alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Diduga Korupsi Rp 404 Juta Rupiah

Kades Grati Digiring ke Kejati Jawa Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat perkara Ismantoro Sarjono, Kades Grati Kecamatan Sumbersuko dua periode yang diberhentikan lantaran tindak pidana korupsi ratusan juta akhir tahun kemarin. Kini kasusnya terus bergulir, pagi kemarin dia langsung dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.00, Ismantoro berjalan timpang sesekali menundukkan kepala sambil menenteng tas merah ketika keluar dari ruang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang. Dia dituntun petugas menuju mobil untuk diantarkan ke Surabaya menjalani sidang kasus korupsi yang menjeratnya.
Sebelumnya, dia diberhentikan dari jabatan kades pada pertengahan November 2020. Sebab, melakukan dua pelanggaran sekaligus. Pertama yaitu pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kemudian melakukan pernikahan siri, padahal telah memiliki istri yang sah.
Kasi Intel Kejari Lumajang Ferdy Siswandana mengatakan, secara terencana kades tersebut melakukan penyelewengan sejumlah uang hasil menyewakan TKD. Uang yang seharusnya dikembalikan lagi ke desa, tetapi digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadinya.
Berdasar hasil investigasi yang dilakukan bersama Inspektorat Lumajang beberapa waktu lalu, kerugian negara mencapai Rp 404 juta. “Tersangka terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan niat untuk memperkaya diri sendiri. Dia dijerat pasal 2021 dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat perkara Ismantoro Sarjono, Kades Grati Kecamatan Sumbersuko dua periode yang diberhentikan lantaran tindak pidana korupsi ratusan juta akhir tahun kemarin. Kini kasusnya terus bergulir, pagi kemarin dia langsung dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.00, Ismantoro berjalan timpang sesekali menundukkan kepala sambil menenteng tas merah ketika keluar dari ruang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang. Dia dituntun petugas menuju mobil untuk diantarkan ke Surabaya menjalani sidang kasus korupsi yang menjeratnya.
Sebelumnya, dia diberhentikan dari jabatan kades pada pertengahan November 2020. Sebab, melakukan dua pelanggaran sekaligus. Pertama yaitu pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kemudian melakukan pernikahan siri, padahal telah memiliki istri yang sah.
Kasi Intel Kejari Lumajang Ferdy Siswandana mengatakan, secara terencana kades tersebut melakukan penyelewengan sejumlah uang hasil menyewakan TKD. Uang yang seharusnya dikembalikan lagi ke desa, tetapi digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadinya.
Berdasar hasil investigasi yang dilakukan bersama Inspektorat Lumajang beberapa waktu lalu, kerugian negara mencapai Rp 404 juta. “Tersangka terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan niat untuk memperkaya diri sendiri. Dia dijerat pasal 2021 dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat perkara Ismantoro Sarjono, Kades Grati Kecamatan Sumbersuko dua periode yang diberhentikan lantaran tindak pidana korupsi ratusan juta akhir tahun kemarin. Kini kasusnya terus bergulir, pagi kemarin dia langsung dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.00, Ismantoro berjalan timpang sesekali menundukkan kepala sambil menenteng tas merah ketika keluar dari ruang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang. Dia dituntun petugas menuju mobil untuk diantarkan ke Surabaya menjalani sidang kasus korupsi yang menjeratnya.
Sebelumnya, dia diberhentikan dari jabatan kades pada pertengahan November 2020. Sebab, melakukan dua pelanggaran sekaligus. Pertama yaitu pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kemudian melakukan pernikahan siri, padahal telah memiliki istri yang sah.
Kasi Intel Kejari Lumajang Ferdy Siswandana mengatakan, secara terencana kades tersebut melakukan penyelewengan sejumlah uang hasil menyewakan TKD. Uang yang seharusnya dikembalikan lagi ke desa, tetapi digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadinya.
Berdasar hasil investigasi yang dilakukan bersama Inspektorat Lumajang beberapa waktu lalu, kerugian negara mencapai Rp 404 juta. “Tersangka terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan niat untuk memperkaya diri sendiri. Dia dijerat pasal 2021 dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/