Panen Sampah, DLH Lumajang Sarankan Pengolahan Sampah dari Rumah

Desa mandiri sampah merupakan salah satu target prioritas. Upayanya tidak sekadar mendatangi desa dan memberikan pemahaman penanganan sampah. Tetapi, memberikan edukasi sejak di lingkungan keluarga bahwa  pengurangan sampah harus dilakukan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lingkungan yang nyaman, asri, dan bersih akan selalu disukai banyak orang. Namun, sering kali hal tersebut hanyalah dambaan. Sebab, masyarakat abai terhadap lingkungannya sendiri. Salah satunya adalah sampah. Padahal, setiap hari jumlahnya selalu naik. Sedikitnya, hingga bulan Juni, jumlahnya sudah mencapai 31.548,3 ton.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 98 unit tempat pembuangan sampah yang tersebar di Lumajang. Sementara, total bank sampah berjumlah 53 unit. Namun, hanya 25 unit yang masih aktif hingga sekarang. Tidak hanya itu, upaya yang dilakukan pemerintah juga menyediakan tong khusus masker yang tersebar pada 13 titik di Lumajang.

Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang Agung Kuncoro menjelaskan, idealnya pengolahan sampah dilakukan sejak dari rumah. Sebab, permasalahan sampah menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha juga terlibat. Sehingga hal tersebut bisa mengurangi permasalahan sampah.

MENUMPUK: Aktivitas sejumlah pemulung dan petugas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lempeni, Tempeh, kemarin. Hingga Juni lalu, total sampah yang tertangani sebanyak 31.548,3 ton.

“Pengelolaan sampah ini sudah dimulai sejak di dalam rumah tangga. Reduce, reuse, dan recycle atau 3R. Pertama adalah mengurangi gaya hidup. Misalnya, saat berbelanja tidak lagi menggunakan sampah plastik, tetapi dengan tas. Kedua, dengan memilah sampah. Artinya, masing-masing sampah bisa dikategorikan dan itu bisa dilakukan daur ulang. Nah, hal tersebut tentu akan mendatangkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.