alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Bupati Lumajang Serahkan Proses Hukum kepada APH

Berkaitan Dugaan Potensi Kerugian Uang Negara Rp 800 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Dugaan kasus korupsi yang menjerat rekanan hingga beberapa oknum pegawai instansi di lingkungan Pemkab Lumajang ramai jadi rasan-rasan. Sejak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang mengumumkan potensi kerugian pada pengadaan bibit pisang mas kirana yang mencapai Rp 800 juta, isu itu makin santer dibicarakan.

BACA JUGA : Waspada Peredaran Jajanan Tidak Sehat untuk Anak Sekolah

Kemarin, setelah melaksanakan salat Jumat di masjid dekat Kantor PCNU Lumajang, Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, Bupati Lumajang Thoriqul Haq merespons permasalahan yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut. Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada aparat penegak hukum (APH).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya sebagai bupati memberikan data secara transparan, menyampaikan kepada teman-teman OPD pada tahap nanti perlu tambahan data yang diperlukan, harus diberikan. Kita patuh pada proses hukum yang sedang berjalan. Ini memakai anggaran dari dana pusat, dana alokasi khusus atau DAK,” katanya.

Menurutnya, kasus dugaan penyelewengan uang negara yang terjadi pada tahun 2020 lalu memang sangat mengecewakan. Pasalnya, pengadaan 200 ribu lebih bibit pisang mas kirana yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas produk unggulan milik Lumajang malah berujung masalah hukum.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Dugaan kasus korupsi yang menjerat rekanan hingga beberapa oknum pegawai instansi di lingkungan Pemkab Lumajang ramai jadi rasan-rasan. Sejak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang mengumumkan potensi kerugian pada pengadaan bibit pisang mas kirana yang mencapai Rp 800 juta, isu itu makin santer dibicarakan.

BACA JUGA : Waspada Peredaran Jajanan Tidak Sehat untuk Anak Sekolah

Kemarin, setelah melaksanakan salat Jumat di masjid dekat Kantor PCNU Lumajang, Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, Bupati Lumajang Thoriqul Haq merespons permasalahan yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut. Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada aparat penegak hukum (APH).

“Saya sebagai bupati memberikan data secara transparan, menyampaikan kepada teman-teman OPD pada tahap nanti perlu tambahan data yang diperlukan, harus diberikan. Kita patuh pada proses hukum yang sedang berjalan. Ini memakai anggaran dari dana pusat, dana alokasi khusus atau DAK,” katanya.

Menurutnya, kasus dugaan penyelewengan uang negara yang terjadi pada tahun 2020 lalu memang sangat mengecewakan. Pasalnya, pengadaan 200 ribu lebih bibit pisang mas kirana yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas produk unggulan milik Lumajang malah berujung masalah hukum.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Dugaan kasus korupsi yang menjerat rekanan hingga beberapa oknum pegawai instansi di lingkungan Pemkab Lumajang ramai jadi rasan-rasan. Sejak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang mengumumkan potensi kerugian pada pengadaan bibit pisang mas kirana yang mencapai Rp 800 juta, isu itu makin santer dibicarakan.

BACA JUGA : Waspada Peredaran Jajanan Tidak Sehat untuk Anak Sekolah

Kemarin, setelah melaksanakan salat Jumat di masjid dekat Kantor PCNU Lumajang, Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, Bupati Lumajang Thoriqul Haq merespons permasalahan yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut. Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada aparat penegak hukum (APH).

“Saya sebagai bupati memberikan data secara transparan, menyampaikan kepada teman-teman OPD pada tahap nanti perlu tambahan data yang diperlukan, harus diberikan. Kita patuh pada proses hukum yang sedang berjalan. Ini memakai anggaran dari dana pusat, dana alokasi khusus atau DAK,” katanya.

Menurutnya, kasus dugaan penyelewengan uang negara yang terjadi pada tahun 2020 lalu memang sangat mengecewakan. Pasalnya, pengadaan 200 ribu lebih bibit pisang mas kirana yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas produk unggulan milik Lumajang malah berujung masalah hukum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/