan untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di akhir tahun ini. Khususnya di tempat ibadah, kawasan kota, pusat perbelanjaan, hingga pariwisata. Sebab, sesuai aturan, pemerintah telah melarang segala bentuk kegiatan, baik pawai, arak-arakan, maupun ibadah dalam jumlah besar.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menegaskan, masyarakat tidak diizinkan untuk menggelar perayaan terbuka ataupun tertutup. Oleh karena itu, 441 personel disiapkan untuk pengamanan tersebut. Perinciannya 200 personel dari Polres Lumajang. Sementara 241 personel lainnya merupakan personel gabungan dari TNI dan instansi terkait.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sediakan pos pantau pengamanan di tiga tempat. Yakni di depan GM Plaza, Labruk Lor Lumajang, depan Pasar Baru Lumajang, dan terakhir di simpang tiga Tugu Candipuro. Pos ini didirikan untuk membantu kelancaran dan terpeliharanya keamanan Nataru tahun ini,” katanya.

Pengamanan ini juga bagian dari rangkaian Operasi Lilin selama sepuluh hari ke depan. Agar aktivitas ibadah di gereja dan lainnya tidak memunculkan klaster baru Covid-19. Selain itu, pengamanan ini juga bisa mencegah segala kriminalitas di masyarakat. “Seperti adanya ancaman terorisme, radikalisme, sabotase, dan tindak kriminal lainnya. Tapi, itu semua sudah kami mapping,” imbuhnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tinggal menghitung hari. Aturan dan kebijakan sudah ditentukan pemerintah. Salah satunya perayaan Nataru secara sederhana. Artinya, kegiatan tersebut cukup dilakukan sekelompok orang tanpa menimbulkan kerumunan. Sebab, dimungkinkan kerumunan bisa saja terjadi di beberapa tempat.

Oleh karena itu, pengamanan diperlukan untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di akhir tahun ini. Khususnya di tempat ibadah, kawasan kota, pusat perbelanjaan, hingga pariwisata. Sebab, sesuai aturan, pemerintah telah melarang segala bentuk kegiatan, baik pawai, arak-arakan, maupun ibadah dalam jumlah besar.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menegaskan, masyarakat tidak diizinkan untuk menggelar perayaan terbuka ataupun tertutup. Oleh karena itu, 441 personel disiapkan untuk pengamanan tersebut. Perinciannya 200 personel dari Polres Lumajang. Sementara 241 personel lainnya merupakan personel gabungan dari TNI dan instansi terkait.

“Kami sediakan pos pantau pengamanan di tiga tempat. Yakni di depan GM Plaza, Labruk Lor Lumajang, depan Pasar Baru Lumajang, dan terakhir di simpang tiga Tugu Candipuro. Pos ini didirikan untuk membantu kelancaran dan terpeliharanya keamanan Nataru tahun ini,” katanya.

Pengamanan ini juga bagian dari rangkaian Operasi Lilin selama sepuluh hari ke depan. Agar aktivitas ibadah di gereja dan lainnya tidak memunculkan klaster baru Covid-19. Selain itu, pengamanan ini juga bisa mencegah segala kriminalitas di masyarakat. “Seperti adanya ancaman terorisme, radikalisme, sabotase, dan tindak kriminal lainnya. Tapi, itu semua sudah kami mapping,” imbuhnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tinggal menghitung hari. Aturan dan kebijakan sudah ditentukan pemerintah. Salah satunya perayaan Nataru secara sederhana. Artinya, kegiatan tersebut cukup dilakukan sekelompok orang tanpa menimbulkan kerumunan. Sebab, dimungkinkan kerumunan bisa saja terjadi di beberapa tempat.

Oleh karena itu, pengamanan diperlukan untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di akhir tahun ini. Khususnya di tempat ibadah, kawasan kota, pusat perbelanjaan, hingga pariwisata. Sebab, sesuai aturan, pemerintah telah melarang segala bentuk kegiatan, baik pawai, arak-arakan, maupun ibadah dalam jumlah besar.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menegaskan, masyarakat tidak diizinkan untuk menggelar perayaan terbuka ataupun tertutup. Oleh karena itu, 441 personel disiapkan untuk pengamanan tersebut. Perinciannya 200 personel dari Polres Lumajang. Sementara 241 personel lainnya merupakan personel gabungan dari TNI dan instansi terkait.

“Kami sediakan pos pantau pengamanan di tiga tempat. Yakni di depan GM Plaza, Labruk Lor Lumajang, depan Pasar Baru Lumajang, dan terakhir di simpang tiga Tugu Candipuro. Pos ini didirikan untuk membantu kelancaran dan terpeliharanya keamanan Nataru tahun ini,” katanya.

Pengamanan ini juga bagian dari rangkaian Operasi Lilin selama sepuluh hari ke depan. Agar aktivitas ibadah di gereja dan lainnya tidak memunculkan klaster baru Covid-19. Selain itu, pengamanan ini juga bisa mencegah segala kriminalitas di masyarakat. “Seperti adanya ancaman terorisme, radikalisme, sabotase, dan tindak kriminal lainnya. Tapi, itu semua sudah kami mapping,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/