alexametrics
30.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Selesaikan dengan Kepala Dingin

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjadi mediator dalam suatu kasus memang tidak mudah. Ada banyak pihak yang beradu dan memiliki kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterampilan menganalisis situasi dan mencari solusi dengan cepat serta tepat. Namun, keterampilan tersebut tidak bisa didapat dengan mudah.

Setyawan Purnomo, lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Kajian Masalah Strategis Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (KMS Bakesbangpol) Lumajang, memiliki cara tersendiri. Berawal dari pengalaman bertahun-tahun, keterampilan tersebut semakin terasah. Meski dalam setiap kasus kedua pihak ngeyel dan mencari pembenaran, dia selalu melihat dari semua sisi.

Setyawan mengungkapkan, sebisa mungkin setiap penyelesaian diselesaikan dengan cara mufakat. Namun, mediasi tersebut tidak bisa dengan mudah diselesaikan. Sering kali kedua belah pihak tidak sabar. Oleh sebab itu, pihaknya mewakili pemerintah hadir di tengah-tengah untuk menyelesaikan perkara. “Setiap masalah harus bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Itu cara yang sering kami lakukan dengan musyawarah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bapak dua anak tersebut sering diminta menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Paling banyak adalah tentang tanah. “Mediasi paling banyak tentang masalah batas tanah. Sempat kami memediasi dua belah pihak yang bersinggungan di salah satu balai kecamatan. Tetapi, mediasi berjalan alot. Hingga beberapa kali mediasi masih belum menemukan titik terang dan kesepakatan dua belah pihak,” katanya.

Pada mediasi selanjutnya, kedua pihak datang. Tidak hanya pihak yang berkepentingan. Keduanya juga membawa massa dengan jumlah banyak. Namun, dia bersama tim sudah siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setiap mediasi, kami juga mengajak teman-teman keamanan. Ini semua untuk menghindari hal-hal yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjadi mediator dalam suatu kasus memang tidak mudah. Ada banyak pihak yang beradu dan memiliki kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterampilan menganalisis situasi dan mencari solusi dengan cepat serta tepat. Namun, keterampilan tersebut tidak bisa didapat dengan mudah.

Setyawan Purnomo, lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Kajian Masalah Strategis Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (KMS Bakesbangpol) Lumajang, memiliki cara tersendiri. Berawal dari pengalaman bertahun-tahun, keterampilan tersebut semakin terasah. Meski dalam setiap kasus kedua pihak ngeyel dan mencari pembenaran, dia selalu melihat dari semua sisi.

Setyawan mengungkapkan, sebisa mungkin setiap penyelesaian diselesaikan dengan cara mufakat. Namun, mediasi tersebut tidak bisa dengan mudah diselesaikan. Sering kali kedua belah pihak tidak sabar. Oleh sebab itu, pihaknya mewakili pemerintah hadir di tengah-tengah untuk menyelesaikan perkara. “Setiap masalah harus bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Itu cara yang sering kami lakukan dengan musyawarah,” ungkapnya.

Bapak dua anak tersebut sering diminta menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Paling banyak adalah tentang tanah. “Mediasi paling banyak tentang masalah batas tanah. Sempat kami memediasi dua belah pihak yang bersinggungan di salah satu balai kecamatan. Tetapi, mediasi berjalan alot. Hingga beberapa kali mediasi masih belum menemukan titik terang dan kesepakatan dua belah pihak,” katanya.

Pada mediasi selanjutnya, kedua pihak datang. Tidak hanya pihak yang berkepentingan. Keduanya juga membawa massa dengan jumlah banyak. Namun, dia bersama tim sudah siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setiap mediasi, kami juga mengajak teman-teman keamanan. Ini semua untuk menghindari hal-hal yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjadi mediator dalam suatu kasus memang tidak mudah. Ada banyak pihak yang beradu dan memiliki kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterampilan menganalisis situasi dan mencari solusi dengan cepat serta tepat. Namun, keterampilan tersebut tidak bisa didapat dengan mudah.

Setyawan Purnomo, lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Kajian Masalah Strategis Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (KMS Bakesbangpol) Lumajang, memiliki cara tersendiri. Berawal dari pengalaman bertahun-tahun, keterampilan tersebut semakin terasah. Meski dalam setiap kasus kedua pihak ngeyel dan mencari pembenaran, dia selalu melihat dari semua sisi.

Setyawan mengungkapkan, sebisa mungkin setiap penyelesaian diselesaikan dengan cara mufakat. Namun, mediasi tersebut tidak bisa dengan mudah diselesaikan. Sering kali kedua belah pihak tidak sabar. Oleh sebab itu, pihaknya mewakili pemerintah hadir di tengah-tengah untuk menyelesaikan perkara. “Setiap masalah harus bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Itu cara yang sering kami lakukan dengan musyawarah,” ungkapnya.

Bapak dua anak tersebut sering diminta menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Paling banyak adalah tentang tanah. “Mediasi paling banyak tentang masalah batas tanah. Sempat kami memediasi dua belah pihak yang bersinggungan di salah satu balai kecamatan. Tetapi, mediasi berjalan alot. Hingga beberapa kali mediasi masih belum menemukan titik terang dan kesepakatan dua belah pihak,” katanya.

Pada mediasi selanjutnya, kedua pihak datang. Tidak hanya pihak yang berkepentingan. Keduanya juga membawa massa dengan jumlah banyak. Namun, dia bersama tim sudah siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setiap mediasi, kami juga mengajak teman-teman keamanan. Ini semua untuk menghindari hal-hal yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/