alexametrics
24.1 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lima Titik Dijaga Ketat

Jika Ditemukan Truk Tambang Pasir, Ditumpahkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Keputusan bersama antara Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dengan paguyuban sopir truk armada pasir untuk menutup kawasan pertambangan selama sepekan sangat bulat. Bahkan, Pemkab Lumajang bersedia memfasilitasi untuk melakukan penjagaan di beberapa titik lokasi.

Setidaknya, ada lima titik lokasi yang bakal dijaga ketat Satpol PP Lumajang, Dishub Lumajang, BPRD Lumajang, dan TNI-Polri. Lima titik itu di antaranya adalah perbatasan di Kecamatan Pronojiwo, jatian di kawasan Kecamatan Candipuro, Morodadi di jalan tambang, Desa Pandanarum di Kecamatan Tempeh, dan Desa/Kecamatan Sumbersuko.

Kepala Satpol PP Lumajang mengatakan, selama masa lockdown atau penutupan kawasan pertambangan, seluruh aktivitas pertambangan dilarang total. Baik itu aktivitas produksi, pengambilan pasir di kawasan pertambangan untuk ke stockpile (tempat penampungan pasir, Red), maupun mengeluarkan pasir dari stockpile.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Semua harus berhenti total. Kalau misalkan kami dapati ada armada truk yang masih beroperasi, terpaksa kami tumpahkan pasirnya di tempat. Karena kami menempatkan banyak personel dan melibatkan banyak instansi untuk berjaga di lima titik selama dua puluh empat jam nonstop,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Keputusan bersama antara Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dengan paguyuban sopir truk armada pasir untuk menutup kawasan pertambangan selama sepekan sangat bulat. Bahkan, Pemkab Lumajang bersedia memfasilitasi untuk melakukan penjagaan di beberapa titik lokasi.

Setidaknya, ada lima titik lokasi yang bakal dijaga ketat Satpol PP Lumajang, Dishub Lumajang, BPRD Lumajang, dan TNI-Polri. Lima titik itu di antaranya adalah perbatasan di Kecamatan Pronojiwo, jatian di kawasan Kecamatan Candipuro, Morodadi di jalan tambang, Desa Pandanarum di Kecamatan Tempeh, dan Desa/Kecamatan Sumbersuko.

Kepala Satpol PP Lumajang mengatakan, selama masa lockdown atau penutupan kawasan pertambangan, seluruh aktivitas pertambangan dilarang total. Baik itu aktivitas produksi, pengambilan pasir di kawasan pertambangan untuk ke stockpile (tempat penampungan pasir, Red), maupun mengeluarkan pasir dari stockpile.

“Semua harus berhenti total. Kalau misalkan kami dapati ada armada truk yang masih beroperasi, terpaksa kami tumpahkan pasirnya di tempat. Karena kami menempatkan banyak personel dan melibatkan banyak instansi untuk berjaga di lima titik selama dua puluh empat jam nonstop,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Keputusan bersama antara Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dengan paguyuban sopir truk armada pasir untuk menutup kawasan pertambangan selama sepekan sangat bulat. Bahkan, Pemkab Lumajang bersedia memfasilitasi untuk melakukan penjagaan di beberapa titik lokasi.

Setidaknya, ada lima titik lokasi yang bakal dijaga ketat Satpol PP Lumajang, Dishub Lumajang, BPRD Lumajang, dan TNI-Polri. Lima titik itu di antaranya adalah perbatasan di Kecamatan Pronojiwo, jatian di kawasan Kecamatan Candipuro, Morodadi di jalan tambang, Desa Pandanarum di Kecamatan Tempeh, dan Desa/Kecamatan Sumbersuko.

Kepala Satpol PP Lumajang mengatakan, selama masa lockdown atau penutupan kawasan pertambangan, seluruh aktivitas pertambangan dilarang total. Baik itu aktivitas produksi, pengambilan pasir di kawasan pertambangan untuk ke stockpile (tempat penampungan pasir, Red), maupun mengeluarkan pasir dari stockpile.

“Semua harus berhenti total. Kalau misalkan kami dapati ada armada truk yang masih beroperasi, terpaksa kami tumpahkan pasirnya di tempat. Karena kami menempatkan banyak personel dan melibatkan banyak instansi untuk berjaga di lima titik selama dua puluh empat jam nonstop,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/