alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Waspada Peredaran Jajanan Tidak Sehat untuk Anak Sekolah

Anak-anak adalah generasi emas penerus bangsa. Cita-cita mulia ini perlu diperhatikan bersama. Salah satunya pada konsumsi jajanan sehari-hari. Kalau di rumah dapat terjamin keamanannya, bagaimana saat di sekolah?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Usia anak-anak memang usia aktif. Setiap harinya mereka tidak luput dari mencoba hal-hal baru. Sebab, bagi mereka, hal itu menjadi pengalaman menarik yang akan terus dilakukan setiap hari.

BACA JUGA : Perlu Keseriusan Bersama agar Dapat Ditanggulangi

Meski usia aktif, seyogianya aktivitas mereka juga tetap dalam pengawasan. Orang tua berperan penting dalam setiap perubahan kehidupan anak-anaknya. Tak terkecuali dalam keamanan pangan yang diberikan. Sebab, tidak sedikit makanan yang dikonsumsi anak-anak ternyata memiliki risiko besar terhadap kesehatan dan perkembangan mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Administrator Muda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang Sri Lestari mengungkapkan, makanan tidak sehat sering kali ditemukan dalam olahan pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Tidak hanya makanan yang berwarna dan pengawet. Makanan yang memiliki bau kuat dan tahan lama juga memiliki risiko hampir sama.

“Paling banyak ditemui memang jajanan di luar seperti kerupuk merah yang ada di rujak. Makanan yang memiliki warna mencolok. Ini seperti makanan yang ditambah dengan saus dan lainnya. Semua PJAS itu memiliki risiko. Baik kecil, sedang, maupun besar terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Usia anak-anak memang usia aktif. Setiap harinya mereka tidak luput dari mencoba hal-hal baru. Sebab, bagi mereka, hal itu menjadi pengalaman menarik yang akan terus dilakukan setiap hari.

BACA JUGA : Perlu Keseriusan Bersama agar Dapat Ditanggulangi

Meski usia aktif, seyogianya aktivitas mereka juga tetap dalam pengawasan. Orang tua berperan penting dalam setiap perubahan kehidupan anak-anaknya. Tak terkecuali dalam keamanan pangan yang diberikan. Sebab, tidak sedikit makanan yang dikonsumsi anak-anak ternyata memiliki risiko besar terhadap kesehatan dan perkembangan mereka.

Administrator Muda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang Sri Lestari mengungkapkan, makanan tidak sehat sering kali ditemukan dalam olahan pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Tidak hanya makanan yang berwarna dan pengawet. Makanan yang memiliki bau kuat dan tahan lama juga memiliki risiko hampir sama.

“Paling banyak ditemui memang jajanan di luar seperti kerupuk merah yang ada di rujak. Makanan yang memiliki warna mencolok. Ini seperti makanan yang ditambah dengan saus dan lainnya. Semua PJAS itu memiliki risiko. Baik kecil, sedang, maupun besar terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Usia anak-anak memang usia aktif. Setiap harinya mereka tidak luput dari mencoba hal-hal baru. Sebab, bagi mereka, hal itu menjadi pengalaman menarik yang akan terus dilakukan setiap hari.

BACA JUGA : Perlu Keseriusan Bersama agar Dapat Ditanggulangi

Meski usia aktif, seyogianya aktivitas mereka juga tetap dalam pengawasan. Orang tua berperan penting dalam setiap perubahan kehidupan anak-anaknya. Tak terkecuali dalam keamanan pangan yang diberikan. Sebab, tidak sedikit makanan yang dikonsumsi anak-anak ternyata memiliki risiko besar terhadap kesehatan dan perkembangan mereka.

Administrator Muda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang Sri Lestari mengungkapkan, makanan tidak sehat sering kali ditemukan dalam olahan pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Tidak hanya makanan yang berwarna dan pengawet. Makanan yang memiliki bau kuat dan tahan lama juga memiliki risiko hampir sama.

“Paling banyak ditemui memang jajanan di luar seperti kerupuk merah yang ada di rujak. Makanan yang memiliki warna mencolok. Ini seperti makanan yang ditambah dengan saus dan lainnya. Semua PJAS itu memiliki risiko. Baik kecil, sedang, maupun besar terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/