alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dua Bulan Stagnan, Pelebaran Jalan Mahakam Dikebut

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proyek pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang, terus dikebut. Hingga kemarin, kemajuan proyek masih belum signifikan. Sudah dua bulan berjalan, proyek masih bertahan di bawah 20 persen. Padahal, pemeliharaan jalan lain sudah mencapai 50 persen.

Meski demikian, pelebaran Jalan Mahakam sudah beralih ke sisi selatan. Awalnya, sisi utara akan dituntaskan hingga pengecoran. Namun, sejumlah titik galian mengalami kendala. Seperti pipa PDAM yang terkena benturan alat berat hingga material tidak datang tepat waktu. Karena itu, sisi selatan juga mulai dilakukan penggalian.

Budi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, mengatakan, galian sisi selatan Jalan Mahakam akan segera dituntaskan. Pengerjaan tidak hanya dilakukan pagi hingga sore. Malam hari, para pekerja juga akan menyelesaikannya. “Sampai malam akan diselesaikan galiannya. Sehingga, hari besoknya bisa beralih ke bagian lain,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, pengerjaan tersebut untuk menghindari kemacetan. Sebab, lebar jalan tersebut masih tidak sesuai standar. Sehingga, pelebaran satu meter di sisi utara dan selatan bisa memenuhi standar jalan provinsi.

“Standarnya Bina Marga provinsi selebar tujuh meter. Sedangkan di Jalan Mahakam sangat sempit. Sekitar lima meter saja. Penambahan di masing-masing sisi itu dengan cor. Setelah semua galian ditutup dengan itu, selanjutnya akan diaspal. Nah, pengaspalan tidak hanya untuk menutup itu, melainkan aspal sebelumnya juga akan diaspal lagi. Jadi, lebar aspal juga sama, tujuh meter,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proyek pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang, terus dikebut. Hingga kemarin, kemajuan proyek masih belum signifikan. Sudah dua bulan berjalan, proyek masih bertahan di bawah 20 persen. Padahal, pemeliharaan jalan lain sudah mencapai 50 persen.

Meski demikian, pelebaran Jalan Mahakam sudah beralih ke sisi selatan. Awalnya, sisi utara akan dituntaskan hingga pengecoran. Namun, sejumlah titik galian mengalami kendala. Seperti pipa PDAM yang terkena benturan alat berat hingga material tidak datang tepat waktu. Karena itu, sisi selatan juga mulai dilakukan penggalian.

Budi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, mengatakan, galian sisi selatan Jalan Mahakam akan segera dituntaskan. Pengerjaan tidak hanya dilakukan pagi hingga sore. Malam hari, para pekerja juga akan menyelesaikannya. “Sampai malam akan diselesaikan galiannya. Sehingga, hari besoknya bisa beralih ke bagian lain,” katanya.

Dia menjelaskan, pengerjaan tersebut untuk menghindari kemacetan. Sebab, lebar jalan tersebut masih tidak sesuai standar. Sehingga, pelebaran satu meter di sisi utara dan selatan bisa memenuhi standar jalan provinsi.

“Standarnya Bina Marga provinsi selebar tujuh meter. Sedangkan di Jalan Mahakam sangat sempit. Sekitar lima meter saja. Penambahan di masing-masing sisi itu dengan cor. Setelah semua galian ditutup dengan itu, selanjutnya akan diaspal. Nah, pengaspalan tidak hanya untuk menutup itu, melainkan aspal sebelumnya juga akan diaspal lagi. Jadi, lebar aspal juga sama, tujuh meter,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proyek pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang, terus dikebut. Hingga kemarin, kemajuan proyek masih belum signifikan. Sudah dua bulan berjalan, proyek masih bertahan di bawah 20 persen. Padahal, pemeliharaan jalan lain sudah mencapai 50 persen.

Meski demikian, pelebaran Jalan Mahakam sudah beralih ke sisi selatan. Awalnya, sisi utara akan dituntaskan hingga pengecoran. Namun, sejumlah titik galian mengalami kendala. Seperti pipa PDAM yang terkena benturan alat berat hingga material tidak datang tepat waktu. Karena itu, sisi selatan juga mulai dilakukan penggalian.

Budi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, mengatakan, galian sisi selatan Jalan Mahakam akan segera dituntaskan. Pengerjaan tidak hanya dilakukan pagi hingga sore. Malam hari, para pekerja juga akan menyelesaikannya. “Sampai malam akan diselesaikan galiannya. Sehingga, hari besoknya bisa beralih ke bagian lain,” katanya.

Dia menjelaskan, pengerjaan tersebut untuk menghindari kemacetan. Sebab, lebar jalan tersebut masih tidak sesuai standar. Sehingga, pelebaran satu meter di sisi utara dan selatan bisa memenuhi standar jalan provinsi.

“Standarnya Bina Marga provinsi selebar tujuh meter. Sedangkan di Jalan Mahakam sangat sempit. Sekitar lima meter saja. Penambahan di masing-masing sisi itu dengan cor. Setelah semua galian ditutup dengan itu, selanjutnya akan diaspal. Nah, pengaspalan tidak hanya untuk menutup itu, melainkan aspal sebelumnya juga akan diaspal lagi. Jadi, lebar aspal juga sama, tujuh meter,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/