alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Kontrol Jajanan Sembarangan untuk Anak, Mulai dari Orang Tua

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pangan jajan anak sekolah (PJAS) memang sulit dikontrol. Sebab, jajanan yang dijual beragam. Selain itu, pelaku usaha yang berjualan juga berpindah-pindah tempat. Hal ini berpotensi makanan yang dijual memiliki risiko gangguan kesehatan.

BACA JUGA : Polres Semarang Belum Pastikan Jenis Kelamin Penemuan Potongan Tubuh

Oleh karena itu, peran seluruh pihak sangat dibutuhkan. Tidak hanya tenaga kesehatan. Tetapi, peran orang tua dan keluarga harus diutamakan. Sebab, merekalah yang dekat dengan anak-anak, sehingga kontrol makanan mudah dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Administrator Muda Dinkes P2KB Lumajang Sri Lestari mengatakan, saat ini ada 35 sampel makanan yang diperiksakan. Pemeriksaan itu dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, hasil pemeriksaan itu belum bisa diketahui. Sebab, laboratorium pemeriksa di Surabaya masih melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Perempuan yang juga menjabat di Subkoordinasi Farmasi dan Alkes Dinkes P2KB Lumajang itu menerangkan, sembari menunggu hasil lab, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya pihak sekolah dan pelaku usaha PJAS. Sehingga anak-anak terlindungi dari makanan berbahaya dan memiliki risiko besar terhadap kesehatan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pangan jajan anak sekolah (PJAS) memang sulit dikontrol. Sebab, jajanan yang dijual beragam. Selain itu, pelaku usaha yang berjualan juga berpindah-pindah tempat. Hal ini berpotensi makanan yang dijual memiliki risiko gangguan kesehatan.

BACA JUGA : Polres Semarang Belum Pastikan Jenis Kelamin Penemuan Potongan Tubuh

Oleh karena itu, peran seluruh pihak sangat dibutuhkan. Tidak hanya tenaga kesehatan. Tetapi, peran orang tua dan keluarga harus diutamakan. Sebab, merekalah yang dekat dengan anak-anak, sehingga kontrol makanan mudah dilakukan.

Administrator Muda Dinkes P2KB Lumajang Sri Lestari mengatakan, saat ini ada 35 sampel makanan yang diperiksakan. Pemeriksaan itu dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, hasil pemeriksaan itu belum bisa diketahui. Sebab, laboratorium pemeriksa di Surabaya masih melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Perempuan yang juga menjabat di Subkoordinasi Farmasi dan Alkes Dinkes P2KB Lumajang itu menerangkan, sembari menunggu hasil lab, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya pihak sekolah dan pelaku usaha PJAS. Sehingga anak-anak terlindungi dari makanan berbahaya dan memiliki risiko besar terhadap kesehatan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pangan jajan anak sekolah (PJAS) memang sulit dikontrol. Sebab, jajanan yang dijual beragam. Selain itu, pelaku usaha yang berjualan juga berpindah-pindah tempat. Hal ini berpotensi makanan yang dijual memiliki risiko gangguan kesehatan.

BACA JUGA : Polres Semarang Belum Pastikan Jenis Kelamin Penemuan Potongan Tubuh

Oleh karena itu, peran seluruh pihak sangat dibutuhkan. Tidak hanya tenaga kesehatan. Tetapi, peran orang tua dan keluarga harus diutamakan. Sebab, merekalah yang dekat dengan anak-anak, sehingga kontrol makanan mudah dilakukan.

Administrator Muda Dinkes P2KB Lumajang Sri Lestari mengatakan, saat ini ada 35 sampel makanan yang diperiksakan. Pemeriksaan itu dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, hasil pemeriksaan itu belum bisa diketahui. Sebab, laboratorium pemeriksa di Surabaya masih melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Perempuan yang juga menjabat di Subkoordinasi Farmasi dan Alkes Dinkes P2KB Lumajang itu menerangkan, sembari menunggu hasil lab, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya pihak sekolah dan pelaku usaha PJAS. Sehingga anak-anak terlindungi dari makanan berbahaya dan memiliki risiko besar terhadap kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/