alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Gundukan di Jalan Raya Hanya Dicat

Peringatkan Warga dengan Warna Agar Tidak Terpeleset

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, jalan berjambul di kawasan jalan nasional III diwarnai cat putih dan hijau oleh sejumlah warga. Tepatnya di sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi, Tompokersan hingga jalan Gatot Subroto, Karangsari Lumajang. Selain garis kuning di tengah ruas jalan, garis putih dan hijau juga terlihat di beberapa titik.

Tampaknya, warga mulai jengah menunggu tindakan pemerintah untuk memperbaiki jalan. Oleh sebab itu, sejumlah warga berinisiatif mengecat jalan bergelombang. Harapannya sederhana, agar para pengendara lebih waspada. Sehingga kasus kecelakaan bisa ditekan. Dan jumlah korban jiwa bisa berkurang.

Mispingi, warga Karangsari yang mengecat jalan mengungkapkan, dia sering membantu pengendara yang jatuh karena jalan bergelombang. “Saya kerjanya membantu warga menyeberangkan jalan di pertigaan embong kembar. Di sekitar sana, banyak jalan bergelombang. Oleh karena itu, saya sering membantu pengendara yang jatuh karena melintas jalan bergelombang,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ide pengecatan muncul dari orang lain. Awalnya ada warga yang mengecat di beberapa titik. Namun, pengecatan tidak diteruskan lagi. Lalu, Mispingi melanjutkan pengecatan tersebut. “Ada yang bilang untuk kerja sama mewarnai jalan. Tapi saya tidak kenal akrab dengan orang itu. Hanya saja, saya pikir ini baik untuk memberitahu orang lain kalau ada jalan yang rusak. Jadi, saya meneruskan mengecat sendiri dari jalan Gatot Subroto sampai Slamet Riyadi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, jalan berjambul di kawasan jalan nasional III diwarnai cat putih dan hijau oleh sejumlah warga. Tepatnya di sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi, Tompokersan hingga jalan Gatot Subroto, Karangsari Lumajang. Selain garis kuning di tengah ruas jalan, garis putih dan hijau juga terlihat di beberapa titik.

Tampaknya, warga mulai jengah menunggu tindakan pemerintah untuk memperbaiki jalan. Oleh sebab itu, sejumlah warga berinisiatif mengecat jalan bergelombang. Harapannya sederhana, agar para pengendara lebih waspada. Sehingga kasus kecelakaan bisa ditekan. Dan jumlah korban jiwa bisa berkurang.

Mispingi, warga Karangsari yang mengecat jalan mengungkapkan, dia sering membantu pengendara yang jatuh karena jalan bergelombang. “Saya kerjanya membantu warga menyeberangkan jalan di pertigaan embong kembar. Di sekitar sana, banyak jalan bergelombang. Oleh karena itu, saya sering membantu pengendara yang jatuh karena melintas jalan bergelombang,” ungkapnya.

Ide pengecatan muncul dari orang lain. Awalnya ada warga yang mengecat di beberapa titik. Namun, pengecatan tidak diteruskan lagi. Lalu, Mispingi melanjutkan pengecatan tersebut. “Ada yang bilang untuk kerja sama mewarnai jalan. Tapi saya tidak kenal akrab dengan orang itu. Hanya saja, saya pikir ini baik untuk memberitahu orang lain kalau ada jalan yang rusak. Jadi, saya meneruskan mengecat sendiri dari jalan Gatot Subroto sampai Slamet Riyadi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, jalan berjambul di kawasan jalan nasional III diwarnai cat putih dan hijau oleh sejumlah warga. Tepatnya di sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi, Tompokersan hingga jalan Gatot Subroto, Karangsari Lumajang. Selain garis kuning di tengah ruas jalan, garis putih dan hijau juga terlihat di beberapa titik.

Tampaknya, warga mulai jengah menunggu tindakan pemerintah untuk memperbaiki jalan. Oleh sebab itu, sejumlah warga berinisiatif mengecat jalan bergelombang. Harapannya sederhana, agar para pengendara lebih waspada. Sehingga kasus kecelakaan bisa ditekan. Dan jumlah korban jiwa bisa berkurang.

Mispingi, warga Karangsari yang mengecat jalan mengungkapkan, dia sering membantu pengendara yang jatuh karena jalan bergelombang. “Saya kerjanya membantu warga menyeberangkan jalan di pertigaan embong kembar. Di sekitar sana, banyak jalan bergelombang. Oleh karena itu, saya sering membantu pengendara yang jatuh karena melintas jalan bergelombang,” ungkapnya.

Ide pengecatan muncul dari orang lain. Awalnya ada warga yang mengecat di beberapa titik. Namun, pengecatan tidak diteruskan lagi. Lalu, Mispingi melanjutkan pengecatan tersebut. “Ada yang bilang untuk kerja sama mewarnai jalan. Tapi saya tidak kenal akrab dengan orang itu. Hanya saja, saya pikir ini baik untuk memberitahu orang lain kalau ada jalan yang rusak. Jadi, saya meneruskan mengecat sendiri dari jalan Gatot Subroto sampai Slamet Riyadi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/