alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pasar Tumpah Mending di Tengah Jalan Sekalian

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keluhan pasar tumpah di Ranuyoso dan Klakah tidak pernah ada habisnya. Memang sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan petugas pelayan publik, namun selalu kembali tumpah setelah petugas pulang. Belakangan ini ada yang menyarankan agar sekalian berjualan di tengah jalan.
Mungkin ungkapan warganet kali ini saking geregetannya dengan kondisi di sana. Sebab, bukan hanya pengendara yang dibuat sulit, pedagang dan petugas juga dibikin pusing tujuh keliling. Apalagi jika kemacetan sampai berlangsung berjam-jam.
Tak salah jika pemilik akun Kon Opo mem-posting foto pasar tumpah di Ranuyoso itu dengan menambahi caption unik. “Saran, lek pingin rame pasare, dodol tengah embong pisan lur,” keluhnya. Postingan itu direspons beragam oleh ratusan pemilik akun lainnya.
Salah satunya adalah Guntphoto Lumajang. Dia menimpali dengan dorongan menjadikan jalan sebagai pasar. “Sakjane yang benar itu jalannya dibuat pasar aja sekalian. Ditutup ae jalane, cek puas pedagange. Enak kan,” tulisnya berkomentar. “Bener. Nek iso dalan kuwi dipasangi tiker, buka 24jam,” Davis Aji.
Pemilik akun Facebook Mekanik Abal Abal mendukung pedagang. “Biarlah mereka kerja… toh kerjanya halal. Ini sih kesalahan pemerintah, gak ada solusi gak ada tindakan pembenahan. Daripada mereka semuanya jadi begal, kan tambah nyusahin,” tambahnya.
Apa pun itu tanggapannya, pengguna jalan patut mendapatkan akses yang mudah. Jalan tetap jalan, tidak bisa dijadikan tempat jualan. Apalagi di jalur tersebut merupakan akses utama nasional di Lumajang kawasan utara. Jadi, ayo bersikap arif dan berlaku tertib.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keluhan pasar tumpah di Ranuyoso dan Klakah tidak pernah ada habisnya. Memang sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan petugas pelayan publik, namun selalu kembali tumpah setelah petugas pulang. Belakangan ini ada yang menyarankan agar sekalian berjualan di tengah jalan.
Mungkin ungkapan warganet kali ini saking geregetannya dengan kondisi di sana. Sebab, bukan hanya pengendara yang dibuat sulit, pedagang dan petugas juga dibikin pusing tujuh keliling. Apalagi jika kemacetan sampai berlangsung berjam-jam.
Tak salah jika pemilik akun Kon Opo mem-posting foto pasar tumpah di Ranuyoso itu dengan menambahi caption unik. “Saran, lek pingin rame pasare, dodol tengah embong pisan lur,” keluhnya. Postingan itu direspons beragam oleh ratusan pemilik akun lainnya.
Salah satunya adalah Guntphoto Lumajang. Dia menimpali dengan dorongan menjadikan jalan sebagai pasar. “Sakjane yang benar itu jalannya dibuat pasar aja sekalian. Ditutup ae jalane, cek puas pedagange. Enak kan,” tulisnya berkomentar. “Bener. Nek iso dalan kuwi dipasangi tiker, buka 24jam,” Davis Aji.
Pemilik akun Facebook Mekanik Abal Abal mendukung pedagang. “Biarlah mereka kerja… toh kerjanya halal. Ini sih kesalahan pemerintah, gak ada solusi gak ada tindakan pembenahan. Daripada mereka semuanya jadi begal, kan tambah nyusahin,” tambahnya.
Apa pun itu tanggapannya, pengguna jalan patut mendapatkan akses yang mudah. Jalan tetap jalan, tidak bisa dijadikan tempat jualan. Apalagi di jalur tersebut merupakan akses utama nasional di Lumajang kawasan utara. Jadi, ayo bersikap arif dan berlaku tertib.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keluhan pasar tumpah di Ranuyoso dan Klakah tidak pernah ada habisnya. Memang sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan petugas pelayan publik, namun selalu kembali tumpah setelah petugas pulang. Belakangan ini ada yang menyarankan agar sekalian berjualan di tengah jalan.
Mungkin ungkapan warganet kali ini saking geregetannya dengan kondisi di sana. Sebab, bukan hanya pengendara yang dibuat sulit, pedagang dan petugas juga dibikin pusing tujuh keliling. Apalagi jika kemacetan sampai berlangsung berjam-jam.
Tak salah jika pemilik akun Kon Opo mem-posting foto pasar tumpah di Ranuyoso itu dengan menambahi caption unik. “Saran, lek pingin rame pasare, dodol tengah embong pisan lur,” keluhnya. Postingan itu direspons beragam oleh ratusan pemilik akun lainnya.
Salah satunya adalah Guntphoto Lumajang. Dia menimpali dengan dorongan menjadikan jalan sebagai pasar. “Sakjane yang benar itu jalannya dibuat pasar aja sekalian. Ditutup ae jalane, cek puas pedagange. Enak kan,” tulisnya berkomentar. “Bener. Nek iso dalan kuwi dipasangi tiker, buka 24jam,” Davis Aji.
Pemilik akun Facebook Mekanik Abal Abal mendukung pedagang. “Biarlah mereka kerja… toh kerjanya halal. Ini sih kesalahan pemerintah, gak ada solusi gak ada tindakan pembenahan. Daripada mereka semuanya jadi begal, kan tambah nyusahin,” tambahnya.
Apa pun itu tanggapannya, pengguna jalan patut mendapatkan akses yang mudah. Jalan tetap jalan, tidak bisa dijadikan tempat jualan. Apalagi di jalur tersebut merupakan akses utama nasional di Lumajang kawasan utara. Jadi, ayo bersikap arif dan berlaku tertib.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/