alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Mbah Painem Sudah Bertemu Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bekerja dan merantau di daerah orang memang penuh risiko. Apalagi perantauannya hingga luar pulau dan bertahun-tahun. Risiko terbesarnya adalah komunikasi dengan keluarga yang terputus. Seperti yang dialami oleh Mbah Painem. Nenek asal Lumajang tersebut merantau di Pulau Kalimantan selama 40 tahun. Akibatnya, hubungan dengan keluarga di Lumajang terputus.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Awalnya salah satu akun mengunggah foto Mbah Painem sedang di Surabaya dan kebingungan mencari keluarganya di Lumajang. Warga yang peduli mengantarnya hingga ke Lumajang. Sesampainya di Lumajang, sejumlah warga turut membantu mencari keberadaan keluarga Mbah Painem.

Sayangnya, keluarga yang ada di Tompokersan sudah meninggal. Penelusuran kembali dilanjutkan hingga ke kabupaten tetangga. Bersyukur, penelusuran tersebut membuahkan hasil. Akhirnya, Mbah Painem bisa bertemu keluarga besar di Dusun Grintingan, Desa Lohjejer, Wuluhan, Jember. “Alhamdulillah. Ibu Painem yang dari Kalimantan sudah bertemu keluarganya,” tulis akun Antonio Barera.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sontak, banyak akun ikut berkomentar. Sebagian besar mereka mengucapkan syukur atas bertemunya Mbah Painem dengan keluarga. “Alhamdulillah. Bisa berkumpul dengan keluarga,” tulis akun Abdul Rakhmat. Sebagian akun lain mendoakan orang-orang yang membantu Mbah Painem. Seperti tulis akun Wid Jemblun’k. “Alhamdulillah. Buat masnya yang sudah ikhlas, semoga diganti dengan rezeki dan kesehatan oleh Allah,” tulisnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bekerja dan merantau di daerah orang memang penuh risiko. Apalagi perantauannya hingga luar pulau dan bertahun-tahun. Risiko terbesarnya adalah komunikasi dengan keluarga yang terputus. Seperti yang dialami oleh Mbah Painem. Nenek asal Lumajang tersebut merantau di Pulau Kalimantan selama 40 tahun. Akibatnya, hubungan dengan keluarga di Lumajang terputus.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Awalnya salah satu akun mengunggah foto Mbah Painem sedang di Surabaya dan kebingungan mencari keluarganya di Lumajang. Warga yang peduli mengantarnya hingga ke Lumajang. Sesampainya di Lumajang, sejumlah warga turut membantu mencari keberadaan keluarga Mbah Painem.

Sayangnya, keluarga yang ada di Tompokersan sudah meninggal. Penelusuran kembali dilanjutkan hingga ke kabupaten tetangga. Bersyukur, penelusuran tersebut membuahkan hasil. Akhirnya, Mbah Painem bisa bertemu keluarga besar di Dusun Grintingan, Desa Lohjejer, Wuluhan, Jember. “Alhamdulillah. Ibu Painem yang dari Kalimantan sudah bertemu keluarganya,” tulis akun Antonio Barera.

Sontak, banyak akun ikut berkomentar. Sebagian besar mereka mengucapkan syukur atas bertemunya Mbah Painem dengan keluarga. “Alhamdulillah. Bisa berkumpul dengan keluarga,” tulis akun Abdul Rakhmat. Sebagian akun lain mendoakan orang-orang yang membantu Mbah Painem. Seperti tulis akun Wid Jemblun’k. “Alhamdulillah. Buat masnya yang sudah ikhlas, semoga diganti dengan rezeki dan kesehatan oleh Allah,” tulisnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bekerja dan merantau di daerah orang memang penuh risiko. Apalagi perantauannya hingga luar pulau dan bertahun-tahun. Risiko terbesarnya adalah komunikasi dengan keluarga yang terputus. Seperti yang dialami oleh Mbah Painem. Nenek asal Lumajang tersebut merantau di Pulau Kalimantan selama 40 tahun. Akibatnya, hubungan dengan keluarga di Lumajang terputus.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Awalnya salah satu akun mengunggah foto Mbah Painem sedang di Surabaya dan kebingungan mencari keluarganya di Lumajang. Warga yang peduli mengantarnya hingga ke Lumajang. Sesampainya di Lumajang, sejumlah warga turut membantu mencari keberadaan keluarga Mbah Painem.

Sayangnya, keluarga yang ada di Tompokersan sudah meninggal. Penelusuran kembali dilanjutkan hingga ke kabupaten tetangga. Bersyukur, penelusuran tersebut membuahkan hasil. Akhirnya, Mbah Painem bisa bertemu keluarga besar di Dusun Grintingan, Desa Lohjejer, Wuluhan, Jember. “Alhamdulillah. Ibu Painem yang dari Kalimantan sudah bertemu keluarganya,” tulis akun Antonio Barera.

Sontak, banyak akun ikut berkomentar. Sebagian besar mereka mengucapkan syukur atas bertemunya Mbah Painem dengan keluarga. “Alhamdulillah. Bisa berkumpul dengan keluarga,” tulis akun Abdul Rakhmat. Sebagian akun lain mendoakan orang-orang yang membantu Mbah Painem. Seperti tulis akun Wid Jemblun’k. “Alhamdulillah. Buat masnya yang sudah ikhlas, semoga diganti dengan rezeki dan kesehatan oleh Allah,” tulisnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/