alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kesiapan Perpindahan Pengungsian Erupsi Semeru, Hunian Baru Ready 130 Unit

Harapan pengungsi menempati tempat tinggal relokasi di Desa Sumbermujur masih abu-abu. Sebab, 300-an unit yang bakal disediakan untuk korban erupsi belum seluruhnya beres. Sampai saat ini masih sekitar 130 unit.

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Finishing huntara maupun huntap di jalur percepatan banyak yang rampung. Hampir semua NGO menyelesaikan target yang diminta. Termasuk pengerjaan huntap. Namun, kesiapan fasilitas di jalur itu masih diverifikasi. Sebab, tidak sedikit unit yang belum teraliri air, listrik, serta pemasangan sanitasi.

Baca Juga : Satlantas Polres Jember “Larang” Pemudik Kecelakaan, Ini yang Dilakukan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Pemkab Lumajang menargetkan 354 unit untuk tempat tinggal pengungsi sebelum Lebaran. Maksimal tanggal 27 April, semua tempat tinggal yang rencananya juga bakal dipenuhi perabotan rumah tangga harus selesai seluruhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perwakilan NGO United Tractor Himawan Sutanto mengatakan, tahap pertama dikerjakan tepat waktu. Ada 40 huntara telah terbangun persis di belakang huntap, di blok F1 dan F2. Hanya tersisa empat unit di blok tersebut yang belum selesai. Tetapi, semua unitnya sudah terpasang fondasi bangunan.

“Target di tahap dua ada 60 unit, separuhnya sudah dikerjakan. Ada satu blok yang memang terkendala pembuatan turap oleh Kementerian PUPR. Itu ada di jalur percepatan, tetapi sekarang sudah kami koordinasikan. Harapannya, pengerjaan ini cepat selesai dan pengungsi dapat menempati tempat relokasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, fasilitas dasar di area huntap dan huntara ada yang belum terpenuhi. Karena itu, pihaknya tidak bisa segera memasukkan kebutuhan perabotan rumah tangga untuk 300 unit rumah tersebut.

“Sebetulnya target kami 354 unit itu sampai 27 April. Tetapi, sekarang masih terpenuhi 130 unit. Kendalanya bukan ketersediaan perabotan rumah tangga yang minim. Tetapi, di jalur percepatan itu masih kami verifikasi mana saja rumah yang siap. Kami yakin sampai batas waktu itu, semua unit terpenuhi perabotan rumah tangga,” tandasnya.

Sesuai informasi yang tercantum dalam selebaran data NGO di jalur atau blok percepatan, ratusan unit rumah itu mulanya diperuntukkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Kebondeli Utara, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Namun, belakangan berubah untuk korban yang tinggal di tenda pengungsian. (son/c2/fid)

- Advertisement -

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Finishing huntara maupun huntap di jalur percepatan banyak yang rampung. Hampir semua NGO menyelesaikan target yang diminta. Termasuk pengerjaan huntap. Namun, kesiapan fasilitas di jalur itu masih diverifikasi. Sebab, tidak sedikit unit yang belum teraliri air, listrik, serta pemasangan sanitasi.

Baca Juga : Satlantas Polres Jember “Larang” Pemudik Kecelakaan, Ini yang Dilakukan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Pemkab Lumajang menargetkan 354 unit untuk tempat tinggal pengungsi sebelum Lebaran. Maksimal tanggal 27 April, semua tempat tinggal yang rencananya juga bakal dipenuhi perabotan rumah tangga harus selesai seluruhnya.

Perwakilan NGO United Tractor Himawan Sutanto mengatakan, tahap pertama dikerjakan tepat waktu. Ada 40 huntara telah terbangun persis di belakang huntap, di blok F1 dan F2. Hanya tersisa empat unit di blok tersebut yang belum selesai. Tetapi, semua unitnya sudah terpasang fondasi bangunan.

“Target di tahap dua ada 60 unit, separuhnya sudah dikerjakan. Ada satu blok yang memang terkendala pembuatan turap oleh Kementerian PUPR. Itu ada di jalur percepatan, tetapi sekarang sudah kami koordinasikan. Harapannya, pengerjaan ini cepat selesai dan pengungsi dapat menempati tempat relokasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, fasilitas dasar di area huntap dan huntara ada yang belum terpenuhi. Karena itu, pihaknya tidak bisa segera memasukkan kebutuhan perabotan rumah tangga untuk 300 unit rumah tersebut.

“Sebetulnya target kami 354 unit itu sampai 27 April. Tetapi, sekarang masih terpenuhi 130 unit. Kendalanya bukan ketersediaan perabotan rumah tangga yang minim. Tetapi, di jalur percepatan itu masih kami verifikasi mana saja rumah yang siap. Kami yakin sampai batas waktu itu, semua unit terpenuhi perabotan rumah tangga,” tandasnya.

Sesuai informasi yang tercantum dalam selebaran data NGO di jalur atau blok percepatan, ratusan unit rumah itu mulanya diperuntukkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Kebondeli Utara, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Namun, belakangan berubah untuk korban yang tinggal di tenda pengungsian. (son/c2/fid)

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Finishing huntara maupun huntap di jalur percepatan banyak yang rampung. Hampir semua NGO menyelesaikan target yang diminta. Termasuk pengerjaan huntap. Namun, kesiapan fasilitas di jalur itu masih diverifikasi. Sebab, tidak sedikit unit yang belum teraliri air, listrik, serta pemasangan sanitasi.

Baca Juga : Satlantas Polres Jember “Larang” Pemudik Kecelakaan, Ini yang Dilakukan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Pemkab Lumajang menargetkan 354 unit untuk tempat tinggal pengungsi sebelum Lebaran. Maksimal tanggal 27 April, semua tempat tinggal yang rencananya juga bakal dipenuhi perabotan rumah tangga harus selesai seluruhnya.

Perwakilan NGO United Tractor Himawan Sutanto mengatakan, tahap pertama dikerjakan tepat waktu. Ada 40 huntara telah terbangun persis di belakang huntap, di blok F1 dan F2. Hanya tersisa empat unit di blok tersebut yang belum selesai. Tetapi, semua unitnya sudah terpasang fondasi bangunan.

“Target di tahap dua ada 60 unit, separuhnya sudah dikerjakan. Ada satu blok yang memang terkendala pembuatan turap oleh Kementerian PUPR. Itu ada di jalur percepatan, tetapi sekarang sudah kami koordinasikan. Harapannya, pengerjaan ini cepat selesai dan pengungsi dapat menempati tempat relokasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, fasilitas dasar di area huntap dan huntara ada yang belum terpenuhi. Karena itu, pihaknya tidak bisa segera memasukkan kebutuhan perabotan rumah tangga untuk 300 unit rumah tersebut.

“Sebetulnya target kami 354 unit itu sampai 27 April. Tetapi, sekarang masih terpenuhi 130 unit. Kendalanya bukan ketersediaan perabotan rumah tangga yang minim. Tetapi, di jalur percepatan itu masih kami verifikasi mana saja rumah yang siap. Kami yakin sampai batas waktu itu, semua unit terpenuhi perabotan rumah tangga,” tandasnya.

Sesuai informasi yang tercantum dalam selebaran data NGO di jalur atau blok percepatan, ratusan unit rumah itu mulanya diperuntukkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Kebondeli Utara, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Namun, belakangan berubah untuk korban yang tinggal di tenda pengungsian. (son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/