alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Dokter Spesialis di Lumajang Masih Minim Lur..

Gelar pahlawan tahun ini sepertinya masih harus tetap disematkan untuk para dokter dan tenaga kesehatan. Di tengah pandemi, mereka terus berjibaku menangani pasien korona. Namun, siapa yang menyangka jika jumlah dokter di Lumajang masih terbatas.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemarin, momentum Hari Dokter Nasional dirayakan serentak di Indonesia. Sebab, setiap tanggal 24 Oktober, peringatan itu dilakukan. Para dokter memainkan peran penting dalam perang melawan pandemi selama satu setengah tahun terakhir ini. Tidak sedikit pula mereka yang terpapar saat menjalani tugas mulia itu.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang mencatat, dalam pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa waktu lalu, jumlahnya sangat minim. Dari sisi pendaftar sangat banyak, namun hanya tiga dokter yang diterima. Artinya, jumlah dokter di Lumajang sangat terbatas. Terlebih, dokter spesialis yang masih belum mencukupi.

“Setiap tahun memang ada pengajuan formasi. Baik dokter umum, dokter gigi, ataupun dokter spesialis. Namun, hanya sedikit kuota yang disediakan pemerintah. Selain itu, saat mereka mengikuti CPNS, nilai mereka di bawah passing grade yang sudah ditentukan. Sehingga mereka tidak lolos,” ungkap Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Taufik menyebutkan, jumlah dokter di Lumajang dengan status PNS sekitar 122 orang. Perinciannya, dokter umum sebanyak 71 orang, dokter gigi ada 34 orang, dan dokter spesialis berjumlah 17 orang.

Dengan jumlah yang terbatas tersebut, terkadang pelayanan kesehatan di Lumajang masih belum maksimal. “Terutama saat ada peristiwa yang butuh dokter spesialis. Sedangkan, jika tidak ada di Lumajang, kami harus merujuknya ke luar kota,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemarin, momentum Hari Dokter Nasional dirayakan serentak di Indonesia. Sebab, setiap tanggal 24 Oktober, peringatan itu dilakukan. Para dokter memainkan peran penting dalam perang melawan pandemi selama satu setengah tahun terakhir ini. Tidak sedikit pula mereka yang terpapar saat menjalani tugas mulia itu.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang mencatat, dalam pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa waktu lalu, jumlahnya sangat minim. Dari sisi pendaftar sangat banyak, namun hanya tiga dokter yang diterima. Artinya, jumlah dokter di Lumajang sangat terbatas. Terlebih, dokter spesialis yang masih belum mencukupi.

“Setiap tahun memang ada pengajuan formasi. Baik dokter umum, dokter gigi, ataupun dokter spesialis. Namun, hanya sedikit kuota yang disediakan pemerintah. Selain itu, saat mereka mengikuti CPNS, nilai mereka di bawah passing grade yang sudah ditentukan. Sehingga mereka tidak lolos,” ungkap Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Lumajang.

Taufik menyebutkan, jumlah dokter di Lumajang dengan status PNS sekitar 122 orang. Perinciannya, dokter umum sebanyak 71 orang, dokter gigi ada 34 orang, dan dokter spesialis berjumlah 17 orang.

Dengan jumlah yang terbatas tersebut, terkadang pelayanan kesehatan di Lumajang masih belum maksimal. “Terutama saat ada peristiwa yang butuh dokter spesialis. Sedangkan, jika tidak ada di Lumajang, kami harus merujuknya ke luar kota,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemarin, momentum Hari Dokter Nasional dirayakan serentak di Indonesia. Sebab, setiap tanggal 24 Oktober, peringatan itu dilakukan. Para dokter memainkan peran penting dalam perang melawan pandemi selama satu setengah tahun terakhir ini. Tidak sedikit pula mereka yang terpapar saat menjalani tugas mulia itu.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang mencatat, dalam pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa waktu lalu, jumlahnya sangat minim. Dari sisi pendaftar sangat banyak, namun hanya tiga dokter yang diterima. Artinya, jumlah dokter di Lumajang sangat terbatas. Terlebih, dokter spesialis yang masih belum mencukupi.

“Setiap tahun memang ada pengajuan formasi. Baik dokter umum, dokter gigi, ataupun dokter spesialis. Namun, hanya sedikit kuota yang disediakan pemerintah. Selain itu, saat mereka mengikuti CPNS, nilai mereka di bawah passing grade yang sudah ditentukan. Sehingga mereka tidak lolos,” ungkap Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Lumajang.

Taufik menyebutkan, jumlah dokter di Lumajang dengan status PNS sekitar 122 orang. Perinciannya, dokter umum sebanyak 71 orang, dokter gigi ada 34 orang, dan dokter spesialis berjumlah 17 orang.

Dengan jumlah yang terbatas tersebut, terkadang pelayanan kesehatan di Lumajang masih belum maksimal. “Terutama saat ada peristiwa yang butuh dokter spesialis. Sedangkan, jika tidak ada di Lumajang, kami harus merujuknya ke luar kota,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/