alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hadfana Firdaus Ajukan Pleidoi

Terdakwa Dituntut Pidana Penjara Tujuh Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sikap pasrah Hadfana Firdaus dalam melewati sejumlah sidang virtual dari Lapas Kelas II B Lumajang tiba-tiba berubah. Terdakwa kasus penendangan dan pembuangan sesajen tersebut akhirnya membela diri. Dia mengajukan pleidoi setelah jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan kemarin siang, lelaki asal Lombok itu dituntut 7 bulan hukuman penjara serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan. Namun, terdakwa masih meminta keringanan hukuman tersebut. Sebab, dia mengaku kooperatif dan memiliki tanggungan sebagai kepala keluarga.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jika diperkenankan, yang mulia, saya ingin meminta keringanan atas tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum,” kata terdakwa saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk membacakan pembelaan diri saat sidang berlangsung. Tetapi, pembelaan itu ditolak jaksa. JPU tetap mempertahankan tuntutannya.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sikap pasrah Hadfana Firdaus dalam melewati sejumlah sidang virtual dari Lapas Kelas II B Lumajang tiba-tiba berubah. Terdakwa kasus penendangan dan pembuangan sesajen tersebut akhirnya membela diri. Dia mengajukan pleidoi setelah jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan kemarin siang, lelaki asal Lombok itu dituntut 7 bulan hukuman penjara serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan. Namun, terdakwa masih meminta keringanan hukuman tersebut. Sebab, dia mengaku kooperatif dan memiliki tanggungan sebagai kepala keluarga.

“Jika diperkenankan, yang mulia, saya ingin meminta keringanan atas tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum,” kata terdakwa saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk membacakan pembelaan diri saat sidang berlangsung. Tetapi, pembelaan itu ditolak jaksa. JPU tetap mempertahankan tuntutannya.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sikap pasrah Hadfana Firdaus dalam melewati sejumlah sidang virtual dari Lapas Kelas II B Lumajang tiba-tiba berubah. Terdakwa kasus penendangan dan pembuangan sesajen tersebut akhirnya membela diri. Dia mengajukan pleidoi setelah jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan kemarin siang, lelaki asal Lombok itu dituntut 7 bulan hukuman penjara serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan. Namun, terdakwa masih meminta keringanan hukuman tersebut. Sebab, dia mengaku kooperatif dan memiliki tanggungan sebagai kepala keluarga.

“Jika diperkenankan, yang mulia, saya ingin meminta keringanan atas tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum,” kata terdakwa saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk membacakan pembelaan diri saat sidang berlangsung. Tetapi, pembelaan itu ditolak jaksa. JPU tetap mempertahankan tuntutannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/