alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Dipenuhi Barongan Bambu, Sengon, dan Sedimen

Memasuki Hari Ketiga, Akses Jalan Sudah Bisa Dilewati

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pembersihan jembatan penghubung Desa Jatisari dan Tempursari, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Barongan bambu dan sengon mendominasi penutupan aliran. Alhasil, pembersihan tidak dapat dilakukan dengan cara manual.
Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengatakan barongan bambu dan sengon membuat lubang aliran jembatan tertutup.

Karena itu, pihaknya menggunakan ekskavator untuk membersihkannya. “Ini merupakan kondisi darurat. Lubang jembatan tertutup barongan bambu dan sengon. Agar aliran normal kembali, kami menggunakan alat berat ekskavator,” katanya.
Joko menjelaskan, hujan yang mengguyur, Jumat pekan kemarin, membawa banyak barongan. Sehingga hal tersebut menyumbat aliran. “Sejak akhir Februari lalu, kondisi jembatan memang sudah dipenuhi barongan. Dan Jumat kemarin, hujan lagi. Debit air naik. Otomatis, barongan sengon dan bambu yang ada di sepanjang aliran terbawa arus. Jadi, alirannya tersumbat,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, selain bambu dan sengon, sedimen pasir juga menyebabkan lubang aliran jembatan tertutup. “Ada sekitar seribu meter kubik sedimen yang menutupi aliran sungai di sekitar jembatan. Untuk itu, kami juga mengeruk sedimen dan membawanya ke atas sebagai pengeras jalan. Ada seratus karung sak juga yang kami isi dengan sedimen,” ungkapnya.
Kerusakan jembatan, lanjut dia, disebabkan aliran sungai tertutup. Sehingga air mengalir melalui atas jembatan. Aliran itulah yang menyebabkan sisi kanan dan kiri jembatan tergerus. Alhasil, jembatan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Sementara, hanya bisa dilalui pengguna jalan dan roda dua saja,” lanjutnya.
Pembersihan akan dilakukan hingga tiga hari ke depan. Fokus pembersihan adalah pengerukan sedimen dan barongan dengan alat berat. Namun, kontribusi masyarakat juga dibutuhkan. Sebab, hal tersebut membuat waktu pembersihan semakin cepat. “Masyarakat juga harus terlibat agar pembersihan bisa cepat dilakukan dan aktivitas bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Istimewa
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pembersihan jembatan penghubung Desa Jatisari dan Tempursari, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Barongan bambu dan sengon mendominasi penutupan aliran. Alhasil, pembersihan tidak dapat dilakukan dengan cara manual.
Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengatakan barongan bambu dan sengon membuat lubang aliran jembatan tertutup.

Karena itu, pihaknya menggunakan ekskavator untuk membersihkannya. “Ini merupakan kondisi darurat. Lubang jembatan tertutup barongan bambu dan sengon. Agar aliran normal kembali, kami menggunakan alat berat ekskavator,” katanya.
Joko menjelaskan, hujan yang mengguyur, Jumat pekan kemarin, membawa banyak barongan. Sehingga hal tersebut menyumbat aliran. “Sejak akhir Februari lalu, kondisi jembatan memang sudah dipenuhi barongan. Dan Jumat kemarin, hujan lagi. Debit air naik. Otomatis, barongan sengon dan bambu yang ada di sepanjang aliran terbawa arus. Jadi, alirannya tersumbat,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, selain bambu dan sengon, sedimen pasir juga menyebabkan lubang aliran jembatan tertutup. “Ada sekitar seribu meter kubik sedimen yang menutupi aliran sungai di sekitar jembatan. Untuk itu, kami juga mengeruk sedimen dan membawanya ke atas sebagai pengeras jalan. Ada seratus karung sak juga yang kami isi dengan sedimen,” ungkapnya.
Kerusakan jembatan, lanjut dia, disebabkan aliran sungai tertutup. Sehingga air mengalir melalui atas jembatan. Aliran itulah yang menyebabkan sisi kanan dan kiri jembatan tergerus. Alhasil, jembatan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Sementara, hanya bisa dilalui pengguna jalan dan roda dua saja,” lanjutnya.
Pembersihan akan dilakukan hingga tiga hari ke depan. Fokus pembersihan adalah pengerukan sedimen dan barongan dengan alat berat. Namun, kontribusi masyarakat juga dibutuhkan. Sebab, hal tersebut membuat waktu pembersihan semakin cepat. “Masyarakat juga harus terlibat agar pembersihan bisa cepat dilakukan dan aktivitas bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Istimewa
Editor: Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Proses pembersihan jembatan penghubung Desa Jatisari dan Tempursari, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Barongan bambu dan sengon mendominasi penutupan aliran. Alhasil, pembersihan tidak dapat dilakukan dengan cara manual.
Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengatakan barongan bambu dan sengon membuat lubang aliran jembatan tertutup.

Karena itu, pihaknya menggunakan ekskavator untuk membersihkannya. “Ini merupakan kondisi darurat. Lubang jembatan tertutup barongan bambu dan sengon. Agar aliran normal kembali, kami menggunakan alat berat ekskavator,” katanya.
Joko menjelaskan, hujan yang mengguyur, Jumat pekan kemarin, membawa banyak barongan. Sehingga hal tersebut menyumbat aliran. “Sejak akhir Februari lalu, kondisi jembatan memang sudah dipenuhi barongan. Dan Jumat kemarin, hujan lagi. Debit air naik. Otomatis, barongan sengon dan bambu yang ada di sepanjang aliran terbawa arus. Jadi, alirannya tersumbat,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, selain bambu dan sengon, sedimen pasir juga menyebabkan lubang aliran jembatan tertutup. “Ada sekitar seribu meter kubik sedimen yang menutupi aliran sungai di sekitar jembatan. Untuk itu, kami juga mengeruk sedimen dan membawanya ke atas sebagai pengeras jalan. Ada seratus karung sak juga yang kami isi dengan sedimen,” ungkapnya.
Kerusakan jembatan, lanjut dia, disebabkan aliran sungai tertutup. Sehingga air mengalir melalui atas jembatan. Aliran itulah yang menyebabkan sisi kanan dan kiri jembatan tergerus. Alhasil, jembatan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Sementara, hanya bisa dilalui pengguna jalan dan roda dua saja,” lanjutnya.
Pembersihan akan dilakukan hingga tiga hari ke depan. Fokus pembersihan adalah pengerukan sedimen dan barongan dengan alat berat. Namun, kontribusi masyarakat juga dibutuhkan. Sebab, hal tersebut membuat waktu pembersihan semakin cepat. “Masyarakat juga harus terlibat agar pembersihan bisa cepat dilakukan dan aktivitas bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Istimewa
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/