alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tak Berkontribusi, tapi Bikin Macet

Pendapatan dari Retribusi Pedagang Masih Nol

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kepadatan pedagang yang ada di pasar kawasan Kecamatan Ranuyoso sering kali menjadi penyebab kemacetan. Sekalipun sebetulnya penyebabnya beragam. Tetapi banyaknya pedagang yang berjualan tidak teratur di pinggir jalan tersebut makin menambah kemacetan arus lalu lintas.

Rata-rata penyebab kemacetan itu akibat terjadi kecelakaan kendaraan, kendaraan eror, dan tanjakan rel kereta api. Ditambah kadang padatnya pedagang yang ada di Pasar Tengu maupun pasar buah. Padahal, keberadaan pedagang-pedagang itu belum memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. Tetapi jarang sekali ditertibkan.

Danang Wijayanto, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, mengatakan, beberapa kali melakukan perjalanan luar kota lebih memilih berangkat ketika siang hari. Sebab, jika berangkat terlalu malam, kebanyakan terjadi kemacetan. Seperti hari Selasa pagi (23/02) kemarin, macet terjadi mulai rel hingga pasar di Kecamatan Ranuyoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, kemacetan paling parah dari arah utara masuk menuju Lumajang. Sebab, selain arus lalu lintas sering terhambat di lintasan rel kereta api, pedagang di dua pasar tersebut juga memperparah kemacetan. “Kalau pulang malam dari luar kota, alamat macet kalau masuk Lumajang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, penyebab kemacetan memang tidak bisa diprediksi, tetapi pihaknya selalu memonitor jika terjadi kemacetan. Penyebab paling sering adalah kerusakan pada kendaraan besar. “Ada yang disebabkan truk besar patah as dan lainnya,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kepadatan pedagang yang ada di pasar kawasan Kecamatan Ranuyoso sering kali menjadi penyebab kemacetan. Sekalipun sebetulnya penyebabnya beragam. Tetapi banyaknya pedagang yang berjualan tidak teratur di pinggir jalan tersebut makin menambah kemacetan arus lalu lintas.

Rata-rata penyebab kemacetan itu akibat terjadi kecelakaan kendaraan, kendaraan eror, dan tanjakan rel kereta api. Ditambah kadang padatnya pedagang yang ada di Pasar Tengu maupun pasar buah. Padahal, keberadaan pedagang-pedagang itu belum memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. Tetapi jarang sekali ditertibkan.

Danang Wijayanto, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, mengatakan, beberapa kali melakukan perjalanan luar kota lebih memilih berangkat ketika siang hari. Sebab, jika berangkat terlalu malam, kebanyakan terjadi kemacetan. Seperti hari Selasa pagi (23/02) kemarin, macet terjadi mulai rel hingga pasar di Kecamatan Ranuyoso.

Menurutnya, kemacetan paling parah dari arah utara masuk menuju Lumajang. Sebab, selain arus lalu lintas sering terhambat di lintasan rel kereta api, pedagang di dua pasar tersebut juga memperparah kemacetan. “Kalau pulang malam dari luar kota, alamat macet kalau masuk Lumajang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, penyebab kemacetan memang tidak bisa diprediksi, tetapi pihaknya selalu memonitor jika terjadi kemacetan. Penyebab paling sering adalah kerusakan pada kendaraan besar. “Ada yang disebabkan truk besar patah as dan lainnya,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kepadatan pedagang yang ada di pasar kawasan Kecamatan Ranuyoso sering kali menjadi penyebab kemacetan. Sekalipun sebetulnya penyebabnya beragam. Tetapi banyaknya pedagang yang berjualan tidak teratur di pinggir jalan tersebut makin menambah kemacetan arus lalu lintas.

Rata-rata penyebab kemacetan itu akibat terjadi kecelakaan kendaraan, kendaraan eror, dan tanjakan rel kereta api. Ditambah kadang padatnya pedagang yang ada di Pasar Tengu maupun pasar buah. Padahal, keberadaan pedagang-pedagang itu belum memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. Tetapi jarang sekali ditertibkan.

Danang Wijayanto, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, mengatakan, beberapa kali melakukan perjalanan luar kota lebih memilih berangkat ketika siang hari. Sebab, jika berangkat terlalu malam, kebanyakan terjadi kemacetan. Seperti hari Selasa pagi (23/02) kemarin, macet terjadi mulai rel hingga pasar di Kecamatan Ranuyoso.

Menurutnya, kemacetan paling parah dari arah utara masuk menuju Lumajang. Sebab, selain arus lalu lintas sering terhambat di lintasan rel kereta api, pedagang di dua pasar tersebut juga memperparah kemacetan. “Kalau pulang malam dari luar kota, alamat macet kalau masuk Lumajang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, penyebab kemacetan memang tidak bisa diprediksi, tetapi pihaknya selalu memonitor jika terjadi kemacetan. Penyebab paling sering adalah kerusakan pada kendaraan besar. “Ada yang disebabkan truk besar patah as dan lainnya,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/